KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 154


Dua hari kemudian, Raesa, Sandy, Nanda , Nando dan Fatma juga baby Zidan sudah meninggalkan tanah kelahiran nya, mereka menikmati liburan yang sudah lama tidak berlibur.


Mereka ingin menghilangkan rasa lelah dengan kesibukan yang selama ini di jalani.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 23 jam, akhirnya mereka sampai, Bapak Samuel dan Ibu Vely sudah menunggu di depan pintu kedatangan di bandara Rusia. ....Sandy melambaikan tangannya, bapak Samuel sangat bahagia melihat kedatangan keluarga nya dari indonesia.


"Hello, how are you, dad and mom? "


( Hallo papi bagaimana kabar papi dan mami ? ) Tanya Sandy


" Papi mami is fine, papi and mommy miss you guys"


( Papi mami baik baik saja, papi dan mami rindu kalian )


Ujar Bapak Samuel sambil mengambil Zidan dari Sandy yang sedang tertidur pulas.


" Om, tante Nanda dan Nando rindu om dan tante " Ujar Nando


" Aunty also miss you guys, who is this beautiful girl auntie never met her ? "


( Tante juga rindu kalian , siapa gadis cantik ini tante tidak pernah bertemu dengan nya ). Tanya Ibu Vely


" You know uncle and aunt, this is our adopted sister Fatma " (Kenal kan om dan tante, ini Fatma Adik angkat kita ) Ujar Nanda


" I miss dad and mom " ( aku merindukan papa dan mama ) Ujar Raesa memeluk Ibu Vely


Ibu Vely mencium pipi menantu nya


" I miss you too " ( mama juga merindukan kalian )


Jawab Ibu Vely


" Hei kenapa kita berbincang bincang di sini ? Apa kita tidak mau di bawa ke rumah " Ujar Sandy tertawa


" Hahahah oke oke ayo kita pulang " Ujar Bapak Samuel


Mereka pun pulang bersama, menuju rumah Sandy. Setelah menempuh beberapa menit mereka sampai di rumah Sandy.


Rumah yang begitu megah bak istana kerajaan, Bapak Samuel adalah salah satu orang kaya yang memiliki banyak perusahaan dan yang bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata.


Mereka masuk ke dalam rumah yang terlihat megah, dengan banyak kamar dan taman yang terlihat seperti pulau. Sandy adalah anak tunggal yang lebih memilih menjalankan bisnis restoran yang sederhana, begitu juga kehidupan Sandy yang tidak terlihat anak konglomerat.


Di pintu depan ada dua pelayan yang menyambut nya. Dan di ruang keluarga yang begitu luas ada 5 pelayan yang berdiri menyambut Sandy dan Raesa juga yang lain .


Dirumah itu terdapat 15 pelayan yang mempunyai tugas masing masing.


" This is your home, dear, so I hope where you want to stay here " ( "Ini rumah kamu sayang, Jadi mama berharap kamu mau tinggal di sini menemani mana ) Ujar Ibu Vely dengan mata berkaca kaca.


Ibu Vely merasa tidak punya keluarga karena Sandy memilih menetap di Indonesia. Apalagi di usianya yang sudah tua.


"Mama, God willing, I will often come here to accompany Mama " ( Ma insyaallah aku akan sering kesini menemani mama ) Ujar Raesa sedih yang memang seharusnya menemani Ibu Vely.


Raesa menyadari kehidupan Sandy yang begitu mewah tetapi tidak seberuntung Ibu Nafisah yang masih punya Nanda dan Nando da juga Fatma.


Raesa merasa bersalah atas semua itu.


" Auntie wait for me to finish college, after I finish, sister will be more often with auntie " ( Tante tunggu aku selesai kuliah , setelah aku selesai, kakak akan lebih sering dengan Tante ) Ujar Nando yang merasa Iba dengan keadaan Tante nya.


" Nanda juga menyadari bahwa kita egois menahan kak Raesa di rumah, tapi kita hanya butuh sebentar saja Agar kita bisa melewati ini demi masa depan kami. Kami mohon maaf kepada tante , om, kak Sandy lebih lebih kak Raesa yang sudah tersiksa memikul beban berat ini yang di berikan kepada kak Raesa" Ujar Nanda yang mulai meneteskan air mata, karena Nanda merasa kasihan kepada Raesa yang berjuang mempertahankan perusahaan demi keluarga Nanda.


" Kita kesini buat jalan jalan bukan ingin bersedih, ayolah jangan bahas yang tidak penting " Ujar Bapak Samuel dengan senyuman


" Iya Nanda dan Nando kakak tidak pernah merasa terbebani, sudah kita lupakan saja " Ujar Raesa sambil tersenyum


Mereka pun melupakan kesedihan itu.


"Sekarang kalian kekamar masing masing, Istirahat dulu ya, Nanda kamar mu masih belum om sam pindah tetap yang dulu begitu juga Nando. Sedang Fatma boleh tidur sendirian atau sama Nanda "


" Fatma sama Nanda saja om " ujar Fatma


" Oke lah kalian istirahat dulu , dan Sandy kamar Zidan ada di sebelah kamar mu semua papi sudah siap kan "


" Baik lah papi kita istirahat dulu "


Lalu mereka istirahat ke kamar masing masing.


Sandy membawa Raesa kekamar nya , sedang Zidan bersama Ibu Vely dan pelayan pribadi ibu Vely menuju kamar zidan yang sudah banyak mainan yang sangat di suka anak anak.


Di kamar Sandy, Raesa melihat semua keindahan kamar Sandy. Kamar itu lebih besar dari pada kamar yang di tempati Raesa dan Sandy di rumah Ibu Nafisah.


Kamar itu lengkap dengan tempat ganti baju di ruangan lain. Terdapat lemari panjang yang entah berapa banyak baju Sandy di dalam nya. Dan terdapat musholla kecil yang cukup untuk 4 orang saja. Sedang di pojok kamar itu terdapat kursi sofa yang menghadap ke taman yang begitu indah di teras kamar Sandy.


" Subhanallah Abi kamar mu terlalu mewah " Ujar Raesa yang merasa malu dengan kehidupan Sandy yang melebihi kehidupan Syaif


" Ini semua milik mu sayang, coba buka lemari di ruangan itu " Ujar Sandy sambil memeluk Istrinya dan mencium kening nya


" Ada apa lagi Bi " Tanya Raesa mengikuti Sandy ke kamar ganti baju.


" Bukanlah lemari itu " Ujar Sandy