Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
42. Menuai Untung


Pukulan lawan meledak menghantam perisai air yang di ciptakan Yuang Fengying.


Perisai air yang kini jauh lebih dingin dan kuat dibanding semula, mengakibat kan suhu ruang menjadi turun drastis. Membuat serangan itu menguar sia sia begitu saja, tanpa hasil apapun.


Itu adalah serangan terakhir dari orang tersebut.


Tanpa berkata apapun orang itu keluar dari arena pertandingan dengan terengah-engah, namun wajahnya terlihat lega, kemudian pergi begitu saja, setelah memberi isyarat kepada juri pertandingan.


"Aku selesai.."


Yuang Fengying pun turun dari panggung arena lalu melapor ke panitia untuk mengambil imbalannya.


"Ini imbalan mu."


Yuang Fengying mengangguk kemudian mengambil kantong tersebut, melihat sejenak isinya dan wajah nya langsung berbinar.


"Lima koin emas, he..he.." Yuang Fengying tertawa pelan.


Semakin tinggi Level nya, semakin banyak pula hadiah nya, memang serangan serangan lawannya tadi lebih kuat dan dahsyat jika dibandingkan lawan tanding sebelum nya, meski begitu Yuang Fengying tak mengalami cidera sedikit pun, hanya sedikit terkuras tenaganya.


Ruang pengujian memang ajangnya para orang kaya, mereka rela menghambur kan koin penukar hanya untuk 'berlatih' tanpa resiko.


Jika mereka bertarung sungguhan maka akan beresiko, bisa bisa terluka atau cidera, bahkan mungkin bisa tewas, mereka tak menginginkan itu.


Selain itu dengan bertarung di arena ruang pengujian mereka bisa melepaskan amarah nya, bisa menggempur lawan yang tak membalas untuk mengeluarkan emosi nya, tanpa takut terkena imbas balik dari serangan nya.


Pengecut memang sih, tapi itu memang lebih baik bagi orang orang tersebut, itu pilihan hidup mereka, meski jika di ukur tingkat ketrampilan pertarungannya dibandingkan para petarung sungguhan di luaran jelas kalah jauh.


**


Saat ini Yuang Fengying sudah berada di kota Yinying, tepatnya di toko penjualan berbagai kebutuhan untuk para Kultivator, toko tersebut berada di Kota tersebut.


Niatnya tentu saja ingin membeli cincin penyimpanan, artefak tersebut sangat di butuhkan untuk saat ini.


Sebelum dia mampu menciptakan ruang dimensi penyimpanan, solusi terbaik nya tentu saja dengan artefak tersebut.


Anak itu terpana melihat suasana di toko penjualan kebutuhan para Kultivator, selama hidupnya baru kali ini dia memasuki tempat seperti ini.


Toko yang terletak satu wilayah dengan perguruan Bukit Bayangan tersebut merupakan sebuah toko milik rekanan, lebih tepatnya milik sebuah kelompok yang menamakan Pundi Emas.


Kelompok Pundi Emas adalah sebuah kelompok yang berfokus kepada perniagaan, meski demikian tak ada yang berani mengusiknya, nampak nya di belakang kelompok tersebut ada kekuatan hebat yang menjalankan usaha tersebut dengan tersembunyi.


Menurut berita toko Pundi Emas ada di setiap wilayah terutama wilayah perkotaan seperti kota Yinying ini.


"Saudara Fengying?."


Annchi terlihat datang juga ke toko tersebut, gadis itu memang berasal dari keluarga terpandang di desa nya, yakni keluarga An. Jadi mungkin koin penukar jelas bukan masalah untuk nya.


Kali ini gadis tersebut datang bersama beberapa anak yang lain.


"Apakah kau mencari senjata?.''


Yuang Fengying menggeleng, "Aku mencari artefak penyimpanan." sahutnya pelan.


Anak laki laki yang berada di samping Annchi terlihat mendengus, seperti tak menyukai interaksi Annchi dengan Yuang Fengying.


"Waah, harta mu sudah banyak ya," gadis itu berkata dengan tulus. "Hingga butuh ruang penyimpanan.''


Yuang Fengying menggeleng, "Tidak juga nona An, hanya beberapa saja."


"Cuih.!, paling paling hanya beberapa koin penukar saja bergaya." Anak lelaki yang berada di sebelah Annchi tadi tiba-tiba berkata dengan sinis.


Yuang Fengying menatap anak laki laki yang mungkin berusia 15 tahun tersebut.


"Maksud saudara apa?, aku tidak bergaya, aku memang membutuhkan artefak tersebut, karena ruang penyimpanan ini akan menopang aktivitas ku."


"Akan sangat merepotkan, seandainya aku menjalani misi dan tak memiliki artefak." balas Yuang Fengying dengan sedikit kesal.


Semua anak tersenyum penuh cemoohan, kecuali Annchi.


"Misi?, misi apa yang mampu kamu selesaikan?..ha..ha.." mereka kembali tertawa.


"Kakak Yong, kakak Wang, jangan seperti itu, saudara Fengying cukup mampu menyelesaikan misi." Annchi sedikit mengeraskan suaranya, masih diingat bagaimana Yuang Fengying berhasil menjadi pengumpul poin terbanyak dalam seleksi murid utama.


Yong dan Wang adalah saudara sepupu Annchi, mereka berasal dari keluarga An yang ada di kota Yinying. Mereka juga murid utama di Perguruan Bukit Bayangan, bahkan murid pribadi dari salah satu master di sana.


"Adik Annchi, kau jangan terlalu lemah dengan anak ini," Wang menatap Yuang Fengying, menelisik tingkatan kultivasi nya.


"Hmm, hanya ranah Dasar 4 berani menjadi penentang."


"Bosan hidup." sahut yang lain.


Yuang Fengying tak menanggapi anak anak itu, dia langsung meninggalkan tempat tersebut, untuk masuk ke dalam.


"Kurang ajar sekali...., berani nya anak itu meninggal kan kakak Wang yang sedang berbicara, sungguh tak sopan." umpat anak yang bernama Yong, membakar suasana.


Sayup sayup Yuang Fengying masih bisa mendengar perkataan itu.


**


Toko tersebut memiliki lima lantai, tiap tiap lantai nya memiliki fungsi yang berbeda, di lantai dasar berisi beberapa barang tingkat rendah dan beberapa informasi termasuk harga beberapa barang yang di jual disana, serta informasi beberapa misi yang butuhkan oleh Toko tersebut.


Jika ada pembeli yang tak menemukan barang yang di cari di tempat itu, maka toko Pundi Emas biasanya akan menjadikan barang yang dicari tersebut sebagi misi, dan toko Pundi Emas bersedia untuk membeli nya dengan harga yang sudah di tentukan.


Atau memang toko tersebut secara rutin akan membeli beberapa tanaman herbal, serta barang lainnya yang nantinya akan di olah menjadi berbagai macam pil kebutuhan para kultivator.


"Selamat datang di toko Pundi Emas, tuan muda." sapa pria paruh baya dengan sopan kepada Yuang Fengying.


Harus di akui jika pelayanan di toko ini adalah yang terbaik.


Yuang Fengying tersenyum, mengangguk dengan sopan sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Saya baru pertama ke toko seperti ini, apakah senior bisa menunjukkan dimana aku bisa mendapatkan artefak penyimpanan?."


Pria paruh baya itu tersenyum, melihat kejujuran anak muda di depan nya.


"Semua yang tuan muda perlukan ada di sebelah sana, mari ikuti saya.''


"Terima kasih senior."


Yuang Fengying mengikuti langkah pria paruh baya itu.


Dengan di pimpin jalannya oleh pria paruh baya tersebut Yuang Fengying sampai di bagian artefak penyimpanan.


"Silahkan di pilih," pria tersebut mulai menjelaskan macam macam artefak penyimpanan di ruang tersebut.


"Ini yang paling sederhana, luasnya hanya 3 x 3, harganya empat emas, dua puluh lima perak."


Pria tersebut menunjukan sebuah cincin di telapak tangan nya.


Yuang Fengying masih menatap benda tersebut, koin penukar nya kini sudah lebih dari cukup untuk membeli benda tersebut.


"Atau tuan muda bisa membeli yang model seperti ini?," pria tersebut menunjukan sebuah cincin yang memiliki semacam mata di salah satu ring bagiannya.


"Keunggulan cincin ini, bisa di perluas ruang penyimpanan dengan menambahkan beberapa barang, jika tuan muda memiliki nya, harganya enam keping emas."


Yuang Fengying menatap kembali cincin yang terlihat lebih menarik.


"Apakah harga nya bisa kurang senior?," Yuang Fengying mencoba menawar artefak tersebut.


Pria paruh baya itu tersenyum, " Harga tidak bisa berkurang tuan muda, ini sudah harga pas, kecuali tuan muda memiliki barang yang bisa di tukar baru bisa mengurangi harga cincin tersebut."


"Apakah benda ini bisa untuk mengurangi harga cincin itu?." Yuang Fengying menunjukan beberapa sisik ular piton perak dan juga kristal inti jiwa binatang yang masih di simpan nya. saat itu Yuang Fengying memang menyimpan sebagian dari binatang tersebut tak menyerah kan seluruh nya.


Pria paruh baya menerima benda benda yang di bungkus kantong kain itu.


"Sebentar tuan muda, saya periksa dulu, silahkan anda duduk di sana."


Tak selang lama pria paruh baya sudah kembali dengan wajah ceria.


"Jumlah semua barang yang anda bawa jauh melebihi harga cincin yang tuan muda inginkan, apakah tuan muda masih ingin meneruskan transaksi ini?."


"Memangnya berapa harga seluruh barang yang saya bawa senior?."


Senior tersebut mengeluarkan semacam tablet dari kristal, (fungsinya mirip kalkulator di zaman ini) menunjukkan ke arah Yuang Fengying.


"Ini harga yang kami taksir, tuan."


Yuang Fengying melihat sesaat lalu dahinya berkerut, melihat harga barang barang nya ternyata sangat tinggi.


Kristal inti jiwa binatang ular sisik perak, 100 koin emas.


Sisik ular perak per bijinya, 10 koin perak.


Jamur Api per batang, 30 koin perak.


Dan lainnya, semua berjumlah 129 koin emas, 45 koin perak dan 5 perunggu.


Yuang Fengying masih terdiam, hatinya bersorak kegirangan, tak di sangka benda benda yang selalu di bawa dalam kantung di punggungnya itu, memiliki nilai begitu banyak.


"Apakah masih kurang tuan muda?, kami masih bisa menambah sedikit jika begitu, karena kami memang membutuhkan kristal inti jiwa binatang berunsur logam ini."


"Berapa?," sahut Yuang Fengying dengan gaya sok jual mahal.


"Mm...., untuk kristal nya saja kami hargai 120 koin emas, bagaimana?."


Yuang Fengying makin bersorak, "Saya setuju senior.." sahutnya dengan cepat.


"Deal, setuju."


____________


Jangan lupa dukungannya...