Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
211. Bertemu kelompok Maoyin


Saat ini pedang yang semula ada di genggaman nya tiba tiba menghilang menyatu dengan kehampaan.


Yuang Fengying membuka genggaman tangan nya, entah mengapa saat ini senjata itu benar benar menghilang dari nya, tak hanya sekedar menghilang dari sudut pandang mata saja namun benar benar menghilang keberadaannya.


Pada kasus kasus tertentu sering seseorang bisa saja tak terlihat karena artefak pendukung nya, namun saat di tebas dengan serangan orang itu masih bisa terluka, karena dia hanya tak terlihat oleh mata namun tak menghilang dari tempat itu.


Tapi ini berbeda, pedang pelangi itu benar benar menghilang, bahkan dari perabaan.


"Eh, benar benar hilang rupanya." Yuang Fengying baru menyadari itu.


Jika semula dia masih tersenyum saat pedang itu perlahan lahan menghilang, namun kini setelah menyadari sesuatu remaja itu sedikit kecewa jika dia benar benar kehilangan pedang tersebut.


Lonjakan kekuatan yang tadi sempat memenuhi lorong tersebut juga berangsur-angsur menghilang seiring dengan ketiadaan senjata tersebut.


"Eh, bukankah tadi aku mendengar bisikan? Untuk memanggil Pedang Pelangi jika membutuhkan?." sejenak Yuang Fengying termangu teringat bisikan lirih di pikiran nya."Baiklah akan ku coba.."


Setelah terdiam sejenak dan berkonsentrasi.


"Pedang Pelangi...!."


Siuuu...


Pedang Pelangi tiba tiba terlihat dan menampakkan diri, melayang dan berputar mengelilingi badan Yuang Fengying.


"Eh." Yuang Fengying sejenak terkejut dan terpana, ada juga senjata dengan kekuatan seperti ini.


**


Maoyin terlihat masih mengendus udara, saat ini wanita itu sudah menjauh dari dua rekannya.


Setelah sejenak mengendus dan merasai udara di sekitar nya, wanita itu mulai merasakan sesuatu.


"Tak salah lagi, Bong ada di sana." wanita itu meloncat ke arah sisi lereng bukit.


"Hah..?!." mata Maoyin terperanjat saat menemukan sedikit sisa badan Bong terjepit di lereng itu.


"Pantas saja tak ada alur pertarungan di sekitar sini, rupanya badan Bong terlempar dari jauh dan langsung terperosok terjepit dinding perbukitan." wanita itu menatap sisa anggota badan Bong yang sedikit terlihat.


"Kalian berdua kemari lah..!." teriak Maoyin kepada dua rekannya, sambil menunjuk ke arah sebagian mayat Bong yang terjepit.


Dengan cepat dua rekan wanita itu mendekat, keduanya juga tak percaya dengan apa yang di temukan Maoyin.


"Siapa yang sanggup melakukan ini?." pria kurus dengan tatapan tajam bergumam tak percaya.


"Jebakan orang orang itu sungguh berhasil membunuh Bong dan mungkin juga Roa." pria dengan baju zirah emas juga mendengus pelan.


Setelah mengedarkan pandangan ke sekitar nya, "Kita cari mayat Roa kalau begitu, jika ketemu kita bawa menghadap tuan Pendamping Satu." pria dengan baju zirah emas memberikan keputusan.


Ketiga orang itu lalu memutari tempat itu, mencari mayat dari rekannya.


**


"Aku berhasil memiliki senjata tambahan yang luar biasa, surga sungguh berpihak kepada ku." Yuang Fengying tersenyum setelah kembali membiarkan Pedang Pelangi menghilang di kehampaan.


"Sebaiknya aku keluar dari tempat ini, sudah terlalu lama aku di sini."


Dengan segera remaja itu mengaktifkan kekuatan unsur elemen tanahnya, mencoba membuat terowongan dengan hukum tanah yang di kuasai nya.


KRAAAK...


Tanah tiba tiba terbelah, membetuk sebuah terowongan yang mengarah ke permukaan.


'Kuasa' atas elemen unsur memang sungguh luar biasa, hanya dengan imajinasi dan menggerakkan tangannya seseorang bisa menciptakan sesuatu yang menakjubkan.


Seperti saat ini Yuang Fengying menciptakan pintu keluar dari kedalaman tanah ke permukaan, bahkan dengan ratusan anak tangga tanah yang sangat eksotis.


Tanah bergetar dan terjadi rekahan saat lorong yang di buat Yuang Fengying tercipta.


Di saat yang hampir bersamaan, tiga orang masih terlihat melihat ke segala arah.


Pria dengan baju zirah emas juga terlihat meloncat karena getaran tanah makin kian kuat. "Keparaat..!, apa ini.?."


BRUAAAL...


Tanah terbelah dan tercipta lorong yang dalam, tak beberapa lama Yuang Fengying terlihat keluar dari dalam lorong tersebut, membuat ketiganya langsung siaga.


"Eh..," Yuang Fengying juga sedikit terkejut ada orang di tempat nya muncul dari dalam tanah.


Saat ini tiga orang itu masih menatap tajam Yuang Fengying, demikian juga dengan remaja itu.


Apalagi wanita dengan cadar jala, menatap dan mengendus Yuang Fengying dengan sungguh sungguh.


"Siapa kau bocah..?." wanita itu dengan sinis bertanya penuh dengan kecurigaan.


"Aku..?," sedikit kikuk remaja itu mengusap tengkuknya, "Aku hanya lewat."


"Ciih..!, apa kau dan rombongan mu yang telah membunuh kawan kawan ku..!!?." pria kurus dengan tatapan mata tajam langsung mendengus dan marah.


Pria itu berkata demikian karena mendapatkan isyarat dari Maoyin jika ada jejak Yuang Fengying di arena pertarungan Bong dan Roa.


Yuang Fengying merasakan aura membunuh dari ke-tiga nya sudah menguar. "Jika ku katakan bukan, apa kalian percaya.?."


"Bajingaan.. Jangan berkelit, ada jejak yang sama yang kau tinggalkan di area pertarungan ..!," Pria dengan baju zirah emas langsung meraung murka.


"Sekarang tunjukkan di mana kelompok mu berada, dan aku janji akan dengan cepat membunuh mu, tak akan menyiksa mu." pria kurus mulai menyebar ancaman nya.


"Kelompok..?, kelompok yang mana?."


"Bukankah kau dan kelompok mu yang sudah menjebak dua teman kami, menyerang dan membunuh nya?!.'' pria baju zirah emas makin murka saat Yuang Fengying sedikit kebingungan.


Yuang Fengying tersenyum, lalu mencibir, "Bagaimana jika aku seorang yang mengalahkan dua teman mu?."


"Bocah berandalan tak beradap..!, kau pikir dirimu hebat ya..! Mampu mengalahkan dua teman ku seorang diru..!?," wanita bercadar jala menghardik marah.


"Memang itu kebenaran nya, mau di kata apa coba..?." Yuang Fengying melipat kedua tangan di dada.


Dengan gestur ini membuat tiga orang dari benua lain itu makin terbakar amarah.


"Bajingan keparaat, mati saja kau..!." pria kurus dengan tatapan tajam sudah melemparkan lengannya kedepan.


Ratusan butir air yang tercipta di udara dengan cepat membentuk ratusan tombak kecil seukuran jarum dan melesat ke arah Yuang Fengying.


Siuu...


Siuu ..


Serangan ratusan jarum itu berdesingan melesat menuju ke arah Yuang Fengying.


Tiga orang itu menyunggingkan senyumnya, pasti tak lama lagi remaja itu akan mati dengan ratusan lubang di tubuh nya.


Weeng...


Namun dengan tenang remaja tersebut memutar lengannya, lalu gelombang angin terlihat berputar dan menyapu ratusan jarum yang berterbangan ke arah nya.


Tak..


Tak ..


Jarum-jarum air itu berguguran tertebas angin yang berputar putar di sekujur tubuh Yuang Fengying.


"Apa..!," Tiga orang itu membelalakkan matanya, tak menyangka remaja tersebut benar benar mampu bertarung sedemikian kuat.


"Hati hati..!, mungkin benar jika bocah ini bekerja sendiri mengalahkan Bong dan Roa." wanita bercadar jala mengingat kan rekan rekannya.


____________


Jangan lupa dukungannya