
"Segel Penjebakan - Rantai Berakar...!." teriak dari pengendali Kayu.
Dari tanah yang cekung dan sudah di tutup pepohonan itu tiba tiba menjalar ratusan akar yang entah dari mana membelit dan merapatkan pepohonan yang ada di sana, membuat tempat penjebakan itu makin kian rapat dan kokoh.
Nampaknya pemilik kekuatan unsur elemen kayu benar benar berniat ingin melemahkan atau memusnahkan kekuatan mangsanya.
"Ha..ha.. tikus sudah terjebak..!."
"Tikus tak bisa kemana mana..!."
Teriak orang orang yang melakukan jebakan dengan kegirangan, merasa mampu melumpuhkan mangsa nya.
Saat ini, Yuang Fengying dan Ying Zhi Dao terjebak di dalam cekungan tanah yang terperangkap oleh puluhan pepohonan yang tumbang dan terbelit bermacam sulur sulur berbagai tanaman.
Itu bukan sulur biasa namun mampu mengikis kekuatan spiritual dari orang yang di jebak nya jika tak memiliki kemampuan untuk menangkal nya.
"Kurang ajaar..!, siapa yang kalian sebut tikus..!." Ying Zhi Dao terlihat marah dan merah padam wajahnya.
Pria itu makin murka saat merasakan para penjebak nya mengaktifkan kekuatan penghisap aura kekuatan spiritual dalam aksinya.
Lengan nya bergetar mengaktifkan unsur elemen Air-Es yang di miliki nya.
"Hantaman hujan pisau es..!."
Lengan itu berputar, lalu di dalam cekungan tercipta kabut tebal yang makin lama makin memadat dah membentuk ratusan pisau yang berputar di sekitar badan Ying Zhi Dao.
Srak..! Sraak..!!
Ratusan pisau yang berasal dari unsur air yang memadat itu melesat memotong penutup cekungan tanah, hingga menembus ke luar.
Sulur sulur itu terpotong dan menjadi serpihan dalam sekejap, namun tak lama sulur sulur baru terbentuk kembali.
"Bajingaan..!, cari mati..!." Ying Zhi Dao berteriak, kembali memutar tangannya.
Dari lengan pria itu terbentuk cincin cincin gumpalan air yang sangat dingin, itu bukan air dingin biasa tapi semacam nitrogen cair yang mampu membekukan apapun yang di sentuh nya.
Keluarga Ying adalah pemilik teknik kekuatan Air-Es, mereka memiliki banyak jurus yang ber-unsur elemen itu.
"Teknik Dewa Beku...!."
Begitu Ying Zhi Dao berteriak, cincin cincin cairan nitrogen cair itu terlontar dan membekukan apapun yang menutupi cekungan itu.
"Hancurkan..!."
BAAM...!
Penghalang itu meledak setelah sesaat terselimuti cairan yang membekukan.
KRAAK...
Bumi terasa bergerak begitu ada serangan dari mangsa yang di jebak nya.
Rupanya pengendali tanah sudah kembali mengaktifkan Kuasa nya, tanah bergerak dan mulai menyempit seakan ingin menangkap dan mengubur dua orang itu hidup hidup.
"Gawat..!." Ying Zhi Dao mulai sedikit gelisah, namun tidak dengan Yuang Fengying, remaja itu masih saja tenang bahkan wajahnya memperlihatkan senyuman licik.
Sraaakk...!
Tangan Yuang Fengying melambai, dari dinding tanah itu lalu tercipta sebuah lorong yang mengarah ke arah tertentu.
Ying Zhi Dao terbelalak, "Apa..!, kau bisa melakukan itu..?."
Yuang Fengying hanya mengangguk, "Ayo kita lewat sini paman."
*
"Bagaimana? mengapa tak ada pergerakan? Apa sudah mati?." pria dengan kepala plontos berhidung bengkok seperti paruh burung mulai bertanya kepada yang lainnya.
"Mungkin mereka masih sekarat di dalam.!," sahut pria dengan badan gemuk di sampingnya. "Ha..ha...ha... mau macam macam dan melawan kekuatan Kuasa tanah ku..!."
Semua tertawa dan mencibir mangsa yang sempat memberikan perlawanan itu.
"Kita tunggu sebentar, baru setelah itu kita lihat." sahut pria dengan hidung bengkok layaknya paruh burung elang.
"Eeh..?!."
Semua terkejut saat tiba tiba terasa sebuah getaran di dalam tanah dengan lokasi sedikit jauh dari wilayah itu.
BRAAK..
Tanah terbelah, lalu munculah dua orang yang tadi di kurung dalam jebakan para bandit tersebut.
"Hah..?!, mereka lolos..?."
Semua terbelalak tak menyangka mangsanya bisa lolos semudah itu.
"Sial..!, serang ..bedebah itu..!." pria dengan hidung bengkok layaknya paruh burung elang mulai mengejar ke arah Yuang Fengying dan Ying Zhi Dao yang muncul dari dalam tanah.
Puluhan orang itu lalu bergerak menyerang dua orang itu dengan kekuatan masing masing.
"Nak jangan kau tahan kekuatan mu, jika ingin selamat," Ying Zhi Dao memperingatkan Yuang Fengying saat merasa kekuatan para perampok tersebut rata rata berada di ranah Raja Bumi.
Pria dengan hidung bengkok melesat terlebih dahulu, lalu diikuti oleh pria gemuk dan yang lainnya.
Seiring dengan pergerakan orang orang itu berbagai unsur elemen terlihat bergerak dan menyerang ke arah Yuang Fengying dan Ying Zhi Dao, itu adalah berbagai unsur yang dimiliki oleh para perampok itu.
Yuang Fengying memutar tangannya menciptakan sebuah bulatan kekuatan yang terdiri dari kekuatan unsur angin, api, logam dan petir.
"Menebas Angin Menghadang Badai - Ledakan Semesta..!."
WEEENG...
BLAARR..!
Begitu bola angin yang bercampur dengan unsur api, logam dan petir melesat menerjang dan meledak menciptakan gelombang kekuatan yang menakutkan.
"Kekuatan apa ini..?!, mengapa aura-nya begitu mengerikan."
"Ya, serangan ini sungguh kuat sekali."
Mereka mulai menyadari namun itu sudah terlambat, gelombang ledakan itu sudah menyentuh mereka dan membuat mereka tercabik, tersengat dan terbakar oleh serangan itu.
"Aargh."
"Aarggh..!."
Mereka hanya mampu menjerit sebelum tewas tercabik, tersengat dan terbakar.
Pria dengan hidung bengkok layaknya paruh burung dan pria dengan badan gemuk yang berhasil menghindari serangan mencoba meloncat dan kabur.
Wuuuss..
Namun sebuah bayangan tiba tiba muncul di depan keduanya.
"Mau kemana kalian.?." Yuang Fengying sudah melayang menghadang jalur pelarian keduanya.
"B-biarkan aku pergi ..., t-tuan muda." pria dengan hidung bengkok tergagap mencoba memohon.
"Ha..ha.. " Yuang Fengying hanya menyeringai lalu mengayunkan tangannya.
Crash..!
"Kau tak layak ku ampuni..!."
Satu lengan pria dengan hidung bengkok langsung tertebas angin yang melesat dari ayunan tangan Yuang Fengying.
"Auugh..!." pria itu menjerit tertahan, lengannya langsung terpotong, menciptakan semburan darah dari sisa potongan itu.
Pria gemuk langsung terbelalak, wajahnya langsung muram dan kembali mengaktifkan kekuatan unsur elemen tanah nya, bagaimana pun jika tak melawan pasti akan celaka, begitu menurut nya.
"Tinju Kehancuran..!."
Sebuah bayangan kepalan raksasa muncul dari tanah dan langsung melesat menerjang ke arah Yuang Fengying.
Namun dengan melambai saja, tanah yang membentuk sebuah kepalan tangan raksasa itu langsung luruh begitu saja, menjadi serpihan debu.
"Cuih, amatiran..!." begitu Yuang Fengying melempar tangannya, sebuah lesatan kekuatan menerjang dan menghantam dada pria gemuk itu hingga terlempar dan meledak.
Pria dengan hidung bengkok makin gemetaran, dirinya tak mengira lawan akan sekuat itu.
"A- ampun..tuan muda, biarkan aku tetap hidup."
"Apa untungnya bagi ku?." Yuang Fengying menatap acuh tak acuh.
"Akan aku serahkan semua yang ku miliki disini." pria itu menunjukkan semua artefak penyimpanan yang di bawanya.
Yuang Fengying memeriksa benda benda tersebut.
"Hanya lima puluh juta koin emas?, semurah itu kah nyawa mu?." Yuang Fengying menggeram kesal, karena setelah menjumlahkan semua hanya senilai itu.
"Apa kau tak memiliki gudang harta.?."
Pria dengan hidung bengkok langsung lemas dan muram wajahnya.
________
jangan lupa dukungannya