Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
55. Memberi Pelajaran


Yuang Fengying masih berjalan sambil menikmati pemandangan kota Yinying.


Tiba tiba ada sebuah suara membentaknya.


"Berandalan kecil, akhirnya kau muncul juga di tempat umum..!."


Nuang Ning berdiri dengan pandangan membunuh, masih ingat bagaimana dirinya di 'rampok' oleh bocah yang masih bau kencur di depannya.


Nuang Ning berada di ranah Menengah 5, aura yang di pancarkan seperti menekan langit dan bumi, bagi para kultivator yang ada di bawahnya.


Dengan penuh percaya pemuda dua puluhan tahun itu makin mendekati Yuang Fengying.


"Sekarang kita berada di luar perguruan, tidak ada aturan yang harus ku taati." Nuang Ning tersenyum menyeringai, matanya berkilat penuh dengan aura membunuh.


"Sekarang tak ada kata ampunan untuk mu, bahkan jika kau mematahkan semua tangan dan kaki mu."


Nuang Ning makin memancarkan kekuatan aura Kehadiran dan keberadaan, berniat menekan anak usia 9-10 tahun di depan nya.


"Apakah sudah cukup senior berbicara..?." Yuang Fengying akhirnya membalas semua perkataan Nuang Ning.


Kali ini ranah kultivasi Yuang Fengying sudah berada di Menengah 2, namun kekuatan nya bahkan mampu untuk melawan kultivator yang berada di ranah Awal Tinggi sekalipun.


Ranah Menengah 2 hanyalah gambaran kekuatan dari satu ruang yang ada di dimensi alam jiwanya, padahal ada banyak ruang di sana, dan jika di gabungkan akan berkali lipat kekuatan nya, bukan?.


"Apa..!, dasar berandalan kurang ajar, arogan dan sombong, berani sekali kau membalas ucapan ku..!."


Yuang Fengying tersenyum miring, dari wajahnya tak terlihat sedikit pun ketakutan, padahal sosok yang di hadapi nya adalah pemuda paling berbakat murid dari tetua Sue.


"Sudah, cukup..!, aku Yuang Fengying tak takut dengan mu senior..!."


"Meski kini kita di luar perguruan aku akan melawan mu."


Nuang Ning makin terkejut, mendapatkan rasa percaya diri dari mana bocah di depannya hingga berani berbicara seperti itu.


"Dasar berandalan keparaat..!, aku akan mencincang mu..!."


Nuang Ning melesat meloncat kedepan, menyerang dengan tidak menahan serangan nya sedikit pun.


Udara langsung terbelah dengan aura panas yang terpancar dari badan Nuang Ning.


Kedua lengan nya kini bahkan sudah sedikit memerah, unsur elemen Api sudah di aktifkan nya.


Tingkatan Kuasa unsur elemen Api pemuda dua puluhan ini berada di tingkat Pengendali level 5, sehingga dia mampu menciptakan lengan yang sedikit membara dari alam sekitarnya.


Weeeng...


Serangan itu sangat menakutkan, merusak segala yang ada di lintasan nya.


"He..he..," Yuang Fengying malah tertawa.


Bocah tersebut terlihat tak takut dengan kehebatan serangan Nuang Ning.


"Dasar bocah sudah gila, serangan lawannya sudah di lepas masih sempat sempat nya tersenyum."


"Anak idiot, tak paham situasi."


"Mati..anak itu pasti mati."


Para penonton yang ada di sana sudah sedikit ngeri dengan serangan Nuang Ning, aura panas bahkan menguar kemana mana.


JREEENG...


Yuang Fengying menggetarkan kedua lengannya, dari gerakan tersebut membuat dua lengannya langsung membara, api bahkan muncul dan berkobar di sana, semua itu menggambarkan kekuatan Kuasa atas Api melebihi Nuang Ning.


"Apa..!, kuasa anak itu berada di tingkatan Penguasa..!, mampu menciptakan api di dua lengannya."


Nuang Ning terkesiap, mulai menyadari perbedaan tingkatan Kuasa atas api, namun dia tak menyurutkan langkah karena kultivasi nya masih tetap lebih tinggi.


Claraaaat...


Dua sosok itu saling bergerak maju, menghantamkan pukulannya yang sudah di aliri gelombang kekuatan unsur elemen api.


BAANG...!


Suara benturan keras terjadi, satu sosok terlempar kebelakang, mundur dan terus mundur akibat kalah kuatnya saat beradu tenaga.


Nuang Ning memucat wajahnya, sosok yang terlempar itu adalah dirinya.


Wajahnya makin memucat kala menatap lawannya, masih kokoh berada di tempat semula.


"Apa..!, Nuang Ning kalah..!."


"Murid jenius dari tetua Sue itu kalah dalam sekali benturan serangan..!."


Nuang Ning memuntahkan seteguk darah, dadanya terasa terbakar.


"Aneh, kenapa kekuatan ku bisa kalah dengan nya?, bukankah kultivasi ku lebih tinggi?."


"Bocah berandalan ini, cukup hebat, mungkin dia sengaja menyembunyikan kekuatan yang sesungguhnya."


Nuang Ning meloncat berdiri, rasa malu saat ini lebih mendominasi di banding dengan sesak dan nyeri di dada nya.


Sebuah senjata Bertuah tingkat rendah sudah berada dalam genggaman nya.


(tingkatan senjata, adalah senjata Biasa, Bertuah, Legenda, Raja mistik, Kaisar langit dan Mistik illahi)


Itu adalah pedang Api, sebuah senjata berunsur api yang bisa meningkatkan kekuatan dari para pengguna dengan unsur yang sama.


"Mati..!," teriak Nuang Ning sambil meloncat menebaskan senjata berunsur api tersebut.


Alam makin bergolak, saat senjata itu sudah di aktifkan.


Pedang itu menyala seperti di sulut api di permukaan nya.


Kekuatan Nuang Ning kini meningkat pesat, seperti Harimau yang di tumbuhkan sayap pada punggung nya.


Pedang api melesat, meninggalkan jejak serangan yang masih terasa panas membakar.


Tebasan itu menciptakan sebuah lintasan serangan yang langsung melesat ke arah Yuang Fengying.


Yuang Fengying meloncat, merasakan hawa serangan lawan makin meningkat.


"TEBASAN AWAN..!." Anak usia 9-10 tahun itu menebaskan tangannya, menciptakan garis serangan yang menyongsong lintasan serangan lawan.


BYAAAAARR..!


Serangan Nuang Ning bertemu dengan serangan Yuang Fengying, menciptakan benturan keras dan menimbulkan suara Ledakan.


Gelombang kejut tercipta saat dua serangan itu bertemu, Nuang Ning kembali terlempar, kali ini malah lebih jauh daripada yang pertama tadi.


Badan itu terlempar dan berguling gulingan hingga menabrak tembok bangunan yang ada di sekitar nya, kemudian pingsan.


"Hah...anak itu benar benar mampu memenangkan pertarungan ini.?"


"Nuang Ning kalah?, dia kalah dengan begitu mudah?."


Tak percaya tapi nyata, anak kecil usia 9-10 tahun dengan ranah Menengah 2, mampu memenangkan pertarungan melawan anak usia dua puluhan dengan ranah Kultivasi lebih tinggi.


Yuang Fengying tak memperdulikan lainnya, anak itu meninggal kan tempat tersebut dengan cepat.


**


Saat ini Yuang Fengying sudah berada di toko para kultivator, toko Pundi Emas.


"Selamat datang tuan muda," sapa pria paruh baya yang dahulu melayani nya.


Nampaknya pria itu masih mengingat Yuang Fengying.


Yuang Fengying hanya mengangguk kecil dengan senyuman tipis.


"Apakah tuan muda mau mencari barang berharga atau malah mau menjual barang berharga?."


"Aku mau menjual beberapa barang berharga, hanya saja aku masih menilai apakah harga nya cocok atau tidak."


"Kalau boleh tahu, benda apakah itu?." pria paruh baya itu tersenyum kecut, nampak dia sudah merasa jika anak muda di depan nya kini lebih hati hati dalam bertransaksi.


Yuang Fengying melambaikan tangan nya, sebuah bunga edelweis panjang umur kini nampak di telapak tangannya.


"Bunga edelweis panjang umur?." mata pria paruh baya itu terbelalak.


"Benarkah tuan muda mau menjual benda berharga ini?."


"Begitulah jika harganya cocok."


Pria paruh baya itu terdiam sejenak, nampak berfikir sesaat.


"Maaf tuan muda, ini adalah bunga yang sangat berharga dan pasti di buru oleh banyak orang, terutama orang biasa yang menginginkan usia panjang."


Memang benar, jika para kultivator bisa menambah usia saat mempelajari sebuah jurus atau seni bela diri, namun tidak bagi orang biasa.


"Kami tak berani menawar, karena jujur saja harga nya sangat tinggi." Nampaknya pria tua itu kini cukup tahu diri, tak sembarang menawar bunga tersebut, karena jika ada yang merasa di rugikan dalam transaksi kali ini akan mempengaruhi hubungan kedepannya.


"Bagaimana jika bunga ini kita jual di pelelangan yang akan di langsungkan beberapa pekan kedepan?." usul pria paruh baya itu.


Yuang Fengying tersenyum dan mengangguk, balai pelelangan adalah jawaban untuk menaikan harga jual barang berharga nya.


"Apakah masih ada yang lain tuan muda?."


Yuang Fengying mengeluarkan bangkai Rubah Iblis ekor Lima, serta satu inti jiwa binatang Raja yang di miliki nya.


Yuang Fengying akan melelang inti jiwa binatang dari Raja Elang Bulu Api, karena kekuatannya kalah dari Bunga mawar seribu api pemberian salah satu tetua dari perguruan Api Suci.


Dan untuk inti jiwa binatang dari Rubah Iblis ekor Lima akan di manfaatkan untuk dirinya sendiri, karena masih belum ada benda dan artefak unsur elemen angin yang kuat yang dimiliki nya.


Pria paruh baya itu makin terbelalak, daging Rubah Iblis ekor Lima berunsur angin juga sangat berharga, apalagi inti jiwa binatang dari Raja Elang Bulu Api yang berunsur elemen api.


_________


Jangan lupa dukungannya...