
Rasa percaya diri Yuang Fengying kini meningkat 1000 persen, hantamannya yang mampu melukai dan melempar ular sisik perak itu membuat nya makin berani untuk menyerang.
Tenyata kekuatan nya kini sudah jauh meningkat, jika di bandingkan sebelum dirinya menyerap inti perak.
Kini kedua sosok tersebut kembali bertarung dengan seru di dalam gua itu.
Ular piton sisik perak makin mengganas, rasa sakit akibat terhantam Yuang Fengying tak membuatnya takut dan mundur, malah membuat ular itu makin marah dan mengganas.
Ekor ular yang berujung bola duri tersebut di putar putar di udara, sebelum di hantamkan dengan cepat dan keras ke arah Yuang Fengying.
Wuung... Wuuung.....
BLAAARR....!!
Yuang Fengying berhasil menghindar dari serangan itu.
Hantaman itu mengenai dinding gua, membuat gua itu bergetar hebat, bahkan sebagian dindingnya ada yang runtuh dan mulai berguguran.
Ular piton sisik perak memang luar biasa, pantas jika di golongkan dalam hewan buas tingkat super.
"Ular sialan kau ingin menguburku di sini rupanya..!." Yuang Fengying mengerti niat dari hewan tersebut, Ular sisik perak memang berniat menghancurkan dan meruntuhkan gua.
Yuang Fengying meloncat melesat dan melempar tangannya kedepan, menciptakan sebuah serangan.
Angin berputar menderu di sertai kilatan kilatan petir tercipta, kemudian mengaliri bagian luar putaran angin tersebut lalu meluncur menghantam badan ular itu.
WOOSS..... CTAARR...!
Badan ular beringsut terkena hantaman, lalu bergeser terdorong beberapa meter, hingga menabrak dinding gua.
BAAMM..
Kembali gua bergetar makin kuat, kini rontokan dinding makin banyak.
Yuang Fengying sedikit panik, jika di hitung dari tempat mereka bertarung hingga ke mulut pintu gua jaraknya masih beberapa ratus meter, dia bisa mati jika terkubur reruntuhan di sana.
Tiba tiba Yuang Fengying tersenyum.
"Bukankah aku juga memiliki unsur elemen tanah?, dan selama ini aku tak pernah mencoba menggunakannya."
Yuang Fengying menggerakkan tangan kiri untuk mengendalikan unsur elemen tanah dan tangan kanan mencoba mengendalikan unsur elemen logam.
Susah..memang sangat susah sekali, butuh konsentrasi yang tinggi dan tingkat Kuasa yang baik untuk melakukan hal itu.
Traak...traaakk...
Sebagian tanah sudah kembali tegak dan tertata lalu membentuk payung pelindung yang melindungi Yuang Fengying dari reruntuhan, sedangkan tangan kanan tetap melambai untuk melakukan serangan.
"Ha..ha..ha.. aku berhasil mengendalikan unsur elemen tanah juga..hingga sebaik ini.."
Yuang Fengying benar benar senang, selama ini dirinya tak bisa leluasa untuk melatih dan menunjukkan kekuatan nya, namun saat ini itu bebas di lakukan tanpa ada ketakutan di ketahui orang lain.
"Ha..ha..ha...!.''
Senyum di wajah Yuang Fengying makin lebar, nampak nya dia memiliki sebuah rencana.
"Akan aku gunakan pertarungan ini sebagai ajang latihan ku..."
Yuang Fengying kini sudah merubah kuasa Api di tangan kirinya dan kuasa Kayu di tangan kanannya.
"Aku harus memilih unsur elemen apa yang mesti ku kembangkan terlebih dahulu, agar ada yang bisa ku andalkan dalam setiap pertarungan..''
"Kekuatan Api..!."
"Kekuatan Kayu...!."
"Kekuatan Air....!."
Anak 8 tahun itu meloncat kesana kemari, menyerang ular piton sisik perak dengan unsur elemen yang berbeda beda dalam kandungan serangan tersebut.
Kali ini Yuang Fengying sengaja untuk tak segera mengakhiri pertarungan nya, karena masih berniat melatih unsur unsur elemen nya.
**
Tetua regulasi, wakil tetua regulasi dan para tetua yang menjadi panitia pemilihan murid utama sudah berkumpul.
Mereka mulai menghitung jumlah poin para peserta yang sudah berhasil keluar dari area hutan.
Selain menghitung jumlah poin, mereka juga menghitung jumlah peserta yang sudah berhasil keluar dari hutan dengan selamat.
Para peserta itu ada yang memiliki jumlah poin cukup bahkan berlebih, namun ada juga yang masih kurang jumlah poin nya, apalagi di tambah beberapa anak yang badannya mengalami cidera.
Tetua Regulasi mengangguk, "Masih tersisa waktu hingga besok sore, sebelum sore tiba, tolong seperti biasa para panitia untuk mengumumkan bahwa batas waktu hampir habis." tetua regulasi berkata dengan penuh wibawa.
"Baik Tetua Regulasi." sahut semua panitia sambil mengangguk penuh penghormatan.
Para tetua tersebut kembali menghitung jumlah poin sambil menyimpan barang barang hasil perburuan dalam misi para peserta.
**
Hari sudah berganti.
Saat ini adalah hari terakhir dari batas waktu seleksi penerimaan murid Utama di perguruan Bukit Bayangan.
Yuang Fengying masih berada di dalam gua.
Pertarungan melawan ular piton sisik perak sudah selesai sejak tadi malam.
Pertarungan yang berlangsung selama beberapa jam itu cukup menguras tenaga nya, karena memang dia sengaja ingin mengeluarkan semua kemampuan Kuasa atas semua unsur elemen.
Kini bangkai dan kristal inti jiwa binatang sudah di simpan nya di keping poin kontribusi.
Saking besarnya badan hewan tersebut hingga ruang di dalam keping koin kontribusi penuh sesak hampir tak muat.
"Aah..lelahnya," keluh anak tersebut sambil berbaring di tanah gua yang lembab, padahal setelah memenangkan pertarungan Yuang Fengying langsung meditasi memulihkan tenaga nya, namun rasa lelah tetap terasa.
"Mohon Perhatian...!, Waktu Seleksi Telah Hampir Selesai, di mohon semua nya agar segera kembali...!," sebuah suara sayup sayup terdengar dari luar gua di mana Yuang Fengying berada.
Nampaknya para panitia berbaik hati untuk menyambangi lokasi hutan Seribu Bayangan, untuk memberikan peringatan kepada seluruh peserta.
Yuang Fengying kemudian bangkit dan mulai meninggalkan tempat tersebut.
**
"Bagaimana?, apakah masih ada poin yang belum dihitung dan kembali?." tetua Regulasi bertanya kepada panitia yang lain.
Wakil tetua regulasi mengangguk.
"Dari catatan ada sekitar dua puluh tiga anak belum kembali."
"Dua puluh satu anak di nyatakan meninggal di mangsa hewan buas, satu anak mati tercebur lumpur penghisap dan satu anak belum ada keterangan.''
"Belum ada keterangan?, maksud nya apa?."
Wakil Tetua Regulasi lalu menceriterakan apa yang di laporkan oleh Annchi, dan bagaimana kejadian waktu itu.
"Gua perak?"
"Benar Tetua Regulasi."
"Ah..apa anak yang bernama Yuang Fengying itu di mangsa hewan buas itu?."
"Itu yang belum diketahui tetua."
Tetua Regulasi menganggukkan kepalanya, namun saat sang Tetua Regulasi akan memberikan pernyataan resmi dari luar terlihat seorang anak dengan baju sangat kotor memasuki ruang tersebut sambil mengangkat keping poin kontribusi.
"Saya datang Tetua...!." seru Yuang Fengying sambil mengangkat Keping poin di tangan kanannya.
Terlihat beberapa tetua kaget dengan penampakan kekumuhan anak tersebut, namun karena anak tersebut baru datang dari misi itu bisa di maklumi.
"Berapa jumlah poin mu..!."
Yuang Fengying mengangsurkan keping poin kontribusi dengan kedua tangannya sambil sedikit menunduk.
Sangat sopan.
"Apa..??!."
"Sembilan ribu poin?."
Wakil Tetua Regulasi langsung meminta keping tersebut dari tetua yang menerima pertama kali.
Dengan memencet beberapa rajah mantra yang ada di permukaan keping dan sedikit mengibaskan tangannya, barang barang yang ada di dalam keping poin kontribusi langsung muncul di hadapan semua orang.
Bangkai ular piton sisik perak yang sangat besar itu tergeletak di lantai di depan semua orang, beserta inti jiwa binatang dan benda benda lainnya.
Semua terkejut dan tak percaya, seleksi kali ini Yuang Fengying merupakan peserta dengan jumlah poin terbanyak.
_____________
Jangan lupa dukungannya....