Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
188. Artefak Segi lima


Saat ini Yuang Fengying yang masih menunggangi Griffin bermuka Hiu itu sudah berada di dalam perut iblis raksasa bermuka setan.


Iblis yang memiliki kekuatan mata ilusi dan senjata artefak penghisap itu ternyata sangat besar, masuk ke dalam rongga perut nya seperti masuk ke dalam labirin yang berlapis lapis.


Sama seperti saat menembus otak rakasa iblis berwajah tengkorak, daya regenerasi dari tubuh iblis berwajah setan mengerikan itu sungguh luar biasa, jika hanya di potong dan di belah, maka akan pulih kembali hanya dalam beberapa menit kemudian.


"Kanan .!." Yuang Fengying mengarahkan Boa Moo, ketika di depan mereka terbentang sebuah jaringan yang entah organ dalam apa di dalam tubuh makhluk raksasa tersebut.


Boa Moo berbelok kearah kanan, begitu juga dengan Sabit Dewa seperti terhubung dengan Yuang Fengying, senjata itu seperti tahu arah yang diinginkan dan membuka jalur menerjang apapun yang ada di depannya.


Meski terlihat bisa pulih lagi semua jaringan yang di potong Sabit Dewa, namun di alam luar raksasa itu berteriak teriak kesakitan.


Tubuh yang sebesar gunung itu mulai terjun bebas ke daratan sambil mengerang kesakitan.


Xuo Yang melihat semua itu dari jarak yang terjaga dengan dahi berkerut.


"Berandalan Sialan..!, pasti bajingan itu telah merusak piaraan ku."


Namun di dalam rongga perut raksasa iblis bermuka setan, Yuang Fengying yang masih menaiki Boa moo mulai makin mendekati tempat artefak penghisap itu terletak.


"Terus maju, kita mendekati arah lambung raksasa ini."


Kembali Yuang Fengying memanggil Sabit Dewa yang mulai berkurang daya hantamnya.


Senjata itu akan berkurang daya lemparnya apabila tidak ada yang memukul balik atau melemparkan kembali.


Setelah senjata itu mendarat di tangan nya, Yuang Fengying langsung melemparkan nya kembali dengan kekuatan penuh, membuat senjata itu kembali menggila dengan daya putar dan daya rusaknya.


Sraak... sraaak....


Jaringan tubuh raksasa itu di terabas senjata Sabit Dewa, di belakangnya Yuang Fengying yang menunggangi Griffin Boa Moo juga menghantamkan pukulannya, sayangnya Boa moo sudah kekenyangan memakan otak iblis raksasa wajah tengkorak yang ukuran otaknya juga berpuluh puluh kwintal.


"Ha..ha... sebentar lagi aku akan menguasai artefak senjata penghisap itu." Yuang Fengying tertawa saat melihat dan merasakan keberadaan artefak tersebut.


Di dasar lambung raksasa itu terdapat lempengan segi lima yang memancarkan aura mengerikan, berkat artefak tersebut lah raksasa wajah setan yang mengerikan itu mampu menelan apapun.


Namun sayang begitu Yuang Fengying mendekati organ lambung raksasa tersebut, aura yang mampu mengikis apapun mulai terasa mengganggu.


Lambung raksasa yang besarnya beberapa puluh meter diameter nya itu terlihat mengalami kebocoran, dari celah celah yang bocor itu merembes asam lambung yang mematikan bagi yang lainnya.


"Luar biasa, bagaimana makhluk ini masih bisa hidup dengan lambung yang bocor dan asam lambung nya mengenai organ dalam nya."


Yuang Fengying sungguh mengagumi kekuatan dari iblis raksasa itu.


Namun kembali lagi Yuang Fengying tak perduli akan hal itu, bagi nya merebut senjata artefak penghisap lebih di utamakan.


"Aku harus menembus lambung ini untuk mendapatkan senjata artefak itu, jika aku menembusnya dengan menggunakan perisai unsur logam, akan sia sia karena asam ini bersifat korosif." Remaja itu masih mempelajari apa yang harus dilakukan nya.


"Bagaimana jika aku menggunakan unsur elemen air dan elemen kayu, dua kekuatan ini sifatnya bisa selaras dengan asam lambung raksasa ini." Yuang Fengying tersenyum dengan mata berkilat penuh kesenangan.


Yuang Fengying mulai mengaktifkan dua unsur elemen yakni unsur air dan unsur kayu, dari tubuhnya memancar kekuatan yang mampu mengendalikan semua air di sekitar nya, termasuk air yang ada di tubuh monster iblis raksasa.


Saat ini lambung dari raksasa berwajah setan mulai tak nyaman, sebagian air yang ada di lambung dan bercampur dengan asam, seperti mulai saling memisahkan diri, jelas saja itu mempengaruhi kenyamanan iblis tersebut.


Raksasa iblis itu kembali bergulingan meraung kesakitan, bahkan raksasa itu mulai muntah darah akibat lambungnya sudah tak nyaman dan makin di rusak oleh Sabit Dewa.


"Hancur..!." Yuang Fengying juga menghantamkan pukulannya, sebuah serangan yang membawa kekuatan api dan petir meledak di dalam perut makhluk tersebut.


Weeeng...


Weeeng..


Isi lambung berhamburan, meski masih berada di rongga perut, namun sesungguhnya raksasa ini sedang sekarat.


Weeng...


Sebuah benda segi lima terlempar kearah Yuang Fengying, dengan senyuman remaja itu menangkap artefak itu.


_________


Maaf hanya segini dulu...