
"Kebetulan sekali Paman ke Delapan Belas sudi datang ke rumah cabang."
Patriark keluarga cabang itu mulai berkata.
Saat ini semua sudah berada di ruang perjamuan, sebuah ruangan dengan meja sangat besar dan aneka hidangan di atas nya.
Ying Xue Yu menatap Patriark cabang lebih seksama. "Memang nya ada apa di sini?."
Patriark keluarga cabang kemudian menceritakan permasalahan yang saat ini menganggu keluarga tersebut.
"Hmm, keluarga Ming memang selalu bersaing dengan kita, namun tak kusangka jika mereka berani bertindak senekat itu." kata Ying Xue Yu.
"Saat ini mereka menduduki jabatan di kota ini, dan sebagai pemimpin kota mereka memiliki kekuasaan untuk menekan kami." keluh Patriark keluarga cabang.
"Bahkan mereka menaikan pajak atas barang barang yang masuk karena pesanan kami, namun jika itu barang yang di pesan keluarga lain pajaknya bisa langsung berkurang."
"Eumm, apakah kalian sudah pernah menanyakan masalah tersebut?."
Patriark keluarga cabang menggeleng.
"Baik, nanti kami yang akan kesana, sekarang perintahkan seseorang untuk memberitahukan kedatangan kunjungan kita, karena ini resmi mewakili keluarga Ying."
**
Sekelompok rombongan orang dengan hewan tunggangan darat tengah melaju menuju sebuah tempat.
Rombongan itu menaiki kereta mewah, juga hewan tunggangan dari golongan hewan yang super gagah, karena mereka keluarga kaya.
Mereka adalah rombongan keluarga Ying, yang langsung di pimpin oleh tuan Ying kedelapan belas.
Yuang Fengying yang ikut dalam rombongan tersebut terlihat terpana, melihat semua pemandangan di sekitar nya, bukan hanya kehebatan model bangunan dan keindahan tata kota tersebut, tapi juga penduduk nya yang padat dan beraneka ragam, berbaur dari berbagai ras.
Bahkan banyak dari ras iblis dan ras raksasa terlihat disini, mereka berlalu lalang dengan bebas tanpa ada masalah.
Jarak antara rumah utama keluarga Ying dan keluarga Ming tak terlalu jauh hanya beberapa puluh kilometer saja, mereka masih tinggal dalam satu kota Diqiu, namun di sudut yang berbeda.
"Pertigaan depan kita ambil arah kiri," kata Patriark keluarga Ying cabang, memberikan gambaran arah yang di tuju.
Tuan Ying Xue Yu hanya mengangguk, meski sudah seperempat abad tak ke kota ini dia masih sedikit hafal wilayah tersebut.
"Apakah pesan kita sudah di terima oleh keluarga Ming?."
"Sudah paman Ying ke-delapan belas, bahkan pembawa pesan juga menyampaikan pesan jika kita di minta membawa putra putri terkuat dari keluarga Ying, nanti kita akan di sambut dan di minta mempersiapkan diri."
"Di sambut?, mempersiapkan diri?." tanya Ying Xue Yu sedikit mengerutkan keningnya.
"Demikian pesan yang di bawa." Patriark keluarga Ying cabang menegaskan.
"Hm..apa itu maksudnya?, apa mereka mau menjebak kita? dan melenyapkan puta putri terbaik keluarga Ying? kita harus berjaga jaga jika demikian." tuan Ying Xue Yu, yang lebih berhati hati berpesan kepada semua nya.
Semua mengangguk mendengar perkataan tersebut.
Mereka terus melanjutkan perjalanan tersebut hingga beberapa kilometer berikut nya.
**
Kediaman keluarga cabang Ming di kota Diqiu terlihat berbeda hari ini.
Terlihat kemeriahan di sana, bahkan tamu tamu undangan juga banyak yang sudah hadir di sana, kebanyakan para tamu itu dari para pejabat yang berwenang serta utusan keluarga terpandang di wilayah tersebut.
Sedikit masuk ke dalam dari bangunan inti terlihat sebuah arena pertarungan sudah di sediakan di sana.
Nampaknya Keluarga Ming tengah menyiapkan sebuah rencana untuk penyambutan terhadap keluarga Ying yang menjadi salah satu rival nya.
"Apakah kau meragukan strategi ayahmu ini?."
Ming Ryong menggeleng, selama ini ayahnya biasa berkecimpung di dunia politik, dan sudah sangat paham akan trik dan intrik di dalam nya.
"Akan aku pastikan mereka kalah dalam pertaruhan nanti, dan kita bisa menguasai wilayah ini seutuhnya."
Ming Yuansa berencana untuk melakukan taruhan di arena pertarungan, tentu saja nilai pertaruhannya sangat besar, dan itu di saksikan oleh para tamu undangan nantinya.
Pertarungan nanti akan di lakukan oleh putra putri dari kedua belah keluarga, hal seperti ini sebenarnya adalah hal biasa bagi tradisi keluarga di wilayah tersebut, tapi biasanya hanya untuk menguji kekuatan dari generasi penerus mereka.
Namun Ming Yuansa ingin menjadikan 'tradisi' tanding antara generasi pemuda itu untuk membuat sebuah kesepakatan, yang tentunya akan menguntungkan keluarga Ming.
"KELUARGA YING TELAH TIBA..!."
Sebuah pemberitahuan di teriakkan oleh pengawal dari keluarga Ying, itu sebagai salam pembuka bahwa mereka telah berada di wilayah kekuasaan keluarga Ming.
"Keluarga Ying telah tiba..!."
Teriakan itu di sambut oleh penjaga dari keluarga Ming, meneriakkan kata kata yang sama, bertujuan menyampaikan berita tersebut kepada penjaga Keluarga Ming yang lain, agar melapor kepada sang tuan rumah.
Begitu mendengar teriakan tersebut biasanya tuan rumah akan menyambut tamunya.
Namun kali ini yang menyambut bukan tuan rumah, namun kepala rumah tangga dari pemimpin kota, setingkat kepala pelayan.
"Selamat datang tuan tuan semua dari keluarga Ying, saya mewakili tuan pemimpin kota untuk menyambut kedatangan tuan tuan semua."
Ying Xue Yu mengangguk, meski sedikit tak senang dengan penyambutan tersebut, hal ini menggambarkan jika tuan rumah kurang menghargai kedatangan rombongan mereka.
"Memang kurang ajar keluarga Ming, mentang mentang pemimpin kota, berani meremehkan kedatangan kita." Ying Lan, yang merupakan keturunan keluarga inti terlihat geram.
"Tahan emosi mu, kita datang dengan niat menguraikan masalah, bukan ingin memperkeruh." meski tak senang Ying Xue Yu mencoba menenangkan sang keponakan.
"Silahkan tuan tuan masuk lewat sini." Kepala Rumah Tangga mengarahkan rombongan tersebut, setelah sebelumnya menyimpan hewan tunggangan dan kereta di tempat yang tersedia.
Ying Xue Yu berjalan di depan, di dampingi oleh Patriark keluarga cabang, baru diikuti oleh para rombongan, termasuk Yuang Fengying
Rombongan tersebut memasuki rumah inti, lalu di arahkan ke sebuah tempat yang sudah di sediakan.
Yuang Fengying masih saja takjub melihat kediaman orang orang kaya yang sangat megah bak istana.
Di sini lah baru Patriark dari keluarga Ming menyambut kedatangan rombongan keluarga Ying.
"Selamat datang tuan tuan dari keluarga Ying, senang rasanya kalian Sudi mampir di gubuk jelek ku." sambut Ming Yuansa, pria tua itu berkata merendah namun sikap tubuhnya tak menggambarkan itu.
Ying Xue Yu hanya mengangguk masih tetap berdiri, karena belum di persilahkan.
Ming Yuansa menatap Ying Xue Yu, menelisik karena merasa bukan Patriark Keluarga Ying di kota tersebut.
Merasa di perhatikan sang tuan rumah, tuan Ying kedelapan belas berkata, "Perkenalkan aku Ying Xue Yu, keturunan keluarga Ying ke Delapan Belas."
Jika seseorang berkata demikian artinya mereka adalah keturunan langsung dari keluarga pusat/ Keluarga Utama.
Ming Yuansa sedikit kaget, tak menyangka tamunya berasal dari keluarga Utama.
"Senang rasanya pertemuan kali ini di hadiri langsung dari keluarga utama, mari silahkan tuan tuan duduk di sana."
Rombongan di arahkan di deretan kursi yang sudah tersedia.
__________
Jangan lupa dukungannya...