Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
153. Terjebak Dalam Pertarungan


Kekuatan 'Aliansi Penyerang' sungguh di luar jangkauan Yuang Fengying, meski sangat marah karena tak mampu membantu orang yang tertindas, daya pikir dan penalaran remaja tersebut masih berfungsi normal.


Dengan kekuatan saat ini akan sia sia jika melawan langsung kekuatan yang di luar kemampuannya.


Aliansi Penyerang benar benar tengah membangun kekuatannya di benua Tanah Tengah, hingga sampai saat ini belum ada yang bergerak untuk menghentikannya.


Pihak istana Bintang juga tak melakukan apapun karena Aliansi Penyerang bahkan sudah memberikan sejumlah harta benda yang melimpah di kerajaan tersebut.


Bahkan konon jauh hari sebelum semua itu terjadi, pihak Aliansi Penyerang sudah menanamkan orang orang nya di istana tersebut.


Salah satu yang terlihat jelas adalah pangeran ke-Tiga, saat ini menurut kabar yang berhembus pangeran ke-Tiga memiliki kultivasi yang paling tinggi dan paling kuat, karena pangeran ke-Tiga memiliki master yang berasal dari anggota Aliansi Penyerang.


Rombongan Yuang Fengying dan tetua Luang Yiang makin mendekati kawasan wilayah Lembah Tiga Puncak, mungkin hanya sekitar lima kilometer lagi rombongan itu sampai di sana.


WEEENG...


Tiba tiba...


Aura yang sangat kuat menyebar hingga wilayah tersebut, aura yang di penuhi dengan kematian dan kegelapan itu menyebar hingga sejauh itu.


Wajahnya Luang Yiang sedikit memucat, begitu juga dengan Yuang Fengying, mereka tahu apa penyebab semua itu.


"Jangan jangan Lembah Tiga Puncak juga tengah di serang!." Luang Yiang berkata sedikit gelisah, menatap ke arah Yuang Fengying dan yang lainnya.


"Jika memang demikian, harapan kita untuk mencari perlindungan akan sia sia." salah satu murid senior menjawab perkataan sang tetua.


Kini semua terlihat muram dan tak bersemangat, susah susah menempuh perjalanan sejauh ini karena berharap bisa berlindung dan meningkatkan kekuatan, tapi apa itu bisa terlaksana jika tempat yang di tuju juga sudah di hancur kan.


"Semuanya harap tenang, kita belum melihat apa yang terjadi." Yuang Fengying menenangkan yang lainnya. "Bisa saja Lembah Tiga Puncak mampu mengatasi penyerangan, tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti."


"Benar juga apa katamu Fengying." tetua Luang Yiang tersenyum tipis sedikit berharap.


"Kita tetap kesana melanjutkan perjalanan dan melihat sesungguhnya yang terjadi."


Rombongan itu tetap bergerak mendekat ke arah Lembah Tiga Puncak.


**


Di Lembah Tiga Puncak terlihat peperangan tengah terjadi.


Kelompok Lembah Tiga Puncak yang memakai atribut tertentu terlihat tengah saling serang dengan pasukan orang orang yang terdiri dari beberapa kelompok, mereka jelas adalah anggota Aliansi Penyerang.


Dari pertarungan itu terlihat jika kelompok Lembah Tiga Puncak mampu meladeni serangan para penyerang nya.


Lembah Tiga Puncak memang berisi orang orang hebat, sebuah kelompok yang termasuk dalam sepuluh besar kekuatan hebat di istana Bintang, dan itu memang cukup mumpuni.


"Hancurkan para penyerang, jangan sampai mereka mengalahkan kita..!," salah satu pria tua berbaju putih dengan gambar simbol lembah tiga puncak memberikan perintah kepada yang lainnya.


Setelah memberikan perintah pria tua berbaju putih itu melesat mencari lawan yang sekira sebanding dengan nya.


Di ujung yang lain terlihat pria besar dengan baju jubah abu abu terlihat menyerang anggota Lembah Tiga Puncak, "Ayo siapa mau mati mendekat lah..!," teriaknya dengan sangat arogan.


Pria besar berbaju jubah abu abu terlihat mengayunkan tangannya, dari lengannya itu melesat cahaya dengan gelombang kekuatan yang berwarna putih keruh dan menyebar ke segala arah.


Setiap lesatan serangan sinar putih keruh itu membuat alam berderak dan mampu memotong apapun di sekitarnya.


"Kibasan Cahaya Petir..!."


Orang orang yang merasa mengenali jurus tersebut mulai berhamburan menghindar.


Kibasan Cahaya Petir adalah jurus andalan dari seorang tetua yang berkongsi dengan aliansi penyerang, tetua itu bernama tuan Zhang.


Selama ini tuan Zhang memang di ketahui tengah berlatih dan berkultivasi semenjak kekalahan nya itu, dan saat inilah dia kembali menampakkan dirinya, jadi pria paruh baya ini sangat percaya diri dengan kekuatan barunya.


"Aku lawan mu..!." Pria tua berbaju putih dari kelompok Lembah Tiga Puncak mulai mendekati tuan Zhang.


Begitu pria tua berbaju putih mendekat, aura petir yang tadi mencekam perlahan lahan melemah.


"Ha..ha... akhirnya kau muncul juga..!," tuan Zhang mencibir pria tua berbaju putih.


Nampak nya kedua orang tersebut sudah saling mengenal.


"Kau makin kuat Zhang..!," pria tua berbaju putih memuji calon lawan nya tersebut.


Tuan Zhang tersenyum miring, "Semenjak pertarungan kita dahulu aku memang menempa diriku untuk kembali bertarung dengan mu."


Pria tua berbaju putih tertawa masam, "Jadi kau sengaja berkongsi dengan pihak luar agar bisa menekan ku?."


"Tepat sekali..!, dengan kelompok yang baru, aku tak takut lagi dengan kelompok mu ini..ha..ha.."


Kedua orang itu kini sudah berhadapan, mereka melayang di udara dengan jarak beberapa ratus meter saling menatap tajam.


Alam seperti terpisah dari sekitar nya, saat dua orang itu melepas domain kekuatan nya, sepanjang beberapa kilometer dari lokasi keduanya kini terlihat bergolak dengan aura yang saling menerjang.


"Sungguh pertarungan tingkat tinggi." orang orang yang mampu melihat kedua orang itu di angkasa, berdecak kagum namun juga gemetaran.


Untung saja keduanya langsung memisahkan diri dan menjauh untuk menciptakan medan pertarungan nya.


Aura dari medan pertarungan itulah yang menyebar dan bisa di rasakan oleh orang orang yang berjarak beberapa kilometer dari wilayah tersebut.


**


Rombongan Yuang Fengying tiba di Lembah Tiga Puncak saat keadaan makin kacau balau.


Ledakan ledakan kekuatan yang mampu meratakan gunung terasa menyebar hingga sangat jauh.


Ledakan kekuatan yang menyebar itu bukan hanya dari satu pertarungan, namun juga ada lebih dari empat lokasi.


Selain pertarungan pria tua berbaju putih melawan tuan Zhang, ada tiga pertarungan lagi yang tak kalah dahsyat nya dengan pertarungan dua orang itu.


Hal inilah yang membuat lembah tiga puncak terlihat hancur lebur.


"Celaka..!, kita terjebak masuk ke wilayah pertarungan.." tetua Luang Yiang mulai menyadari jika kini rombongannya terjebak di antara empat arena pertarungan yang mematikan.


Mayat mayat kini makin banyak terlihat bergelimpangan, ada yang utuh namun banyak juga yang tercerai berai.


JREEENG.. JREEENG...


Udara di mana rombongan Yuang Fengying berada mulai meledak ledak, kekuatan yang di lepaskan oleh orang orang yang berada di tingkatan atas itu sungguh menakutkan.


Beberapa orang sudah bertumbangan, bahkan beberapa orang langsung mati di tempat.


"Dasar sial..!." Yuang Fengying mengumpat kesal, saat ini tetua Luang Yiang sudah ambruk di tanah.


"Seribu Perisai..!!." Yuang Fengying mengangkat tangan nya menciptakan perisai dari semua unsur elemen yang dimiliki.


_____________


Jangan lupa dukungannya