
Yuang Fengying menatap pertarungan yang terjadi di udara dengan tatapan takjub.
Kekuatan ranah Raja Bumi yang di keluarkan oleh tuan Ying kedelapan belas sangatlah dahsyat.
Anak muda itu melihat keseluruhan dari pertarungan itu, membuat wawasan nya tentang pertempuran makin meningkat.
Bahkan dari jarak beberapa kilometer tersebut Yuang Fengying mampu untuk mempelajari esensi dari jurus seni serangan itu, dan pengetahuan tersebut tersimpan di ingatan nya, suatu saat jika sudah memiliki kemampuan yang mencukupi akan dia coba serangan seperti itu.
Sambil melayang di udara tuan Ying ke-delapan belas kembali meledakkan serangan nya, sebuah gambaran ratusan pedang terbuat dari es terbentuk saat tangannya di kembangkan, dan kembali serangan itu melesat ke arah armada udara para perompak.
Siuu... siuuu...
Lesatan ratusan pedang susul menyusul menerjang ke badan pesawat udara lawan.
Craak... craaak...
Pedang pedang es tersebut melesat kuat dan menembus ke arah armada udara lawan.
Meski hanya terbentuk dari air yang memadat namun dengan kekuatan 'Kuasa' kendali seorang Raja Bumi, senjata senjata tersebut mampu untuk menembus lempengan logam penyusun badan armada udara.
"Aarrgh..!."
"Arggh...!."
Jeritan jeritan terdengar dari dalam pesawat tersebut, sementara para perompak yang ada di luar pesawat menghalau ratusan pedang es tersebut semampu mereka.
Tiba tiba..
Sebuah aura yang kuat mendekati area pertarungan tersebut.
Pria botak pemimpin perompak terlihat tersenyum dan berbinar matanya, "Hmm, akhirnya tiba juga bala bantuan.."
Alam langsung bergetar begitu beberapa kekuatan mendekat ke arah medan pertarungan.
"Kepung Wilayah ini..!." sebuah teriakan komando dari seseorang yang baru datang, seorang pria dengan luka di wajah nya terlihat mulai mengatur pasukan yang di bawanya.
"Hmm, bajingan memang cocok bermitra dengan bajingan..!," cibir Ying Xue Yu.
Kini di samping Tuan Ying Ke-delapan belas sudah berdiri beberapa orang pasukannya setelah kedatangan orang orang baru, termasuk Ying Lan dan keluarga Ying yang lain, namun master Seribu Ketrampilan beserta para 'Ahli Struktur' serta generasi muda keluarga Ying yang mengikuti misi tersebut tetap di armada udara, termasuk Yuang Fengying.
Pria paruh baya dengan luka melintang di wajah nya adalah Hue San, salah satu dari Tujuh Pilar Paviliun Lotus Hitam, kelompok yang beraliansi dengan kejahatan.
"Ha..ha.. , kita bertemu lagi..Xue Yu..!."
Nampak nya memang Ying Xue Yu dan Hue San saling mengenal dan mereka satu generasi.
Kini dua tokoh tua dan sama sama berilmu tinggi itu sudah saling berhadapan.
Tak banyak percakapan lagi bagi keduanya, kini mereka sudah mengaktifkan kekuatan unsur elemen masing masing.
Udara langsung berubah saat dua sosok itu mulai mengedarkan aura kekuatan menciptakan domain alam yang saling bertubrukan.
Tubrukan kekuatan tersebut seperti mengiris udara, membuat getaran yang menjalar kemana mana, dan membuat semua orang kini menjauh dari medan laga kedua nya.
Seluas beberapa kilometer kini sudah terselimuti oleh aura kedua tokoh kuat tersebut, ranah Raja Bumi hanya berada satu tingkat di bawah Kuasa Sejati, puncak tertinggi kekuatan di benua tersebut, siapa pun yang berada di bawahnya pasti akan tertekan dan bergetar badannya.
Hue San adalah pemilik Api- Petir, tingkatan 'Kuasa' atas dua unsur elemen tersebut berada di tingkat 'Penguasa level 3'.
Kekuatan yang diciptakan dari dua unsur tersebut kini terlihat jelas, alam bergolak panas dengan kilatan petir menyebar sepanjang beberapa ratus meter, memadat begitu sampai di pusatnya yakni badan Hue San.
"Terjangan Badai Api Petir..!." teriak Hue San lalu tangannya di lempar kedepan.
Ying Xue Yu, memutar kedua tangannya, membentuk Aura dingin yang sangat kuat, aura dingin tersebut menciptakan gelombang angin dingin yang makin lama makin membesar.
Unsur elemen Air-Es, itu mulai mengikis serangan panas lawan.
Ceess... ceesss...
Gelombang serangan Hue San kini seperti api yang tersiram oleh air, dan kekuatan air tersebut jauh lebih kuat jadi langsung mampu memadamkan kekuatan api tersebut.
Pertarungan jarak jauh dengan mengandalkan kekuatan unsur elemen tersebut masih terus berlangsung.
Sementara pria botak pemimpin perompak Elang Perak Petir dan anak buahnya bersama dengan anak buah Hue San sudah menyebar dan menyerang, sebagian bertarung dengan Ying Lan dan anggota keluarga lainnya, namun sebagian lagi melesat ke arah armada udara Keluarga Yin, dimana disana ada para 'Ahli Struktur' dan sejumlah anak muda generasi penerus keluarga Ying.
Jumlah gabungan perompak dan anak buah Hue San tiga kali lipat lebih banyak dari rombongan keluarga Ying jadi mereka unggul dalam jumlah pasukan.
Sekitar tiga puluh orang dari gabungan Perompak Elang Perak Petir dan anak buah Hue San menerobos masuk ke dalam Armada udara kelurga Ying.
"Ha..ha.. nampaknya disini hanya ada para pecundang..!." teriak salah satu para penerobos.
Di armada udara hanya ada master Seribu Ketrampilan, Yuang Fengying dan lima pria 'Ahli Struktur' dan lima generasi penerus keluarga Ying.
"Aku akan hajar kalian, lalu ku jadikan sandera.." pria Perompak itu tertawa dengan kerlingan di matanya, menurut nya akan mudah untuk menghajar para ahli struktur yang kebanyakan memang tidak menyukai kultivasi.
"Tak akan mudah menghajar kami..!," tiba tiba salah satu dari generasi muda keluarga Ying maju selangkah.
Dia adalah seorang pemuda usia 18-19 tahun, namanya Ying Juan Cia, salah satu pemuda berbakat dari keluarga Ying.
"Bagus jika ada yang sok sokan jadi pahlawan, akan aku tunjukkan padamu jika dunia itu kejam, bocah..!." Pria anggota perompak itu langsung melesat menebaskan pedangnya.
Siuu.. siuu...
Pedang senjata tajam biasa itu melesat menebas ke arah kerumunan yang ada di armada udara Keluarga Ying.
Meski tingkat senjata tersebut hanya senjata tajam biasa, namun pengguna nya memiliki tingkat kultivasi ranah Menengah akhir, jadi serangan tersebut sangatlah kuat.
Craakk..
Senjata biasa tersebut berbenturan dengan bayangan pedang es yang di ciptakan oleh Ying Juan Cia, membuat serangan itu langsung buyar.
Anggota Perompak itu makin murka dengan kegagalan serangan nya, sosok tersebut langsung memutar lengan-nya, mengaktifkan unsur elemen logam yang di kuasainya.
Sriing..sriing..
Dua lengan anggota perompak sudah memutih dan mengkilat, senjata biasa yang tadi di gunakan kini seperti meningkat derajat tingkatan nya, menjadi senjata 'Bertuah'.
"Membelah bulan semusim..!."
Pedang lawan menebas kedepan menciptakan lintasan serangan yang lebih kuat dari serangan sebelum nya.
Kraakk....!
Serangan itu membelah pertahanan yang di buat Ying Juan Cia, membuat anak muda itu terlempar kebelakang.
"Uuggh.." Ying Juan Cia meringis terdorong kebelakang, meski bukan cidera serius namun kekuatan serangan tersebut membuat hatinya bergetar.
__________
Jangan lupa dukungannya...