Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
99. Pengejaran kelompok Lonceng Suci


Slaaassh...!


Yuang Fengying tetap mengayunkan tangan nya.


Sebuah lesatan cahaya putih dengan kilatan cahaya petir menerjang sisa para perompak tersebut dengan ganas.


Craaass...


Craaass....


Satu persatu orang orang itu terbelah badannya dan percikan darah ada di mana mana.


"Setidaknya aku mengurangi jumlah penjahat di muka bumi ini..!."


Plakat kelompok bersinar sesaat , hanya merekam apa yang di lakukan Yuang Fengying saat membantai para perampok tersebut, namun tak memperlihatkan keseluruhan peristiwa yang terjadi.


Kini di tempat itu hanya tersisa mayat mayat yang bergelimpangan, serta beberapa orang yang tengah terluka parah.


"Aku tak akan bertindak kejam jika kalian tak begini," kata Yuang Fengying sambil mengibaskan lengan bajunya seperti menghilangkan kotoran debu yang menempel dari nya.


**


Yuang Fengying kembali ke pusat stasiun portal dimensi pemindah, dari sana dia berniat mencari tahu dimana letak armada darat berada.


Seorang pria usia tiga puluhan yang menjebaknya terlihat di sana dengan wajah acuh tak acuh, tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Mungkin menurutnya saat ini Yuang Fengying sudah miskin, hartanya pasti sudah terkuras kelompok begal pengacau.


"Dimana letak pusat armada darat menuju kota Yinying?." tanya Yuang Fengying kepada pria tua yang biasa membantu membawakan barang barang (kuli angkut).


"Oh, ada di sana....." lalu pria tua itu memberikan arah yang benar kepada Yuang Fengying.


Yuang Fengying mengambil koin emas dan memberikan kepada pria tua itu di depan pria muda, sambil mengucapkan terima kasih.


Pria muda usia tiga puluhan ternganga tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Apa..!, anak itu masih memiliki harta?."


Tak habis pikir, biasanya kelompok Tikus Tanah tak akan menyisakan apapun pada korban nya meski hanya satu biji koin perunggu pun.


Yuang Fengying dengan sengaja berjalan pelan menuju arah yang di tunjukkan pria tua, sedikit jauh pria muda usia tiga puluhan mengikuti dengan menjaga jarak.


Weeeng....


Yuang Fengying tiba tiba bergerak begitu cepat dan sudah berdiri di dekat pria muda itu, " Kau harus di beri pelajaran..!."


Pria muda itu terkejut dengan kemampuan Yuang Fengying, badannya gemetaran dengan punggung basah oleh keringat.


"A..apa yang terjadi?."


"Kelompok perampok itu sudah aku habisi, jika kau mau menyusul mereka akan aku kabulkan..!." ancam Yuang Fengying dengan tegas, membuat pria muda itu makin gemetaran dan menjatuhkan diri berlutut minta pengampunan.


"Jika kau benar benar menyesal dan mau kembali kejalan kebaikan aku bisa mengampuni nyawamu."


"Baik tuan muda."


"Aku bisa dengan mudah menemukanmu jika kau berbohong.."


Pria itu menggeleng tetap berlutut memohon pengampunan.


"Kau bisa menjadi saksi atas peristiwa ini jika di perlukan."


Pria itu mengangguk sambil tetap berlutut dengan menunduk.


Plaaakk...!


Yuang Fengying menendang pria muda itu sebagai pengajaran dan meninggalkan tempat tersebut dengan cepat.


**


Sebuah pusat plakat di wilayah perguruan Lonceng Suci bergetar dan berpendar, petugas disana bisa melihat kilasan peristiwa sesaat dari benda itu.


"Apa..!, siapa yang begitu berani membantai anggota kita?."


Kegaduhan terjadi di dalam salah satu kelompok terhebat di kota Hua.


Seorang tetua dengan baju keagamaan berkepala botak langsung memerintahkan pengejaran terhadap pelaku pembunuh.


"Jangan biarkan pembunuh pencerah keagamaan, berkeliaran bebas dengan kejahatan nya."


Lima sosok pria paruh baya mengangguk mendengar perkataan tetua tersebut, kemudian melesat meninggalkan tempat itu.


Perguruan Lonceng Suci tampak murka dengan terbunuhnya beberapa anggota nya.


*


Di sebuah ruangan di salah satu tempat di perguruan Lonceng Suci tampak pria tua yang menatap perguruan nya dengan tatapan muram.


"Sungguh tak ku sangka akan seperti ini akhirnya.''


Pria itu terlihat memegang biji tasbih sebesar bola bekel yang di jadikan kalung olehnya, berbicara lirih seperti menggumamkan sesuatu.


"Aku harus melakukan sesuatu, tak bisa terus seperti ini."


"Jika memang aku di anggap penghianat, itu lebih baik daripada aku menjadi bagian dari 'Kegelapan'.


Pria tua itu melangkah keluar dengan perlahan, namun demikian gerakannya sangat cepat meski terlihat lambat.


**


Dua ekor kuda dengan sayap api tengah bersiap menarik gerbong yang berisi beberapa orang di dalamnya, itu bukan kuda biasa, bahkan kekuatan nya sepuluh kali dari kuda terkuat biasa.


Tubuhnya sangat besar, dengan otot otot kuat di seluruh tubuhnya.


Armada darat itu tengah bersiap akan menuju ke kota Yinying, hanya tinggal menunggu beberapa penumpang saja untuk penuh dan berangkat.


Armada darat itu mampu menampung hingga dua puluhan orang.


Yuang Fengying sudah masuk di gerbong tersebut, menuju tempat duduknya, dengan jalur darat akan butuh waktu sehari semalam untuk tiba di kota Yinying, jalur darat memang lebih lama, untuk itu dia akan menggunakan waktu tersebut untuk berlatih dengan meditasi.


Begitu sudah duduk Yuang Fengying langsung menutup matanya, meninggalkan sedikit kesadarannya di luar untuk memantau hal hal yang tak di inginkan nya.


Anak itu sudah tenggelam dalam meditasi, dengan melakukan itu jiwa nya menjadi lebih kuat, pemahaman pemahaman tentang apa yang di pelajari juga makin memadat dan kokoh.


Waktu berlalu begitu cepat setengah hari telah terlewati, kini rombongan Kereta kuda yang menarik satu gerbong besar itu tengah istirahat di sebuah kota kecil, kota penghubung antar beberapa kota.


"Kita istirahat sebentar di kota Langit Biru." seru seorang awak kereta memberikan pengumuman.


Menggunakan jalur darat memang sangat lambat di bandingkan jalur udara, apalagi dengan portal dimensi pemindah tak bisa di banding kan sama sekali.


Meski binatang yang di gunakan termasuk jenis yang hebat, namun tetaplah butuh istirahat.


Walaupun jalur darat di rasa sangat lama namun terkadang terasa lebih menyenangkan seperti melihat langsung alam sekitar, tapi itu juga selera masing masing orang, yang jelas jalur darat lebih murah biaya nya.


"Kita beristirahat selama satu pembakaran dupa disini (satu jam)." kata awak kereta lagi.


Kota Langit Biru setingkat dengan kota Yinying, setingkat kota kabupaten, dan itu sudah lumayan ramai, banyak orang yang lalu lalang di sana.


Diantara banyak orang itu terlihat lima orang dengan pakaian keagamaan tertentu dan berkepala botak.


Kelima orang tersebut nampak tak seperti pencerah keagamaan yang biasa berwajah sejuk dan menenangkan, tapi mereka sangat garang meski memakai pakaian itu.


"Awasi semua kereta yang beristirahat di sini, begitu orang yang kita curigai terlihat langsung serang jangan ada keraguan lagi, itu perintah pimpinan." tampak salah satu pria yang menggunakan tongkat timah dengan beberapa cincin di ujung atasnya, berbicara kepada yang lainnya.


Terlihat orang orang itu memiliki ranah kultivasi lumayan tinggi, paling rendah berada di ranah Bumi sejati awal.


Keempat orang pria botak itu mengangguk, matanya berkeliaran menatap kereta kereta yang menghampiri tempat tersebut.


Seperti elang mengawasi mangsanya mereka tak sedikit pun melepas pandanganya pada tiap-tiap kereta yang beristirahat.


____________


Jangan lupa dukungannya....