
Anak kembar dengan baju putih meloncat ke arah Yuang Fengying, jari jari tangannya di rentang kan menyemburkan api yang berkobar muncul dari sela sela jari tersebut.
'Api Kehancuran' adalah jurus yang legendaris dari keluarga Ming.
Semakin kuat kultivasi pengguna jurus ini jelas kehancuran nya makin mengerikan.
Bahkan di tingkat puncaknya jurus ini bisa membentuk cincin api yang akan mampu merusak apapun, itulah jurus 'Cincin Api Kesengsaraan'.
Sebuah jurus yang menurut legenda berasal dari Dewa Kuno, Dewa Kesengsaraan.
Api yang sang sangat kuat dan mampu membakar apapun, nyala nya tak pernah padam.
Wwooss...
Api itu menyembur ke arah Yuang Fengying.
"Mati anak itu."
"Sungguh kasihan, anak tersebut jadi korban dari keganasan keluarga Ming."
Bahkan Tuan Ying Ke-delapan belas wajahnya sangat muram, apakah pilihannya salah?, meminta anak tersebut mewakili keluarga Ying cabang, karena jika anak tersebut celaka maka dirinya yang di persalahkan, anak itu satu satunya harapan menolong Patriark keluarga Ying.
"Srrak..!."
Sebuah tirai logam transparan langsung tercipta ketika tangan Yuang Fengying di gerakkan.
Api yang semula terlihat ganas dan berkobar kobar langsung berbalik pada saat menerpa perisai tersebut.
"Apa anak itu mampu meredam serangan si kembar..!," seru Ming Yuansa.
Tak hanya Ming Yuansa yang terkejut, hampir seisi ruangan itu juga terkejut.
"He..he... anak surga," Master Seribu Ketrampilan tersenyum dan bergumam.
Ying Xue Yu juga makin kagum dengan kemampuan Yuang Fengying.
Kembar baju putih terbelalak, seranganya dengan mudah di patahkan.
Pemuda 17 tahun itu melenting ke belakang, badannya bergetar mengeluarkan unsur api yang lebih kuat lagi, melihat kekuatan kendali apinya nampak nya tingkat 'Kuasa' atas unsur elemen baju putih berada di tingkatan Kuasa Pengendali pertengahan.
Yuang Fengying tertawa, merasa lawan sangat arogan padahal tingkatan Kuasa atas unsur masih jauh di bawahnya yang berada di tingkatan Kuasa 'Penguasa' pertengahan.
"Api Kehancuran..!." teriak Kembar baju putih, kembali melesat maju menghantam kan serangannya.
Gelombang Api terdengar menderu dan bergemuruh saat menghampiri Yuang Fengying.
Yuang Fengying hanya mengangkat tangan kirinya, menahan serangan tersebut langsung dengan tangannya.
"Apa anak itu sudah gila, menahan langsung serangan unsur api dengan tangan nya?, meskipun tadi dia ber-unsur elemen logam?."
Bagi pengguna unsur logam yang kuat sekalipun sangat jarang ada yang berani menahan serangan lawan dengan tangan nya, jika memang tak memiliki unsur lain yang sama.
BLAANG..
Hantaman itu telak mengenai sasaran.
Si kembar baju putih sepersekian detik terlihat mau tersenyum, namun tiba tiba wajah langsung berubah.
"Apa..!?!?..", kuatnya hantaman itu langsung pudar, seperti batu di lempar ke dalam sungai, langsung hilang tertelan begitu saja.
Panas Api yang berkobar kobar tadi langsung hilang lenyap, terserap masuk ke dalam badan Yuang Fengying karena sesungguhnya kekuatan Kuasa api Yuang Fengying lebih tinggi.
"Pergi..!!." Yuang Fengying berteriak dan menghentakkan tangan nya melempar si kembar baju putih hingga beberapa meter.
"Aarggh..!." si kembar baju putih berteriak pilu sebelum akhirnya terdiam, pingsan.
"Hah..?, anak itu memenangkan pertarungan ini?." para penonton seakan tak percaya dengan apa yang terjadi.
Dua keluarga langsung bereaksi, jika keluarga Ying terlihat cerah wajahnya, tidak demikian dengan keluarga Ming, mereka langsung terlihat muram.
Kini partai terakhir dari lima partai, ada Ming qin chen gadis 16 tahun dengan kultivasi yang cukup hebat, dia berada di ranah Awal Tinggi 1, melawan Ying Yin pemuda 18 tahun dengan kultivasi di ranah Menengah 9.
(Tingkatan kultivasi Dasar, Menengah, Awal Tinggi, Bumi Dasar, Bumi Jiwa, Bumi Sejati, Raja Bumi dan Kuasa Sejati, tiap tiap tingkatan ada 9 level)
Namun meski demikian, Ying Yin tak terlihat takut, begitu juga dengan Ming qin chen meski lebih muda namun kultivasi nya lebih tinggi, jadi dia juga tidak gentar.
"Ayo kita mulai nona Qin Chen." Ying Yin berseru dan mulai mengaktifkan unsur elemen Air-Es nya.
Tak berbeda dengan Keluarga Ming yang kebanyakan berunsur elemen api, keluarga Ying berunsur elemen Air-Es.
"Baiklah, rasakan serangan ku..!." Ming Qin Chen langsung meloncat kearah Ying Yin.
Gelombang Api langsung menyeruak menerjang kearah pemuda di depannya.
Ying Yin langsung menggetarkan kedua lengannya, meningkat kan kekuatan unsur elemen Air-Es nya.
Alam langsung bereaksi, secara cepat langsung tercipta kabut di depan Ying Yin, makin lama makin padat dan membentuk perisai.
"Pecah..!."
Ming Qin Chen berteriak saat tinju tangan yang terlihat lembut itu menerjang.
BYAAR..!
Perisai itu langsung terbelah oleh kekuatan hantaman Ming Qin Chen, namun dengan cepat Ying Yin meloncat menghindar.
Nampaknya selain memiliki unsur elemen Air-Es, Pemuda itu juga memiliki kuasa atas unsur elemen angin, jadi gerakan nya sangat cepat.
"He..he..tak mudah bukan mengalahkan ku." sedikit arogan Ying Yin berseru saat menghindar.
"Jangan senang dulu..!," sahut Ming Qin Chen, gadis muda itu langsung mengedarkan Aura Kekuatan menekan dengan kekuatan Awal Tinggi yang di miliki nya.
"Ugh..!," Ying Yin, sedikit tersedak, gerakan nya langsung melambat.
"Api Kehancuran...!." Ming Qin Chen langsung melempar tangannya, menciptakan gelombang api yang menerjang kembali ke arah pemuda itu.
DEEERR..!!
"Arggh..!," Ying Yin terseret ke belakang, terhantam serangan gelombang kekuatan panas.
Namun sebelum serangan itu mengenai tubuh nya, dia juga menghantam kan serangannya ke badan lawan, dan serangan itu juga mengenai Ming Qin Chen.
"Aah." gadis itu juga berteriak namun serangan itu tak terlalu fatal baginya.
Ying Yin terbakar bagian dadanya, sedangkan Ming Qin Chen hanya sedikit terluka bagian lengan kirinya, keduanya kini sudah kembali berhadapan.
Namun Aura Kekuatan yang di pancarkan dari kekuatan Awal Tinggi Ming Qin Chen cukup menekan Ying Yin.
"Api Kehancuran..!.'' teriak Ming Qin Chen kembali menerjang pemuda tersebut.
Kini Aura Kekuatan yang bercampur dengan gelombang api menyembur ke arah Ying Yin, pemuda tersebut kini tak lagi mampu bergerak bebas, satu satunya jalan adalah menangkis serangan tersebut dengan segala resikonya.
"Gelombang Pemusnah..!." Ying Yin berteriak dan mengadu serangan.
DUAAR...!
Tubuh Ying Yin terlempar sedangkan Ming Qin Chen terdorong beberapa langkah kebelakang.
Pertarungan itu di menangkan oleh keluarga Ming.
Wajah Ming Yuansa langsung berbinar, di pihaknya kini ada tiga orang yang memenangkan pertarungan sedangkan lawannya hanya dua orang saja, itupun ranahnya jauh di bawah generasi muda keluarga Ming.
Ming Tse hutian, Pemuda kembar yang berbaju hitam dan Ming Qin Chen duduk di tempat tertentu, mereka tengah bersiap untuk pertarungan berikutnya.
Sedangkan Yuang Fengying dan Ying Sen Pii juga duduk di sisi berbeda, juga bersiap untuk pertarungan selanjutnya.
___________
Jangan lupa dukungannya...