
Roa mengeluarkan aura kekuatan nya, mencoba menekan Yuang Fengying dengan kekuatan kehadiran nya, yang tak kasat mata itu.
Kekuatan yang terpancar dari tubuh pria tinggi besar itu menyebar ke segala arah, terasa sangat mengancam dan menekan.
Jika saat itu yang ada di sana kultivator ranah Dasar dan Menegah mungkin langsung meledak badannya terkena tekanan Aura Kekuatan Kehadiran yang di pancarkan pria itu.
"Cck," Yuang Fengying hanya berdecak saja, namun sungguh tak terpengaruh apapun.
Berbeda dengan Ying Zhi Dao, saat ini pria paruh baya itu sudah gemetaran, rasanya kakinya terasa lemah seperti mau ambruk.
Kultivasi nya yang berada di ranah Raja Bumi akhir ternyata masih tak mampu menghadapi tekanan dari Kuasa Sejati puncak seperti Roa.
"F..Fengying .." Ying Zhi Dao mencoba berkata dengan gemetaran.
Saat ini dirinya baru menyadari kekuatan dari dua orang di depannya.
"Menyingkir Lah paman..biar aku yang menghadapinya."
Dengan tetap tenang Yuang Fengying memerintahkan pria itu menjauh dari tempat itu.
"Tapi..."
"Tak apa.., jika perlu keluarlah dari gua ini." Yuang Fengying sudah membaca kekuatan dari dua orang di depannya, merasakan aura orang orang tersebut pasti berasal dari benua lain.
Merasa jika tetap di sana juga akan menjadi beban, dan tak memberikan hasil apapun maka pria itu langsung bergeser , lalu melesat dan berlari keluar dari gua setelah bebas dari jangkauan aura kekuatan orang orang dari benua lain itu.
"Keparaat..!, bocah berandalan..!, ternyata kau sangat sombong sekali." Bong yang ada di samping Roa langsung berteriak mendengar perkataan bocah belasan tahun di depannya.
"Aku tak akan berlaku demikian jika tak menanggapi kalian."
"Kurang ajaar..!, cari mati..!." Bong makin murka, pria sedikit pendek jika di banding rekannya itu langsung menguar kan kekuatan aura kehadiran nya.
Dengan kekuatan itu dia berniat menekan dan menghancurkan remaja di depannya.
"Cuih, kalian kira aku akan tertekan dengan pancaran aura kekuatan mu."
"Eh." Bong terkejut, mengamati kekuatan kultivasi remaja di depannya.
"Apa??, bocah ini juga berada di tingkatan Kuasa Sejati?, di tempat seperti ini ada bocah memiliki ranah Kuasa Sejati?."
"Mungkin bocah inikah yang mengacaukan rencana tuan Pendamping Satu..?."
Roa dan Bong saling pandang begitu menyadari kultivasi Yuang Fengying.
"Kuasa Sejati ya?." mata Bong dan Roa langsung berkilat, mereka makin bernafsu untuk bertarung meski hanya melawan bocah remaja.
"He..he... Aku makin penasaran dengan kekuatan Kuasa Sejati di wilayah ini." Begitu Bong berkata demikian, gelombang kekuatan langsung meledak dari tubuhnya.
Tubuh pria sedikit pendek itu langsung berkilat, nampaknya dia juga pengolah kekuatan unsur elemen logam.
Yuang Fengying berdecak acuh tak acuh, meski lawan di depannya memiliki level lebih tinggi dari nya, namun remaja itu tak takut.
"Rasakan serangan ku..Tinju Logam Kehancuran...!." Bong langsung meloncat mendekat ke arah Yuang Fengying sambil menghantamkan pukulannya.
Sebuah pukulan serangan dengan kekuatan logam yang terkenal kuat meledak menyasar Yuang Fengying.
Udara dalam gua langsung berubah menjadi lebih pekat saat semua unsur logam seperti tertarik ke arah lengan Bong.
Itu membuat lengan Bong yang sudah memutih menjadi seperti di selimuti putaran cincin udara berunsur logam, sungguh menakutkan.
Setelah unsur elemen logam di alam itu terpusat di tangan pria tersebut, kekuatan itu lalu meledak mengarah ke badan Yuang Fengying.
"Remuk badanmu bocah..!."
"Apa..!." Bong terperanjat, bocah yang menjadi lawannya juga memiliki kekuatan unsur elemen logam, namun pria itu masih tetap tenang bagaimana pun kultivasi nya lebih tinggi beberapa level.
Pancaran serangan Bong tetap melaju dan menabrak Yuang Fengying.
PEEENG....!!
Suara dentingan keras terdengar saat dua logam bertemu, Yuang Fengying mengayunkan lengannya memotong serangan itu.
Lengan Bong langsung bergetar kuat meski hanya tabrakan serangan jarak jauh, bahkan getaran serangan itu membuat badan pria itu menggigil begitu menyadari kekuatan 'Kuasa' bocah lawannya terhadap unsur elemen logam.
"Hah..!, kuat sekali ..!," keluhnya pelan, badannya mundur beberapa langkah sebelum berhenti menatap dinding gua.
"Sial, bocah ini sangat kuat, meski ranah kultivasi nya di awal Kuasa Sejati, namun 'Kuasa' bocah ini terhadap unsur elemen sungguh mengerikan." Bong mengirimkan transmisi suara kepada Roa, itu di lakukan agar rekannya tersebut bersiap siap membantu penyerangan.
Bong kembali bersiap, pria itu makin mengerahkan kekuatan nya.
Saat ini tubuh Bong sudah makin berpendar, seiring dengan pria tersebut mengeluarkan semua kekuatan unsur elemen logam nya. "Kita lihat siapa yang lebih kuat disini."
Tubuh Bong yang berkilat kilat menandakan dia juga memiliki tubuh manusia Penguasa.( tingkatan kultivasi raga bisa di lihat di bab 22. Tentang Hal Hebat).
Bagi seorang kultivator, kekuatan tubuh raganya akan secara otomatis menjadi makin kuat dengan peningkatan kultivasi nya, namun kekuatan raga itu pastinya akan berbeda antara satu dan lainnya, apalagi dasar hukum dari Kuasa unsur elemen yang di kuasai juga menentukan.
Kekuatan raga antara kultivator pengolah logam pastinya lebih kuat dibanding pengolah angin-udara.
"Baik aku terima tantangan mu, siapa diantara kita yang memiliki raga terhebat," sahut Yuang Fengying acuh tak acuh, tak ada takut takut nya.
WEEENG...
Kembali Bong meloncat, di lengannya telah menumpuk kekuatan logam yang terlihat membentuk cincin cincin yang siap di lesatkan. "Tinju Logam Kehancuran..!."
Yuang Fengying yang berada di sisi lain tak mau kalah, remaja itu juga sudah menyiapkan serangan yang kali ini akan di padukan dengan kekuatan Api dan Petir, Bong tak tahu akan kekuatan lain dari lawannya itu.
Saat ini lengan Yuang Fengying sudah tak lagi mengkilap putih, tapi sedikit kemerahan dan membara.
Yang lebih menakutkan lagi, dari lengan remaja itu terlihat kilatan kilatan arus listrik yang siap di ledakkan.
"Menebas Angin Menghadang Badai Lesatan Kehancuran..!."
Meski masih menggunakan jurus yang sama, namun kekuatan dari serangan itu sudah di upgrade menjadi semakin menakutkan.
Siuu... Siuu....
Dua Lesatan serangan yang mengerikan terpancar dan meledak dari masing masing lengan dua orang itu.
Sedangkan Roa sudah mengedarkan kekuatan pelindung agar gua itu tak rubuh saat terjadi benturan dan ledakan.
BAAAMMM...
Kedua serangan itu bertemu, menciptakan ledakan kekuatan yang menakutkan, hingga lapisan pelindung yang di ciptakan Roa retak dan Roa terdorong cukup jauh.
"Bajingaan Keparaat..!, kekuatan apa ini?, membuat 'Pelindung' yang ku ciptakan hampir saja ikut meledak." Roa bersungut-sungut dengan marah.
Semetara itu Yuang Fengying terdorong kebelakang beberapa langkah, sedangkan Bong terlempar menabrak lapisan pelindung dan memuntahkan sedikit darah segar.
"Roa...bantu aku, jangan biarkan berandalan ini lolos..!," Bong dengan wajah pucat berteriak kepada rekannya tersebut.
__________
Jangan lupa dukungannya...