Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
44. Ancaman Tersembunyi (Pria tua baju katun)


Keluarga An di kota Yinying sangat murka, melihat anggota keluarga nya kembali ke keluarga tersebut dengan kondisi terluka.


Bukan hanya satu orang saja, namun lebih dari itu.


Wang yang merupakan tuan muda pertama di keluarga dan di gadang gadang menjadi calon pewaris patriark pulang dalam keadaan terluka.


Wang memang murid dari perguruan Bukit Bayangan, namun tak seperti murid murid lainnya dia tidak tinggal di hunian yang sudah di sediakan oleh perguruan tersebut.


Mungkin bukan hanya keluarga An yang berlaku demikian, menarik anggota keluarga nya untuk tetap tinggal di kediaman keluarga meski status nya tetap murid utama perguruan tersebut, karena keluarga terpandang lainya juga melakukan hal yang sama.


Mereka menarik anggota keluarga nya untuk tetap tinggal di kediaman keluarga besar masing masing.


"Benar anak itu murid di perguruan Bukit Bayangan?," tanya Patriark keluarga An di kota tersebut.


"Benar Ayah, dia murid utama di sana."


"Hanya murid utama?."


"Iya Ayah."


"Berani sekali dia, menyinggung keluarga An dengan status seperti itu." sahut anggota keluarga yang lain.


Terlihat para tokoh tua dari keluarga itu, sangat mendukung untuk memberi pelajaran kepada anak yang telah mencoreng muka keluarga An.


"Kita hubungi Tetua Sue, agar dia memberi pelajaran kepada anak yang kurang ajar itu."


**


Di perguruan Bukit Bayangan.


Yuang Fengying sudah kembali di kediaman nya, kini anak itu masih menikmati kegembiraan nya, merasa senang dengan peningkatan kemampuan bertarung dan juga senang atas kepemilikan cincin penyimpanan nya.


Selain kedua hal tersebut, tentu saja karena banyak nya harta yang di punyai, meski sebenarnya bagi orang lain koin penukar sebanyak itu hanya secuil.


"Fengying.. keluarlah."


Sebuah panggilan terdengar dari luar.


Yuang Fengying lalu keluar dari hunian nya, di luar terlihat seorang pria yang tak lain adalah master Xingguang.


"Master Xingguang.?."


Yuang Fengying terkejut dan sangat kaget dengan sosok pria paruh baya tersebut.


Master Xingguang tersenyum, nampak dia sudah kembali dari menjalankan misi nya.


"Aku sudah mendengar semua presentasi mu, dan aku sudah berjanji jika akan mengangkat mu menjadi murid pribadi bukan?."


"Ayo kita ke paviliun kediaman ku."


Seperti mendapat durian runtuh Yuang Fengying mengangguk dengan senang, mengikuti master Xingguang menuju ke kediaman nya.


Menjadi murid pribadi adalah impian semua orang, meski master Xingguang bukan Tetua agung atau Patriark, tapi dia juga salah satu dari dua puluh Tetua terbaik di perguruan tersebut.


Sama seperti tetua jurusan, master Xingguang juga memiliki paviliun sebagai huniannya.


Yuang Fengying berlari mengikuti gerakan master Xingguang yang melayang di udara.


Mereka menuju ke salah satu gedung yang menjulang tinggi, gedung gedung tersebut adalah tempat tinggal para tetua, selain tempat tinggal deretan gedung gedung itu merupakan tempat pembelajaran sesuai dengan jurusan unsur elemen.


Yuang Fengying bahkan belum pernah menginjak ke gedung gedung tersebut.


**


Sepeninggalan Yuang Fengying, tampak beberapa sosok menyambangi tempat hunian anak tersebut.


Orang orang tersebut langsung mendobrak paksa pintu ruangan itu.


"Sialan nampak nya anak itu sudah tak disini."


"Memang nya kemana anak itu?, apakah sudah meninggal kan perguruan karena takut?."


Orang orang tersebut saling berkata-kata namun tak ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.


"Kita laporkan saja peristiwa ini kepada Tetua Sue."


Orang orang itu meninggal kan bekas tempat kediaman Yuang Fengying dengan hati tak puas.


**


Di tempat lain, di wilayah perairan antar benua yang luasnya seakan tak berbatas, terlihat sebuah kapal hitam tengah melaju dengan cepat menuju ke arah Benua Tanah Tengah.


Kapal tersebut berisi orang orang dengan kekuatan hebat, bahkan yang paling lemah dari rombongan tersebut berada di ranah Bumi Sejati.


Aura yang di pancarkan dari kapal tersebut serasa mengguncang langit, bahkan aura Kehadiran dan keberadaan orang orang itu bisa dirasakan hingga ratusan kilometer saking kuatnya.


"Berapa lama lagi perjalanan kita?." tanya sosok dengan baju Zirah keemasan.


"Maaf kapten, dengan kondisi kapal kita yang telah sedikit rusak paling cepat kita akan tiba tiga bulan lagi."


"Kecuali jika ada kepulauan dimana kita bisa memperbaiki kapal ini, kita bisa mempercepat perjalanan."


Kapten kapal yang memakai baju Zirah emas itu sedikit muram, pasalnya mereka saat ini berada di tengah samudra yang jaraknya beribu ribu kilometer dari kepulauan terdekat sebelum sampai di benua yang di tuju.


Ganas nya alam lautan dan dahsyat nya serangan binatang buas lautan, membuat kapal yang bisa menyelam dan mengapung itu sedikit rusak setelah menempuh perjalanan selama beberapa waktu ini.


"Andai saja segel formasi pengaturan perpindahan antar benua bisa kita bobol kita tak perlu repot repot seperti ini," keluh sang kapten kapal sambil mendengus kesal.


Memang benar apa yang dikatakan sang Kapten kapal tersebut, jika orang orang mereka berhasil membobol Lorong Teleportasi perpindahan dimensi antar benua, mereka tak perlu repot repot melakukan perjalanan dengan kapal laut yang begitu beresiko dan memakan waktu.


"Bagaimana pun juga perjalanan ini harus kita tempuh, kita harus melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kelompok kelompok yang menjadi mitra kita." kata pria tua dengan baju kain katun yang terlihat bersih.


Kapten kapal itu menunduk penuh hormat, "Benar apa yang anda katakan, Tuan."


Pria tua dengan baju kain katun tersebut adalah seorang Sovereign yang kekuasaannya melebihi para raja di benua Tanah Tengah.


Kultivasi nya tak terukur, di luar jangkauan dari apa yang ada di pikiran para makhluk di benua Tanah Tengah.


Seorang yang mampu menghancurkan sebuah istana hanya dengan kekuatan nya sendiri.


"Kita nikmati saja perjalanan ini, selagi nafas kita masih di tenggorokan." kata pria tua berbaju kain katun dengan sok bijak.


Kapten kapal hanya bisa mengangguk, dan kemudian terdiam.


Kapal masih melaju dengan kecepatan tinggi, namun demikian itu masih berkurang jauh jika dibandingkan saat dalam kondisi prima nya.


_____________


Jangan lupa dukungannya...