Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
88. Danau Beku


Saat ini rombongan keluarga Ying sudah berada di sebuah wilayah yang luas dan datar.


Wilayah tersebut terselimuti salju membentang sejauh mata memandang.


"Inilah batas Danau Beku, tempat dimana Bunga Salju Tujuh Jiwa yang kalian cari di mungkinkan berada, aku hanya bisa menemani kalian hingga sampai di sini." Xi Feng manusia beruang berkata sambil menengadahkan tangan nya, isyarat meminta imbalan yang telah di janjikan.


Ying Xue Yu melemparkan sebuah cincin artefak penyimpanan ke arah manusia beruang tersebut sambil berkata, "Periksalah di dalam cincin penyimpanan itu ada koin penukar yang sudah kita sepakati."


Xi Feng menangkap benda tersebut, lalu memeriksa dengan Indra spiritual nya sambil tersenyum menyeringai, "Terimakasih, senang berbisnis dengan anda tuan."


Sosok Binatang Iblis siluman itu langsung meninggal kan tempat tersebut dengan cepat begitu sudah menerima bayarannya.


Kini hanya tersisa Keluarga Ying dan pasukan yang di bawanya, termasuk Yuang Fengying dan Fei Hung alias master Seribu Ketrampilan.


"Ayo kita telusuri Danau Beku ini," Ying Xue Yu mulai melangkah menuju ke pinggiran danau yang airnya kini sudah berubah menjadi dinding es tebal tersebut.


"Menurut informasi yang aku dapatkan Bunga Salju Tujuh Jiwa ada di kedalaman dasar danau," master Seribu Ketrampilan berkata, matanya berputar mencari sesuatu.


"Benar aku pun mendengar begitu, hanya saja kita harus mencari di sebelah mana bunga itu kira kira berada."


Semua kini mengedarkan kekuatan Indra spiritual nya, mencoba mendeteksi di mana keberadaan benda yang di cari tersebut.


Yuang Fengying pun mulai mengaktifkan kekuatan visualisasi nya, sebuah kekuatan penglihatan yang bahkan ratusan kali lebih kuat dari Indra spiritual orang orang yang ada di sana, matanya langsung sedikit berpendar mulai memindai dasar danau beku itu, sejauh matanya memandang.


Matanya yang sangat tajam kini mampu melihat apa yang ada di kedalam danau, di dalam danau tersebut nampak sebuah kastil dengan warna putih sedikit keemasan, yang diselubungi oleh semacam lapisan pelindung yang sangat kuat.


Lapisan pelindung itu seperti menjaga wilayah kastil dari tekanan air dan bahaya di sekitarnya.


"Apakah kau melihat apa yang kulihat?." tuan Ying kedelapan belas bertanya kepada yang lainnya.


Dengan tingkatan kultivasi paling tinggi tentu saja tuan Ying ke-delapan belas memiliki kemampuan pandangan paling jelas, di banding yang lain, selain Yuang Fengying tentu nya.


"Aku samar samar melihat kastil tua," Ying Lan menyahut, namun sedikit ragu.


"Benar..!, kami juga melihat itu, meski tak terlalu jelas, bentuk apa itu," sahut beberapa orang dari pasukan yang dibawa.


"Mungkin Bunga Salju Tujuh Jiwa ada di sana, intuisi ku mengatakan seperti itu, kita harus memeriksanya kalau begitu."


Ying Xue Yu lalu memerintah salah satu pasukan yang dibawanya, seorang pria paruh baya dengan tingkat kultivasi di ranah Bumi Dasar level menengah.


"Turun lah, periksa tempat itu.."


Pria itu mengangguk lalu, mulai mengaktifkan unsur elemen air yang dimiliki nya.


"Tapak Pelebur ..!." teriak pria paruh baya tersebut, sambil menghantam kan sebuah pukulan yang tak terlalu keras, namun memiliki efek yang sangat luar biasa.


Ceeess...


Begitu permukaan tangan itu menyentuh lapisan es, dalam waktu beberapa tarikan nafas sudah tercipta rongga di permukaan dinding lantai es tersebut.


Lalu pria paruh baya itu langsung melompat masuk ke dalam danau beku.


Sebuah selubung dari unsur air tercipta oleh Kuasa airnya, berputar di sekeliling pria paruh baya itu, menjaga dan melindungi nya saat memasuki air yang sangat dingin.


Dengan sangat cepat utusan tersebut bergerak menuju ke kastil di dasar danau itu.


Namun sebelum pria tua itu sampai di dekat kastil, masih beberapa ratus meter, bahkan belum benar benar mendekati kastil tersebut, beberapa bayangan sudah bergerak melesat ke arahnya.


Seerr... seerrr....


Puluhan Buaya Salju Emas, nampak melesat kearah pria tersebut. itu jenis binatang buas biasa tingkat Raja, namun bukan binatang iblis.


"Awas..ada serangan..!," Tuan Ying kedelapan belas memperingatkan anggota nya dengan indra spiritual nya.


Pria paruh baya itu mengangguk, kemudian melambaikan tangan nya menebas seekor buaya yang paling dekat dengan nya.


Craass...!


Tubuh buaya itu langsung terbelah, Kekuatan seorang di tanah Bumi Dasar level menengah memang menakutkan, darah bangkai buaya langsung membanjiri air yang jernih tersebut, kini danau itu menjadi keruh oleh darah.


Bukannya takut saat salah satu buaya itu terbelah, puluhan buaya lainnya malah makin mendekat dan mengganas.


"Sialan..!, gawat..jika mereka menyerang ku..!." pria itu bergumam dan mengeluh mulai terlihat panik.


Merasa lawannya terlalu banyak yang berdatangan, pria itu kembali melesat kepermukaan.


**


Saat ini Ying Xue Yu tengah berpikir bagaimana cara memasuki kastil dengan penjagaan puluhan buaya yang ganas tersebut.


"Kita bagi dalam dua kelompok, lalu kita masuk dari arah yang berbeda, memecah kerumunan buaya." usul salah satu keluarga Ying yang lain.


"Ya kita bisa coba usulannya." tuan Ying kedelapan belas setuju dengan pendapat itu.


Rombongan tersebut kini di bagi menjadi dua kelompok, dua kelompok tersebut saat ini bergerak saling berjauhan karena ingin memecah kerumunan buaya.


Masing masing kelompok terdiri dari tiga puluhan orang, hampir semua orang tersebut memiliki unsur elemen dasar Air-Es, meski ada yang memiliki unsur tambahan lainnya.


Yuang Fengying satu kelompok dengan tuan Ying kedelapan belas, dia terpisah dengan master Seribu Ketrampilan karena para ahli memang di pisah.


"Ayo kita masuk..!."


Tuan Ying kedelapan belas memimpin kelompok nya memasuki danau beku, selimut gelembung tipis tercipta dari aura kekuatan yang di ciptakan tuan Ying kedelapan belas untuk melindungi kelompok tersebut yang bergerak menuju ke dasar danau itu.


Begitu kelompok tersebut masuk ke perairan, puluhan buaya yang terlihat ganas langsung bergerak berniat memangsa orang orang tersebut.


Sraaak...! sraaakk.....!


Buaya buaya itu langsung membuka mulutnya memperlihatkan gigi tajamnya, menerjang ke arah gelembung tipis yang menyelimuti rombongan itu.


Semua orang yang ada di rombongan itu langsung menggerakkan tangan, puluhan pedang air tercipta dan langsung menyerang binatang binatang buas tersebut.


Craaas.. craaass...


Sambaran sambaran pedang air tersebut sukses membunuh puluhan buaya yang nekat mendekat.


Setelah serangan balasan di lancarkan kali ini para buaya tak berani mendekat, karena ketika ada yang mencoba mendekat, binatang tersebut langsung di tebas oleh pedang air yang di ciptakan anggota kelompok itu tanpa ragu.


Kelompok pertama itu kini berhasil mendekati kastil setelah melewati kerumunan para buaya , bahkan rombongan itu kini sudah berada di sekitar lapisan pelindung yang menyelimuti kastil tersebut.


Semakin mendekat semakin terlihat betapa besarnya kastil itu, bangunan nya menjulang tinggi dan terlihat begitu kuno namun sangat kokoh.


Nampaknya kastil tersebut adalah Alam kecil ciptaan seorang tokoh hebat di masa lampau.


Alam kecil adalah sebuah bentang alam atau wilayah yang di buat dan di ciptakan dari kekuatan keinginan seseorang, dengan segala isi di dalamnya dan semua perlindungan nya.


Alam kecil juga biasanya di jaga oleh beberapa kekuatan pendukung yang masih tersisa, yang biasanya ada di sekitar tokoh tersebut selama hidupnya, seperti binatang, roh pusaka dan lainnya.


__________


Jangan lupa dukungannya..