Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
145. Kelabang Pemangsa (penj Alam Jiwa)


Rombongan bekas anggota perguruan Bukit Bayangan sudah kembali bergerak menuju Utara, setelah berhasil mengusir kawanan binatang buas yang menghambat perjalanan.


Serangan binatang buas sedikit mengurangi jumlah orang orang itu, bagaimana pun juga Badak Petir Cula Emas adalah binatang yang kuat.


Hampir puluhan orang yang tewas dan puluhan juga yang terluka, jika di total jumlah yang tewas dan terluka mungkin hampir separuh dari jumlah keseluruhan.


Tetua Luang Yiang menatap jumlah orang orang yang terluka dalam rombongan nya, wajahnya langsung muram begitu melihat keadaan mereka.


Dalam dunia yang kejam ini tak akan mungkin mereka mampu melewati perjalanan panjang ini dengan kondisi demikian.


"Bagi yang terluka nanti akan kita beri pilihan, apakah tetap ingin melanjutkan perjalanan ke Utara dengan segala resiko, atau saat kita melewati 'Rumah Kebenaran' bisa singgah di sana." Luang Yiang berkata kepada orang orang terluka.


Rumah Kebenaran adalah istilah dari sebuah tempat peribadatan yang biasanya menampung orang orang dari dunia bela diri yang terluka, lalu merawat dan merekrut nya untuk menjadi anggota mereka.


Apa yang di rencanakan oleh tetua Luang Yiang memang banyak di setujui oleh rombongan tersebut, karena akan sangat memberatkan jika tetap membawa orang orang tersebut, belum lagi kerasnya perjalanan pasti akan menyulitkan.


"Kami setuju dengan tetua."


**


Di tempat lain.


"Lapor pemimpin, misi yang kita lakukan tujuh puluh persen berhasil." seorang pria terlihat sedang melaporkan kegiatan nya.


"Bagus, kita bisa melaporkan misi ini kepada tuan utusan dengan kepala tegak atas keberhasilan nya." Pria yang menjadi pimpinan dalam kelompok itu terlihat tersenyum cerah.


"Kelompok lima harus berhasil, karena wilayah ini sangat lemah, jangan sampai kita mencoreng muka sendiri dengan kegagalan." pria yang ada di sebelah pemimpin kelompok tersebut berkata dengan pandangan acuh tak acuh dan meremehkan.


Setelah melakukan pertemuan dan membentuk aliansi, para anggota 'Aliansi Kegelapan' membagi misi mereka dalam beberapa kelompok.


Kelompok lima adalah kelompok yang menyerang bagian selatan dari wilayah Istana Bintang.


"Namun meski kita mengalami angka keberhasilan tujuh puluh persen tapi banyak anggota kita yang juga terluka parah."


Pemimpin kelompok lima mengangguk, "Beri mereka waktu untuk memulihkan diri, beri mereka sumber daya yang terbaik."


Saat para petinggi kelompok lima tengah berunding datang salah satu mata mata kelompok tersebut.


"Lapor Pemimpin, beberapa sisa anggota yang telah kita hancurkan telihat bergerak berpindah ke arah tertentu."


Pemimpin dan beberapa petinggi kelompok lima terlihat menautkan alisnya, "Memangnya mereka mau kemana?."


"Berdasar pengamatan yang kami lakukan, mereka berencana bergabung dengan kelompok lain yang lebih kuat."


Pemimpin kelompok lima mendengus, lalu tersenyum dengan penuh cibiran, " Apa perlu kita hancur para pengungsi itu?."


Beberapa orang petinggi yang ada di sana juga tersenyum penuh ejekan, "Jika Pemimpin menghendaki demikian, aku juga setuju."


"Mereka paling paling hanya para rendahan yang nekat ingin hidup." kata orang itu dengan sedikit tertawa.


"Panggil Kelabang pemangsa, aku berikan misi ini untuk nya."


Seorang Pria dengan pakaian cukup apik datang dengan wajah cerah.


Dari penampakan wajahnya tak terlihat sedikit pun kekejaman dari sana, tapi sesungguhnya pria ini adalah monster yang sangat kejam.


"Misi apa yang pemimpin berikan kepada ku kali ini."


Pemimpin melihat Pria muda tersebut dengan tatapan tajam, kemudian mengungkap misi apa yang di berikan untuk nya.


Pria muda yang di juluki Kelabang Pemangsa itu mengangguk dengan wajah berbinar, "Baik, aku akan melaksanakan misi ini dengan baik, jangan lupa sumber daya yang pemimpin janjikan untuk keberhasilan ku."


Dari Koin Misi bisa di lihat berapa mangsa yang nanti bisa di bunuhnya, semakin tinggi kultivasi mangsa nya poin yang di dapatkan nya tentu saja lebih banyak.


Begitu mendapatkan koin misi pria itu lalu melesat menjadi seberkas cahaya meninggalkan tempat tersebut.


**


Di tempat lain lagi.


Terlihat beberapa orang dengan ilmu yang sangat tinggi, tengah duduk di sebuah wilayah di ketinggian.


Mereka terlihat serius dengan pembahasan yang di lakukan.


"Kelompok ini sudah mulai bergerak nampak nya, mereka mulai menyerang di beberapa tempat."


"Ya, aku juga tahu akan itu, jika kita tak segera membantu maka seluruh kekuatan yang ada di wilayah ini akan musnah atau tunduk dengan kelompok ini."


Mereka adalah orang orang kuat yang ada di benua Tanah Tengah, yang tergabung dalam kelompok 'Aliansi Pelindung', kini hanya mereka yang bisa membuat perubahan di benua tersebut untuk membela kelompok yang ada di sana dari invasi kekuatan lain yang berasal dari luar.


**


Rombongan orang orang dari perguruan Bukit Bayangan masih melanjutkan perjalanan, sepanjang perjalanan itu di lalui oleh Yuang Fengying dengan berkultivasi.


Remaja itu memejamkan matanya, dan tenggelam dalam kultivasi nya, hampir seluruh kesadaran memasuki ruang jiwanya, hanya meninggalkan sedikit kesadarannya untuk memantau kondisi di luar tubuhnya.


Di alam Jiwa terlihat sosok Boa moo meringkuk di sudut ruang tersebut, terlihat malas malasan tertidur meski sebenarnya binatang itu tengah berkultivasi dengan tenang.


Dengan tingkatan kultivasi saat ini yakni di ranah Bumi Sejati, ruang jiwanya sudah mampu untuk di tinggali makhluk hidup lainnya, apalagi ruang penyimpanan Yuang Fengying sungguh berbeda dari para kultivator lainnya.


Di alam tersebut, bola cahaya yang di dalamnya terlihat Pagoda Dewa nampak makin cerah bersinar.


Bola itu melayang di angkasa dengan memancarkan cahaya yang menyebar ke seluruh alam jiwa.


Di bawahnya terlihat melayang kristal pelangi yang bertindak seperti bawahan dari Kristal Pagoda Dewa.


Kristal pelangi seperti ikut menyerap sinar yang di pancarkan dari Pagoda Dewa tersebut, bola kristal yang sempat meredup saat esensi kekuatan nya dia serap Yuang Fengying kini kembali bersinar kuat. (setelah berhasil menyerap kekuatan unsur elemen yang terpancar dari ular tujuh kelapa). serta berkat pancaran cahaya Pagoda Dewa yang menyinarinya setiap waktu.


Di bawahnya bilik bilik unsur elemen juga makin terang bersinar.


Bilik bilik unsur elemen itu makin terlihat terang seiring dengan makin kuatnya pemahaman Yuang Fengying atas beberapa unsur tersebut.


Sayangnya Yuang Fengying belum memiliki teknik bela diri yang kekuatannya melebihi jurus 'Menebas Angin Menghadang Badai' dan 'Tebasan Awan'.


Meski dua jurus itu berasal dari perguruan kecil seperti perguruan Tameng Jiwa, namun sesungguhnya esensi kekuatan nya melebihi teknik bela diri yang ada di perguruan Bukit Bayangan, maka hingga kini Yuang Fengying masih belum mempelajari jurus lain.


Di tengah bilik bilik unsur elemen yang kini membentuk lingkaran terdapat 'kolam tenaga sejati' yang ukuran nya sudah makin meluas.


Jika sebelumnya hanya seluas gentong air, kini kolam itu sudah meluas satu setengah meter persegi.


Dengan pasokan tenaga sejati seluas itu, tenaga Yuang Fengying tentu saja makin hebat dan kuat.


Dari kolam tenaga sejati yang berada di tengah tengah bilik unsur elemen itu terdapat parit kecil yang tersambung ke arah bilik bilik unsur elemen, dari sana lah kekuatan tenaga sejati itu menyuplai energi yang mendukung kekuatan tiap unsur elemen menjadi makin hebat.


Tenaga sejati membuat unsur elemen berkembang dengan seimbang dan kuat.


__________


Jangan lupa dukungannya