
Istana Seribu Batu adalah sebuah kastil luas yang terbuat dari batu, bangunan tersebut hampir mirip dengan candi dengan satu stupa besar sebagai pusat nya, yang di kelilingi oleh ratusan stupa yang lebih kecil.
Istana Seribu Batu merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak warisan yang berhubungan dengan kekuatan unsur elemen tanah di kawasan gunung Tiga Dewa.
Satu stupa besar itu seluas setengah lapangan bola, jadi stupa tersebut memiliki ruang ruang di dalamnya, di dalam salah satu ruangan itu lah tersimpan Jantung Bumi.
Di bawah stupa besar itu, melingkar ratusan stupa stupa dengan berbagai ukuran yang terlihat mengelilingi nya.
Ratusan stupa itu terdiri dari stupa ukuran sedang dan kecil yang berjajar dengan rapi sesuai ukuran nya.
Meski di katakan stupa kecil, sesungguhnya stupa itu juga sangat luas, satu stupa kecil seukuran dengan kamar lima kali lima meter.
Di dalam stupa stupa kecil itulah roh inti bumi bayi perunggu berada.
Jarak satu stupa kecil dengan stupa kecil lainnya sekitar puluhan meter, dan tiap tiap stupa memliki penjaganya masing masing.
Saat ini kelompok Fen Shanming tengah berada di salah satu bagian dari istana Seribu Batu tersebut.
Mereka mencoba untuk memasuki salah satu stupa kecil itu, namun ternyata penjagaan nya sungguh kuat.
"Kita mundur dulu..!." sesepuh Rong berteriak saat serangannya kembali di hancurkan oleh manusia batu yang menjaga stupa kecil itu.
Serangan yang sungguh kuat di ciptakan oleh sesepuh Rong itu, namun dapat di hancurkan dengan mudah oleh manusia batu, membuat pria tua itu memutuskan untuk mundur terlebih dahulu.
"Memang pantas, benda yang berharga pasti di jaga ketat." Sesepuh Ling bergumam sambil meloncat mundur menjauh dari stupa kecil yang jadi sasaran nya.
"Apa yang harus kita lakukan?, untuk mendekat saja kita kesulitan, apalagi memasukinya." Fen Shanming menjadi muram wajahnya, jika dahulu dia memasuki tempat ini hanya jiwanya saja kini dia benar benar berada di alam ini, dan itu sungguh berbeda.
"Tuan putri harus sabar, aku masih mencoba mencari kelemahan dari segel formasi pengaturan yang mengatur tempat ini." sesepuh Ling mencoba menenangkan putri mahkota.
Gadis secantik bidadari itu hanya mengangguk dengan lemah.
**
Yuang Fengying masih mengamati dari kejauhan tiga orang yang kini terlihat mundur, setelah tak berhasil mengalahkan pasukan batu.
Remaja tersebut mencoba mengawasi dan mempelajari apa yang mesti di lakukan untuk menembus para penjaga tersebut.
Meski pernah menghadapi pasukan batu sebelum nya, namun mungkin saat ini cara menghadapi nya sedikit berbeda.
"Nampak nya pasukan batu di sini jauh lebih kuat dibandingkan dengan yang ku hadapi di hutan kecil Larangan waktu itu." gumam remaja tersebut pelan, setelah sejenak mengawasi pertarungan tadi.
Dari pengamatan kekuatan visualisasi nya terlihat jika aura yang di pancarkan manusia pasukan batu itu terlihat kuat.
Jika dahulu pasukan prajurit batu itu berhasil di kalahkan nya setelah menghancurkan lokasi jejak keinginan yang di tanamkan di kepala makhluk itu, kini dia harus memastikan letak jejak keinginan itu di mana.
*
"Mari kita coba kembali..!," sesepuh Rong sudah meloncat kedepan, kembali mendekati stupa kecil yang berada di paling pinggiran.
Nampak nya kekuatan pria tua itu sudah pulih, dan dia kembali memimpin untuk memasuki stupa kecil itu.
Begitu pria tua itu mendekati wilayah stupa kecil, prajurit batu yang ada di sana langsung bergerak kembali menghadang.
Beberapa prajurit batu itu bahkan langsung mengayunkan senjata yang di genggaman nya.
Siiuu... siuuu.....
Sabetan pedang batu yang berkekuatan hukum tanah itu membuat gravitasi ikut menguat, jika lawannya tak memiliki kekuatan lebih maka pasti akan mempengaruhi kecepatan geraknya karena semua masa menjadi lebih berat beberapa kali lipat.
Sesepuh Rong yang mendapat serangan langsung mengeluarkan senjata yang dimiliki nya.
Sebuah tongkat dengan ujung atasnya terdapat kristal sudah berada dalam genggaman pria tua itu.
Begitu senjata itu di keluarkan dari ruang penyimpanan, aura kuat gravitasi yang tadi begitu mencekam langsung berkurang.
Traang....! traang...!
Pedang pedang batu yang berat itu membentur tongkat dengan ujung kristal milik sesepuh Rong.
Serangan langsung itu membuat alam sekitarnya bergetar hebat, serangan keroyokan itu membuat sesepuh Rong terdorong kembali.
Sementara Fen Shanming bergerak di sisi kiri sesepuh Rong, gadis itu bergerak begitu cepat tak terpengaruh dengan kekuatan gravitasi pasukan batu itu, karena gadis itu juga memiliki unsur elemen tanah yang lumayan kuat.
Setiap gerakan ayunan tangan nya selalu di ikuti oleh hukum kekuatan tanah yang dahsyat.
BAAM...
Serangan itu membuat pasukan batu berhamburan, ranah kultivasi Fen Shanming yang berada di Bumi Jiwa akhir sungguh sangat kuat, namun sayangnya pasukan itu tak mudah di hancur kan begitu saja.
Begitu mereka hancur maka akan menyatu dan bangkit kembali.
Sesepuh Ling yang masih mengamati lawannya mulai mendapatkan titik terang.
Wanita tua ahli struktur segel formasi pengaturan itu melihat ada semacam tanda dan rajah mantra dari tiap tiap manusia batu itu.
Wanita tua itu meloncat dan mulai mendekat ke arah sosok sosok batu tersebut, "Segel Tanah Menjerat..!."
Wanita tua itu melemparkan lengannya kedepan, dari gerakan itu tanah di bawah prajurit batu mulai bergerak, lalu bongkahan tanah itu mulai membelit kaki prajurit batu dan menjebaknya.
Jurus itu bukan jenis serangan yang mematikan hanya sebuah jebakan dan membuat lawan terjerat.
Meski kaki sosok batu itu terjebak dalam gumpalan tanah, namun ekstremitas bagian masih bebas, sehingga tangan sosok yang memegang senjata itu tetap berbahaya.
"Sial..!, aku tak bisa mendekatinya jika tak menghancurkannya..!." Sesepuh Ling sedikit kecewa karena jeratannya tak berjalan sesuai keinginan nya.
Wanita tua itu hanya mampu melihat rajah mantra tanpa mampu melihat aura yang terpancar dari jejak keinginan tersebut.
BOM..!
Wanita tua itu menghantam sosok manusia batu, agar tak terus berbahaya saat dia mendekat dan menyelidiki kelemahan rajah mantra makhluk makhluk itu.
Dari jarak yang cukup terjaga Yuang Fengying melihat itu semua dengan tersenyum, sebuah keistimewaan dari surga yang di miliki nya yakni 'kekuatan visualisasi' yang mampu menangkap kelemahan dari para prajurit batu itu.
Dengan kekuatan visualisasi nya Yuang Fengying mempu melihat jika jejak keinginan dari para makhluk prajurit batu itu di kendalikan oleh cahaya samar yang ada di dada manusia batu itu.
Dengan jejak keinginan dari penciptanya yang di tinggalkan di sana, sosok itu mampu hidup, bergerak dan sedikit memiliki naluri.
"Aku akan mencoba memasuki stupa ini.." Yuang Fengying bergerak ke arah stupa kecil lainnya yang berjarak beberapa meter dari stupa yang di bidik kelompok Fen Shanming.
___________
Jangan lupa dukungannya