
Seminggu sudah berlalu pernikahan raesa dan sandy sudah tinggal 5 hari lagi. azam yang menyiapkan semua sudah sibuk kesana kemari mengurus keperluan pernikahan itu dari hadiah yang akan di bagikan ke santri sampai bagian pesanan makan. semua sudah di selesaikan oleh azam.
Karena yang di minta mengurus azam maka untuk santri perempuan nanda yang akan mengurus . Azam pergi ke sekolah di mana nanda sedang bersantai dengan teman teman nya karena aku sudah selesai ujian akhir , semua siswa masuk sekolah tetapi tidak ada pembelajaran.
" assalamualaikum nan"
" wa alaikum salam ustad"
" bisa bicara sebentar, mengenai persiapan kak raesa"
" baik ustad"
Lalu nanda mengikuti azam ke kelas . sedang kan fatma menunggu di taman sekolah.
" silahkan duduk "
" iya ustad "
nanda duduk di kursi murid sedang azam duduk menjauh di kursi guru
" untuk sovenir yang mau di bagikan ke anak putri kamu pesan apa?"
" belum ustad, saya kira semua ustad yang urus"
" tidak apa kalau aku yang urus. Tapi mau beli apa?"
" bagaimana kalau mukenah . Biar bisa di pakai untuk sholat"
" boleh juga "
"mau beli berapa pcs? "
" santri yang aktif sekarang ada 700 san"
" yang mau bungkus siapa? " tanya azam
" beli bungkus kado yang sudah siap tampa harus kita melipat nya. "
" yang seperti tas kertas kan?"
" iya benar ustad" jawab nanda
Pernikahan sederhana tetap berbagi banyak manfaat itu yang ingin sandy lakukan di hari pernikahan nya membelika pakaian untuk semua santri.
" ini ustad pakai ATM ku" ujar nanda menyodorkan ATM milik nya
" ah saya tidak mau itu rahasia pemilik nya kenapa harus aku yang ambil uang itu dari ATM atau transfer ke penjual" ujar azam merasa tak pantas dan tidak sopan
" pin nya 223495 , lakukan jika aku yang mintak " ujar nanda lagi
" baik lah . Maaf ya " azam merasa tidak enak
" tidak apa apa kak" jawab nanda yang tampa sengaja memanggil kakak
Azam tersenyum dengan panggilan kakak nya .
" terimakasih kakak selesai kan dulu ya pesanannya. Biar cepat selesai dan kakak bisa istirahat "
" aku yang terimakasih kak sudah mau mengurus ini semua "
" ya sudah kakak berangkat assalamualaikum "
" wa'alaikum salam "
Azam pun pergi meninggalkan nanda . dan azam menuju parkir dan mengendarai motor pesantren. sesampainya di toko baju grosir azam memesan mukenah sebanyak 700 pcs dan membayar nya dengan debit milik nanda. Azam merasa nanda sudah terlalu percaya pada azam dan membuat azam tidak enak hati.
" nanti tolong kirim ke pesantren an najah ya pak"
" baik nak" jawab pemilik toko
" sepertinya kalau langsung sekarang tidak bisa nak . kalau besok bisa kita kirim. saya mau pesankan dulu barang nya"
" iya tidak apa apa bapak"
" baik lah terimakasih kepercayaan nya"
azam meninggalkan toko baju. lalu masuk ke ATM Dan mengambil uang 2 juta untuk pembelian tas kertas untuk tempat sovenir nya
Azam terkejut dan merasa sulit menelan ludah. Melihat saldo di ATM nanda yang begitu banyak. 890.000.000 azam hanya berfikir nanda yang kaya raya itu tidak sombong dengan apa yang dimiliki. Di pesantren nanda memilih menjadi santri yang tidak manja dan menggunakan uangnya sedikit sekali. hanya untuk makan saja. itupun makanan yang seharga 15 ribu satu porsi