Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
64. Bertemu Lawan


Yuang Fengying kembali dari perburuan nya, setelah di perkirakan cukup membawa inti jiwa binatang anak itu kembali ke kota Yinying.


Sepuluh inti jiwa binatang beserta dagingnya di rasa sudah cukup, dan dia bisa menganggur selama beberapa bulan karena target nya hanya satu inti jiwa binatang tingkat Raja dalam sepekan.


Anak itu segera menuju ke toko Pundi Emas untuk menyerahkan barang buruannya, agar bisa di lelang pada pelelangan berikut nya.


Memang untuk kali ini dari semua barang yang di lelang tersebut Yuang Fengying hanya mendapatkan 75 persen saja, tapi dalam satu bulannya dia masih mendapatkan penghasilan 5 persen dari seluruh pendapatan toko Pundi Emas, dan ada diskon jika berbelanja di sana.


Saat ini Yuang Fengying sudah berada di depan toko Pundi Emas, di lihatnya di depan toko tersebut tiga orang yang juga berkepentingan di tempat tersebut.


Aura dari ketiga orang tersebut terasa sangat luar biasa, meski mereka berusaha untuk menutupinya, namun Yuang Fengying mampu menangkap semua itu.


Yuang Fengying hanya mengangguk sejenak kepada ke-tiga nya karena mereka terus menatap nya.


Dengan tanpa menghiraukan reaksi ketiganya Yuang Fengying melangkah masuk ke dalam toko Pundi Emas.


**


"Apakah hanya perasaanku atau memang anak tadi memiliki kemiripan dengan target kita?." Nona bulu emas berbisik kepada rekan rekannya.


"Hmm, memang tak salah, aku juga merasa demikian," sahut Pria mata satu, kali ini keduanya tak berdebat seperti biasa nya.


Tuan Ji hanya mengangguk menanggapi kedua rekannya tersebut.


"Kita tunggu di sini atau ikut masuk ke dalam?." Nona bulu emas kembali berkata, menyamakan persepsi dengan keduanya.


"Aku akan masuk, kalian berdua bisa menunggu di sini." Tuan Ji mengambil keputusan. "Ingat jangan biarkan lolos, dan awasi terus tempat ini."


Wanita cantik itu mengangguk, demikian pula dengan pria mata satu.


Tuan Ji lantas menyusul Yuang Fengying memasuki toko Pundi Emas, dan menguntit dari jarak yang terjaga.


**


"Selamat datang tuan muda, nampaknya tak butuh waktu lama untuk tuan muda kembali kemari." sapa pria paruh baya kepala pelayan di tempat tersebut.


Yuang Fengying tertawa lebar, "Tentu saja paman, bukankah sebagai anggota pemilik saham aku harus giat menyumbangkan kontribusi, bukan?."


Kali ini panggilan Yuang Fengying sudah berubah, dia memanggil kepala pelayan itu dengan panggilan paman.


"Pilihan tuan Chang Yi Feng memang tak pernah salah, anda memang layak menjadi anggota persekutuan dagang ini."


Yuang Fengying tertawa mendengar pujian terhadapnya.


"Paman bisa saja."


Pria paruh baya kepala pelayan kemudian mengarah kan Yuang Fengying ke sebuah tempat di mana biasa transaksi di lakukan.


"Kali ini apa yang di dapatkan tuan muda?."


Yuang Fengying mengibaskan tangannya, dari ruang hampa kemudian bermunculan beberapa mayat binatang, ada Buaya iblis sisik pedang, ikan buas piranha gigi emas, dan beberapa binatang yang lain yang tak kalah hebatnya seperti Ular kobra kepala tiga, Musang Api ekor cincin.


Pria paruh baya kepala pelayan sampai ternganga melihat buruan Yuang Fengying.


"Semua ini hasil tangkapan tuan muda sendiri?."


"Tentu saja paman, memang nya siapa yang mau membantu ku." jawab Yuang Fengying sedikit menepuk dada nya, dasar narsis.


"Tolong di terima," kata Yuang Fengying kemudian.


"Baik tuan muda Fengying, semua akan kami catat, dan akan kami masukkan dalam total pendapatan tuan muda awal bulan depan."


Tuan Ji hanya melihat dari jarak yang terjaga, meski dia tak bisa mendengar percakapan tersebut, namun sedikit banyak dia tahu kegiatan apa yang tengah di lakukan, transaksi penjualan hasil buruan.


"Hmm, Anak yang berbakat, dia mungkin sedikit berbahaya karena mampu memburu binatang buas tingkat Raja sebanyak itu."


Yuang Fengying sudah menyelesaikan urusan nya di toko Pundi Emas, dia kini dalam perjalanan ke perguruan Bukit Bayangan.


Namun setelah beberapa saat, dia mulai merasa ada yang mengawasi dan mengikuti nya.


"Eh, nampaknya orang orang yang tadi ketemu di toko Pundi Emas."


"Apakah mereka juga orang orang suruhan keluarga An?, yang ingin mencelakai ku?."


Hingga akhirnya tiba di tempat yang lumayan sepi, karena sudah berada di sudut kota namun belum sampai di dekat perguruan Bukit Bayangan.


"Berhenti..!." teriak Nona bulu emas, wanita cantik yang memiliki unsur api tersebut sudah bergerak melesat menghadang langkah Yuang Fengying.


Yuang Fengying menatap tiga orang yang menghadang langkahnya.


" Siapa kalian?, mengapa menghadang langkah ku?."


Ketiga orang tersebut tak menjawab, kemudian mengeluarkan secarik kertas yang ada gambaran wajah nya, meski sedikit berbeda tapi masih bisa di lihat kemiripan nya.


"Apakah kau anak yang memperbaiki segel formasi pengaturan portal dimensi pemindah antar benua?."


Yuang Fengying masih terdiam, mencoba menelisik maksud orang orang di depannya.


"Ikutlah dengan kami, tuan kami ada keperluan dengan mu." tuan Ji mewakili yang lain berbicara.


"Mengapa aku harus ikut dengan kalian?, siapa memangnya tuan kalian?."


"Itu rahasia, ikut saja dengan kami," kali ini pria mata satu yang berkata dengan sedikit menyeringai.


Yuang Fengying mundur sejenak, "Kalian bukan dari kelompok kebajikan?."


"Cih..!, memangnya apa kelompok kebajikan?, kau masih bocah tak tahu apa itu kebajikan..!," nona bulu emas berkata.


Yuang Fengying tersenyum miring, kini semakin yakin jika orang orang di depannya bukan orang baik baik.


"Bagaimana jika aku menolak?."


"Kami akan memaksa."


"Tangkaap...!.'' Tuan Ji langsung memerintahkan.


Pria mata satu langsung bergerak melesat maju, melebarkan jari jari tangan kanannya.


"Jala baja...!."


Dari tangan pria mata satu keluar semacam cahaya, seperti menarik kekuatan alam dan membentuk jaring jaring logam yang tercipta dari unsur alam tersebut.


Semacam elemen logam yang ada di alam berkumpul lalu memadat dan membentuk sebuah jalinan tali logam semacam kawat, halus namun cukup lentur.


Yuang Fengying menatap seni bela diri ketrampilan tersebut.


"Ooh..begitu."


Pemandangan yang mengesankan bagi Yuang Fengying, pengetahuan nya makin bertambah kini.


Dengan mengandalkan kekuatan unsur angin Yuang Fengying menghindari sergapan itu.


Weeeng..


Jaringan jala itu membungkus ruang kosong, karena Yuang Fengying sudah meloncat menghindar.


"Rupanya kau tak bisa di ajak baik baik." wanita cantik itu meloncat lalu melemparkan tangannya, lesatan sungai api langsung menyembur memerangkap Yuang Fengying, membentuk semacam penjara api.


"Tebasan Awan..!." Yuang Fengying menebaskan tangannya menciptakan sebuah jalur serangan yang menerjang kurungan api di depannya.


BAAANG..!


Ledakan langsung terjadi saat lesatan serangan yang di ciptakan Yuang Fengying menghantam penjara api tersebut.


Yuang Fengying terdorong kebelakang saat serangan nya bertemu dengan kekuatan lawan.


Nampak nya, tingkatan kultivasi lawan lawan Yuang Fengying berada jauh di atasnya, mereka semua berada di ranah Bumi.


Pria mata satu berada di ranah Bumi Dasar 7, sedangkan nona bulu emas berada di ranah Bumi Dasar 8 sedangkan tuan Ji berada di ranah Bumi Jiwa 2, sebuah ranah di atas Bumi Dasar.


"Bahaya.." batin Yuang Fengying mulai bergetar.


__________


Jangan lupa dukungannya....