
Sesampainya di Hotel dengan membawa makan siang ke kantor untuk Raesa, Fitri menghampiri Raesa dengan wajah lesu, memikirkan semua yang di lihat di ATM.
Fitri meletakkan Kotak nasi di meja dekat Raesa yang sibuk bekerja, dan meletakkan struk bukti pengambilan uang tersebut, sambil menunjukkan saldo Struk itu tampa berbicara.
Raesa terkejut melihat saldo yang banyak padahal Raesa sudah lama tidak menggunakan ATM itu baru pertama kali dia memakai nya setelah perceraian dengan Syaif. karena selama ini Raesa memakai uang pendapat Restoran yang di kirim ke rekening Pak Anas oleh ibu Ningsih.
" Fitri ini tidak bercanda bukan " Tanya Raesa heran
" Ah kakak pintar sekali pura pura terkejut, kakak itu orang kaya tapi kenapa kakak masih kerja , mending buka usaha sendiri " Ujar Fitri heran melihat Raesa yang terkejut
" Demi Allah Fitri , jujur sih tabungan ku tinggal 300 jutaan tapi kenapa jadi tambah gitu ya " Tanya Raesa Pada Fitri
" Kalo aja mbak lagi kerja sama bareng tuyul trus masukin uang ke rekening kakak hahahaha" Ledek Fitri yang masih aneh dengan sikap Raesa
" Sekarang aku akan ke bank dulu, aku mau print buku tabungan siapa pengirim uang ini" Ujar Raesa sambil mengambil tas nya dan pergi, perasaan nya sangat cemas sekali.
" Kak aku ikut "
" Ayo kita harus segera kembali "
Lalu mereka berdua pergi ke Bank dengan mengendarai motor milik Raesa. Tak lama kemudian mereka sampai, Raesa dan fitri segera masuk ke dalam Bank dan langsung menuju CS.
Setelah Raesa menunggu sepuluh menit akhirnya print out buku tabungan ( rekening koran )selesai.
mereka kembali ke hotel. Raesa duduk di kursinya lagi sambil melihat detail pengirim nya .
" Kak Sandy, ini kan nama kak Sandy ya tuhan apa maksud nya memberikan uang sebanyak ini . dan ini kejadiannya setelah kematian Zidan " Seru Raesa Tampa di sadari Raesa meneteskan air mata
Fitri menjadi tambah heran dengan yang terjadi pada Raesa.
" Kakak kenapa malah menangis, sepertinya kakak banyak menyimpan Rahasia ? " Fitri semakin heran dan cemas melihat keadaan Raisa yang menangis.
" Fitri maaf memang selama ini aku tidak pernah menceritakan masa laluku kepadamu karena aku fikir masa laluku terlalu sakit untuk ku ingat, tapi kamu sudah ku anggap sebagai saudaraku sendiri,mungkin dengan Aku bercerita kepadamu Lelah ku, sakit ku, akan hilang yang selama beberapa tahun ini aku pendam sendirian " ujar Raesa sambil menangis, Fitri yang melihatnya menjadi semakin penasaran dengan cerita masa lalu Raesa.
" Mbak maaf jika bercerita bisa membuatmu lega, Ceritakanlah tetapi jika membuatmu terluka, maka jangan Ceritakan, Biarpun aku sangat ingin tahu tentang masa lalumu tapi aku tidak akan memaksamu Mbak, sekarang Mbak Raesa sebaiknya makan ini sudah hampir selesai makan siang kita, Aku tidak mau Mbak Raesa sakit "
" Fitri Terima kasih ya pengertiannya , tapi datanglah ke rumahku nanti malam Insyaallah aku akan ceritakan semuanya, biar kamu tidak penasaran dengan jumlah uang yang begitu banyak itu dan kamu tidak menuduhku dengan hal-hal yang tidak diinginkan maka Datanglah Nanti malam, di sana akan ada ibu dan ayah yang akan menemani untuk menceritakan semua masa lalu ku "
" Mbak makan lah, kita lanjut nanti saja, dan asal Mbak tahu, aku sangat percaya kepada mbak "
" Terimakasih Fitri "
Mereka pun makan bersama,setelah selesai Raesa melanjutkan pekerjaan, begitu juga dengan Fitri.
Di kediaman ibu Nafisah Syaif yang baru datang dari kantor langsung di panggil oleh ibu Nafisah. Syaif pun mengikuti ke ruang kerja ibu Nafisah.
" Syaif duduklah , mama ingin membicarakan hal penting dengan mu " Ujar ibu Nafisah
" Ada apa Ma " Tanya Syaif yang memang sudah bisa di tebak untuk apa Ibu Nafisha memanggil nya .
"Nak kenapa kamu tidak jujur sama mama tentang hubungan mu dengan Fatma ? "
" Maaf ma , Syaif hanya tidak ingin buat mama kecewa "
" Syukurlah jika mama bahagia, Terserah mama kapan mau di langsung kan pernikahan nya "
" Bagaimana jika Nando di terima oleh Kiai Jakfar, dan pernikahan kalian di laksanakan bersama " Ujar ibu Nafisah sambil tersenyum bahagia
" Boleh tapi kita tunggu kabar dari Nando dulu Ma "
" Baik lah terimakasih nak , pergilah temui calon istrimu , katakan jika kalian akan segera menikah "
" Ma jangan bilang terimakasih, semoga mama bahagia selalu "
"Amiin "
Lalu Syaif pergi meninggalkan Ibu Nafisah dan masuk ke dalam kamarnya.
" Mungkin jalan terbaik untuk semuanya, sudah waktu nya aku membahagiakan mama yang sudah banyak bersedih untuk ku " Seru dalam hati Syaif yang merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
" Aku janji Ma akan membahagiakan mu, Apa dengan cara ini aku bisa membahagiakan mama " Seru Syaif lirik.
Di kamar Nanda sedang mendapat telfon dari Azam
" Assalamualaikum "
" Waalaikum salam Kak "
" Bagaimana kabar adik " Tanya Azam tersenyum dengan ucapan Adik
" Adik alhamdulillah sehat kak " Jawab Nanda tersenyum
" Sudah kan berdoa untuk Nando hari ini , karena dia sedang memperjuangkan Cinta nya "
" Mmmmm sudah tadi waktu sholat dhuhr"
" Untuk kita "
" Subhanallah Ustad lebay ya , jika dengan berdiam diri saja di rumah mana bisa mendapat adik , datanglah kerumah jika ingin menghalalkan adik " Ujar Nanda pelan sambil tersenyum dan malu
" Alhamdulillah sudah mendapat kode, Nunggu abah datang, Setelah itu kakak akan pergi melamar adik seorang "
" Yang mau nikah Abah apa Kakak, Apa tidak berani datang sendiri menemui Kakak ku " Tanya Nanda yang membuat Azam tertawa Bahagia
" Jadi sudah terburu buru ya di halal kan "
" Insyaallah Ustad Muhammad Abdullah Khoirul Azam "
" Alhamdulillah ya Allah , nikmat yang mana yang akan engkau dustakan, Karena Allah sudah memudahkan urusan jodoh ku "
" Sudah Pak ustad ku tunggu kepastian mu, Assalamualaikum "
" Waalaikum salam adik "
Telfon ditutup Nanda sangat bahagia mendapat telfon dari Azam laki laki yang di perjuang kan mulai dulu .