Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
225.?


Kembali Wen Cen mengatur posisi kelompok nya yang berhamburan terlempar oleh gelombang kejut benturan serangan kuat tadi.


"Kembali ke posisi kalian masing masing..!."


Meski dengan gemetaran, orang orang itu mulai memasang kuda kudanya dan kembali ke tempat di mana tadi berada.


"Ugh, serangan yang mengerikan."


"Ya, dua serangan yang sungguh menakutkan," balas temanya, berkaca pada dua kekuatan yang bertabrakan barusan.


"Beruntung aku sudah mengirim pesan tadi kepada kelompok lain jika buruan kita ada di sini."


"Maksudnya kelompok lain sedang bergerak kemari?."


"Benar."


Di antara orang orang itu masih sempat berceloteh meski ketakutan terlihat jelas di wajah nya.


Ya, mereka berharap bala bantuan akan segera datang, apalagi menyadari jika lawannya sungguh sangat kuat, bahkan serangan Patriark nya saja mampu di tahan tanpa bergeser dari tempatnya berdiri.


"Sungguh kekuatan yang hebat, berandalan seperti mu mampu mengimbangi pukulan ku..!." Wen Cen sudah kembali bersiap setelah tadi sempat goyah, dan kini mulai menambah kekuatannya.


Sesungguhnya ada rasa bergetar, dan sedikit ketakutan di hati nya, namun untuk menunjukan nyali nya tidak lemah kepada para bawahannya, pria itu tetap berlaku sombong sambil mengulur waktu dan mencoba menunggu kelompok lain berdatangan.


"Oho..itu belum seberapa jika kau tahu," dengan percaya diri Yuang Fengying menyahut.


Bagaimana pun remaja itu masih sangat muda, tak menyadari jika lawannya mengajak bersilat lidah karena ingin mengulur waktu menunggu rekan nya dan juga mencegah remaja itu kabur.


Wen Cen berdecak sambil terus mengaktifkan unsur angin nya mendengar perkataan remaja tersebut.


Saat ini Wen Cen sudah kembali meningkat kan kekuatan unsur elemen nya, tubuh nya di selimuti udara yang berputar melingkupi nya.


Udara yang berputar hebat di sekitarnya itu seakan menyedot kekuatan alam untuk ke dalam tubuh pria tua itu.


Kuat nya putaran angin itu hingga membentuk jalinan putih yang menjulang dan terhubung ke awan di angkasa.


"Kekuatan yang di tampilkan Patriark paviliun Badai Abadi sungguh mengerikan."


"Ya, aku yakin sekarang berandalan itu mulai gemetaran ketakutan pasti nya."


Melihat pria tua itu benar benar mengeluarkan kekuatan terbaiknya, Yuang Fengying pun langsung meningkat kan 'Kuasa' atas elemen angin nya.


Saat ini angin juga berputar di tubuh remaja tersebut, kekuatan langit dan bumi juga mulai beralih dari yang semula membanjiri pria tua itu kini tersedot ke arah Yuang Fengying, namun putaran itu tak terlihat besar menjulang tinggi dan menimbulkan pilinan angin ke angkasa seperti badai Wen Cen, tapi sesungguhnya apa yang di lakukan Yuang Fengying adalah memadatkan esensi kekuatan angin tersebut menjadi sangat padat.


"Gelombang Badai Menghantam - Sapuan Dewa Angin..!." Wen Cen berteriak dan mengayunkan kedua tangannya kedepan, bersama itu gelombang kekuatan yang semula berputar dan menjulang tinggi ke awan, kini berganti arah melesat ke arah remaja yang menjadi lawannya.


Sungguh serangan yang memiliki daya hancur yang mengerikan, bahkan beberapa pepohonan yang ada di antara keduanya ikut tercerabut se-akar akar nya.


menyambut serangan yang mengerikan itu Yuang Fengying sedikit membungkuk kan badannya, angin yang berputar padat di tubuhnya mulai membentuk cincin cincin yang bermuara di lengannya, lalu mengalir makin ke ujung jarinya membentuk seperti sinar yang terlihat putih.


Sesungguhnya sinar yang terlihat putih itu adalah esensi angin yang berputar sangat cepat dan terpadat kan menjadi hanya selarik cahaya.


"Tarian Naga Foniks - Langkah pertama..!." seru remaja itu sambil menghantamkan pukulannya.


Jurus ini bisa di implementasikan dengan senjata maupun tangan kosong.


SLAAASS..


Selarik sinar yang terlihat begitu kecil jika di bandingkan dengan gelombang kekuatan Wen Cen melesat menyongsong serangan pria tua itu.


Wen Cen yang semula menatap Yuang Fengying seperti menatap seonggok mayat kini mulai tercekat saat merasakan aura dari serangan lawan nya itu.


zzzzZZZZZZZZzzzz...


Selarik cahaya yang terlihat kecil itu ternyata mampu menembus dan membelah gelombang kekuatan Wen Cen yang mampu menghancurkan apapun itu, bahkan akibat dari selarik cahaya itu serangan Wen Cen terbelah melewati tubuh Yuang Fengying dan menghancurkan apa yang ada di sekitarnya.


Selarik cahaya itu bablas menghantam tubuh Wen Cen, pria tua yang menjadi Patriark paviliun Badai Abadi dan sudah berusia ratusan tahun itu tersentak saat Lesatan serangan itu menghantam nya.


"Aaargh...!."


Pria itu menjerit saat selarik cahaya itu menembus tubuhnya, pria dengan ranah kultivasi Kuasa Sejati itu terlempar bergulingan menabrak pepohonan dan menumbangkan puluhan pohon itu.


Meski tubuh kultivator Kuasa Sejati sangat kuat, tapi terkena lesatan serangan Yuang Fengying yang hanya seperempat kekuatan nya itu tetap tertembus dan terlempar beberapa ratus meter.


Melihat pemimpin nya terlempar akibat serangan lawan, membuat bawahan Wen Cen ketakutan dan mulai melarikan diri, membubarkan diri namun itu tak di biarkan Yuang Fengying.


Remaja itu menghantam tanah, mengaktifkan Kuasa atas unsur elemen tanah tersebut, membuat tanah itu bergelombang bagaikan air yang bergolak dan riak tanah itu menghantam orang orang itu.


BAAM....


Para bawahan Wen Cen terlempar beberapa meter, terkena ledakan kekuatan Yuang Fengying yang menjalar di tanah itu, sungguh kemampuan yang mengerikan.


Satu kelompok yang terdiri dari tiga puluh orang itu langsung terluka parah termasuk Wen Cen, hanya dalam beberapa serangan Yuang Fengying.


"Ciih..sampah..!." Yuang Fengying kembali melambaikan tangannya, dan gelombang angin langsung menyapu semua orang itu.


Saat itulah beberapa bayangan melesat ke arah itu dan kembali mengepung tempat tersebut.


"Berandalan keparaat..!."


"Dasar Bajingan..!."


Orang orang itu langsung mengumpat dan melakukan serangan kepada Yuang Fengying.


SLAAASSH..


SLAAASSH..


Lesatan energi dalam berbagai unsur elemen langsung berdatangan menghampiri remaja tersebut dengan kekuatan yang sungguh mengerikan.


__________


Jangan lupa dukungannya...