Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
100. Bertarung dengan kelompok Lonceng Suci


Yuang Fengying keluar dari gerbong kereta, waktu satu jam akan dia gunakan untuk melemaskan otot-otot nya setelah duduk selama setengah hari.


Anak itu berniat melihat kota Langit Biru yang ada sekitar tempat kereta itu beristirahat.


Belum jauh dia melangkah meninggalkan wilayah kereta itu beristirahat, lima bayangan sudah melesat dan mengurung diri nya.


Aura Kekuatan yang di lepaskan mereka berlima bahkan membuat udara menjadi sangat pekat, gerakan jadi terbatas seperti terpendam dalam adonan lumpur.


Orang orang langsung menyingkir begitu merasakan aura menakutkan tercipta di sana.


"Bocah berandalan... akhirnya kami menemukanmu..!." teriak pria botak dengan tongkat timah dengan beberapa cincin di ujung atasnya.


Yuang Fengying terkejut, namun dia kini paham maksud tindakan orang orang tersebut, pasti berhubungan dengan terbunuhnya para begal pengacau.


"Dasar keparat..!, bocah kurang adab..!." bentak yang lainnya.


Yuang Fengying menatap para pengepung nya, tekanan yang mereka ciptakan memang luar biasa, jika itu orang lain mungkin sudah ambruk dan merayap di tanah dengan tekanan tersebut, namun tidak dengan anak tersebut, tubuh 'Manusia Penguasa' nya mampu mengatasi itu.


"Nampaknya kelakuan para anggota kelompok, sejalan dengan para petinggi nya." Yuang Fengying mendengus, menyadari kelakuan orang orang yang berlindung dengan topeng pencerah keagamaan untuk kejahatan nya.


Kelima orang pengepung makin murka mendengar perkataan Yuang Fengying, mereka menatap anak itu seperti melihat seonggok mayat.


"Tebaran Api Kehampaan...!." salah satu pria itu berteriak dan mengayunkan tangan nya.


Beberapa biji api mulai menyebar di udara di atas tubuh nya, makin luas api itu dengan gerakan tangan dari anggota Lonceng Suci tersebut.


Udara langsung berbalik seratus delapan puluh derajat, yang semula mulai terasa sejuk karena hari mulai mendekati sore kini terasa membara dan membakar.


Titik titik api berwarna kemerahan itu mulai menyebar, mengurung Yuang Fengying yang masih terdiam di tempat nya.


Lengan anak itu juga sudah bergetar, menandakan jika dia sudah mengaktifkan unsur elemen yang di milikinya.


"Bakaar...!." Yuang Fengying berteriak, dari lengannya meloncat lidah api yang berwarna biru transparan, api itu bahkan lebih kuat dari api ciptaan lawannya.


Weeeng....


Api ciptaan Yuang Fengying langsung menyambar api ciptaan lawannya, seperti naga kecil yang mulai menelan cacing cacing di sekitarnya.


"Kuatkan...!."


Titik titik api langsung membesar, apinya juga berubah, yang semula berwarna kemerahan kini makin biru dengan warna transparan seperti api ciptaan Yuang Fengying.


Pria lainnya juga menyerang menggunakan unsur elemen logam, pisau pisau perak terlihat berputar putar di badan pria tersebut sebelum melesat menyerang ke arah Yuang Fengying.


Unsur elemen logam memang sangat hebat dalam penyerangan, ketajaman unsur tersebut sangat menakutkan.


"Perisai Logam-Petir..!." Yuang Fengying membagi pikiran nya untuk mengendalikan unsur elemen logam dan petir menciptakan sebuah perlindungan di seluruh tubuhnya, dengan tingkatan saat ini dia baru bisa menciptakan perisai logam dan petir yang melingkupi seluruh tubuhnya dengan jarak beberapa jengkal dari badannya.


Semakin bagus dan tinggi Kuasa dan kultivasi seseorang, maka penciptaan perisai akan semakin sempurna dan menempel di tubuhnya, seperti kulit ari.


Daar ..! Daaar....!!


Pisau pisau itu menabrak perisai ciptaan Yuang Fengying yang melingkupi seluruh tubuhnya.


Meski Yuang Fengying memiliki tubuh Manusia Penguasa, namun dia tak mau mengandalkan itu tanpa membentuk sebuah pelindung.


Tubuh Yuang Fengying sedikit bergetar namun tak ada luka serius yang di dapatkan nya.


Serangan demi serangan terus menerjang anak muda tersebut, sebuah keajaiban melihat pertarungan antara ranah Awal Tinggi akhir di keroyok ranah Bumi, dan mampu bertahan hingga beberapa jurus.


Pria yang memegang tongkat timah dengan beberapa cincin, mengayunkan tongkat tersebut.


Angin terdengar menderu, memutar membentuk badai sebelum akhirnya melesat menghantam ke arah Yuang Fengying.


BLAAAR...!


"Gila, anak ini mampu menahan serangan kami berlima??!!."


"Jika tak segera di habisi akan berbahaya bagi Lonceng Suci kedelapan nya."


"Bagaimana anak ini bisa bertahan sejauh ini??."


Lima orang itu melompat lompat menyarangkan serangan ke arah Yuang Fengying, namun anak itu masih bisa menahan hingga saat ini.


Tiba tiba...


Plok...! plok...!


Suara tepuk tangan terdengar nyaring mendekati area pertarungan itu.


Nampak seseorang dengan pakaian menutupi seluruh tubuhnya tengah bertepuk tangan, pria itu juga memakai topeng yang sangat rapat hanya lubang mata dan hidung nya yang terlihat.


"Hebat...sungguh hebat, para pria dewasa mengeroyok anak kecil, sungguh tak tahu malu dengan pakaian yang kalian kenakan." laki laki bertopeng itu mendekat kearah area pertempuran, padahal yang lainnya ketakutan dan menjauh.


"Tutup mulut mu, keparaat..!, jangan suka ikut campur..!, kami sedang menertibkan seseorang yang tersesat..!." pemimpin kelompok penyerang Yuang Fengying terlihat geram ada yang berani ikut campur urusan mereka.


Pria bertopeng dengan pakaian menutupi seluruh badannya tertawa mendengar perkataan itu. "ha...ha.. Dharma yang keblinger."


Pria bertopeng itu lalu mengayunkan tangan nya, dari ayunan tangan tadi tercipta gelombang kekuatan yang menerjang dan mampu membuyarkan semua tekanan aura kekuatan yang menekan Yuang Fengying.


Kini gerakannya Yuang Fengying lebih lincah dan cepat, begitu tekanan Aura Kekuatan lawan berkurang.


Pemimpin pengejaran itu terlihat murka terhadap sosok bertopeng dengan pakaian tertutup.


Sosok bertopeng itu sudah terlalu ikut campur urusan nya, maka dari itu pemimpin Lonceng Suci itu sudah mengambil inisiatif menyerang sosok bertopeng.


Dia mengayunkan tongkat timah dengan cincin di ujung nya.


Wuuung...!


Serangan yang cukup mematikan menyasar kearah sosok bertopeng.


Kini tekanan terhadap Yuang Fengying sudah jauh berkurang dengan melesat nya sang pemimpin menghadapi sosok bertopeng.


"Menebas Angin Menghadang Badai - Pukulan petir Api..!." Yuang Fengying berteriak mengayunkan tangan nya kedepan, dari balik tangan keluar sebuah gambaran tangan sebesar kerbau yang menerjang kearah lawan terdekat nya.


Serangan itu lebih kuat jika dibandingkan dengan 'Tebasan Awan'.


BLAAAR...!


Gambaran kepalan tinju itu menghantam salah satu pria botak yang menyerang sisi kiri Yuang Fengying, meledak dan melempar orang tersebut.


"Aarggh...!."


Laki laki botak tersebut terlempar dengan dada terbakar, sungguh pukulan yang mengerikan untuk anak seusia seperti itu.


Semua terkejut, termasuk pria bertopeng, semua tak mengira jika Yuang Fengying akan mampu membunuh lawan dengan sekali pukul.


Kini hanya tersisa tiga orang yang masih mengeroyok Yuang Fengying.


Sementara pemimpin kelompok Lonceng Suci yang menyerang pria bertopeng terlihat kewalahan, sosok bertopeng itu ternyata sangat jauh kekuatannya di banding pemimpin kelompok yang bersenjata tongkat timah.


Pria botak bersenjata tongkat timah seperti di permainkan oleh sosok bertopeng.


_____________


Jangan lupa dukungannya....