
Pria tua berbaju katun itu langsung membuka lembar Peta Dimensi, membentangkan alam tersebut dan memasuki nya.
"Di mana kau bajingan..!." teriak lantang pria itu.
Saat ini Li Chung dan juga Maoyin sudah ikut memasuki tempat itu, selain itu juga beberapa monster yang tersisa ikut bersama tuan nya itu, termasuk Zou, Zing dan Zang.
Yuang Fengying yang berada di rerimbunan pepohonan akhirnya muncul dan memprovokasi pria tersebut, " Ada apa teriak teriak?, aku tidak tuli seperti mu pria tua..!."
"Dasar pengecut, sembunyi di mana selama ini kau bajingaan.?." pria tua itu menelisik kekuatan lawannya yang terasa meningkat.
"Kurang ajaar ...! kau pasti mencuri kekuatan di alam ku ini..!," melihat kekuatan Yuang Fengying yang meningkat pria tua berbaju katun itu tentu meraung marah.
"Cuih, alam gersang seperti ini kau bilang memiliki kekuatan?." remaja itu mencibir, "Jika memang ada kekuatan, itu kekuatan jelek yang malah mencuri energi ku."
Pria itu menampilkan wajah buruk nya saat seorang remaja yang seumuran cucunya berani berbalas kata dengan nya.
"Bunuh...!." Pria tua itu meraung dan melambaikan tangannya.
Seluruh anak buahnya melesat menerjang ke arah Yuang Fengying dengan mengeluarkan serangan.
Mereka percaya diri karena sudah di beri pil penguat raga, sehingga kekuatan para budak dari pria tua berbaju katun itu kini berlipat ganda.
"Mati..!."
"Mati..!!."
Li Chung langsung mengeluarkan senjata andalannya, yakni kipas Dewa Angin.
Semetara Maoyin langsung mengaktifkan unsur elemen anginnya, membentuk cincin cincin angin di kedua lengannya.
Bukan hanya itu wanita yang selalu memakai cadar jala itu kini sudah menggenggam dua buah senjata yang beresonansi dengan unsur angin, yakni sepasang tombak angin.
Tombak itu hanya satu lengan orang dewasa panjang nya, namun kekuatan angin bisa terlihat dan makin menguat di ujungnya.
Zou kembali memegang tombak trisula, dimana kilatan petir terlihat meloncat loncat di ujungnya.
Sedangkan Zing dan Zang memegang pedang panjang dengan kekuatan membakar dan membeku kan.
Kekuatan kekuatan itu tentu saja sangat mengerikan, belum lagi para monster lain yang masih tersisa.
Jika serangan serangan itu di kerahkan sebelum kekuatan Yuang Fengying meningkat seperti saat ini, pasti akan merepotkan bagi remaja itu, bahkan mungkin saja remaja itu bisa kalah dan tewas.
Tapi untuk saat ini dimana kultivasi Yuang Fengying berada di ranah Setengah langkah Alam Berdaulat, dengan daya tempur jauh melebihi itu, semua serangan tersebut hanya di anggap angin lalu.
Ya..benar.., bagi Yuang Fengying saat ini, semua serangan itu di anggap nya hanya sebuah lelucon saja.
"Tarian Naga Foniks - Langkah pertama..!." Yuang Fengying mengibaskan tangannya, serangan itu hanya mengeluarkan kekuatan nya, kurang dari setengah.
Tangan yang memunculkan pedang Pelangi itu, menebas menciptakan sebuah gelombang yang mengerikan bagi lawan lawannya.
Gelombang kekuatan itu berisi aneka macam unsur elemen yang melesat menyibakkan dan menghancurkan apapun yang di lewati.
SSRAAAAAAKK.....
"Eh, pria tua yang berada jauh di belakang kaget dengan serangan Yuang Fengying yang mengerikan dan begitu cepat.
Semula pria itu percaya diri anak buahnya mampu menghancurkan dan menaklukkan remaja itu, karena semua anak buahnya sudah di beri nya pil pemulih raga kelas istimewa, sehingga kekuatan nya meningkat dua kali lipat dari semula.
Namun saat ini terjangan serangan lawan sungguh di luar perkiraan nya.
Serangan Yuang Fengying itu bahkan mampu mengguncang alam Peta Dimensi, mencabik cabik seluruh alam dan menghancurkan nya, sebelum akhirnya serangan itu menerabas menghantam semua anak buah pria tua berbaju katun.
Li Chung yang tengah menebaskan kipasnya menciptakan lesatan lesatan pedang angin menakutkan, kini terpana karena serangannya berbalik diiringi oleh kekuatan serangan lawan yang seratus kali lebih mengerikan dari serangannya.
Pedang pedang angin ciptaan nya terpental dan berbalik diiringi energi kekuatan lawan yang mampu meluruhkan apapun menjadi debu.
Maoyin juga tercekat, gelombang yang di ciptakan dari cincin cincin angin dan menguat mengerucut menjadi lesatan kekuatan berkat tombak anginnya, langsung buyar.
Zou yang menembakkan petir kehancuran, tersentak saat petirnya berbalik dengan unsur yang sama namun kekuatannya jauh berkali kali lipat dahsyat nya.
Zing dan Zang pun demikian, dua monster dengan tubuh setengah manusia setengah harimau itu langsung tergulung oleh kekuatan panas yang membakar dan dingin yang membekukan hingga jadi kristal.
BOOOUUUUUUUUMMMM.....
Semua menjadi debu terkena hantaman serangan tebasan Tarian Naga Foniks, setelah remaja itu meningkat kan kultivasi menjadi Setengah langkah Alam Berdaulat serangan itu sungguh mengerikan.
Pria tua itu membelalakkan matanya, sungguh tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Kekuatan absolut yang sungguh menakutkan, bahkan dirinya seperti nya tak akan bisa menciptakan sebuah serangan yang demikian.
"A.. A-apa yang telah kau lakukan?."
"B- benarkah semua musnah..?."
Rasa tak percaya masih menimpa pria tua itu, semua yang di jaganya kini berubah menjadi debu, seluruh tentara monster, budak budaknya dan alam ciptaan nya.
Pria itu gemetaran menahan amarahnya.
"BAJINGAAN...!," pria itu berteriak lantang dengan sangat marah, kesadaran nya kini telah pulih.
Kehancuran semua yang di miliki membuat kemarahan pria itu kini tak terbendung lagi.
KRAAAK.... BOOM..!
Aura kekuatan pria itu langsung meledak terlepas begitu saja, pria itu kini benar benar tak menahan kekuatan nya lagi.
Tak lagi peduli dengan alam Peta Dimensi yang nantinya mungkin akan hancur oleh ledakan kekuatan nya.
"Aku cincang kau berandalan tengik..!." pria itu mengeluarkan pisau hitam panjang nya, dari pisau itu keluar aura yang mengerikan tanda keganasan.
Selain aura mengerikan, senjata itu juga menguarkan bau amis darah yang sungguh menjijikan.
Itu adalah pisau dari kelompok Kegelapan, bahkan kaum ras iblis di benua ini juga tak memiliki senjata sekuat ini.
WEEENG....
Pria itu mulai mengayunkan tangan nya, menciptakan sebuah tusukan pisau yang memancarkan aura mengerikan, serangan tersebut menciptakan lesatan yang benar benar menakutkan.
Yuang Fengying menebaskan pedang Pelangi, menciptakan tandingan serangan yang memutus lesatan serangan lawan tersebut.
BLAAAAARRRRTT.....
Saat beradu suara ledakan di sertai gelombang kejut yang meratakan alam tersebut terdengar menakutkan, mengguncang alam Peta Dimensi, dan memecahkan Aray pelindung dari tempat itu.
KRAAAK...!
Retakan seperti sarang laba laba langsung tercipta saat itu juga, namun pria tua itu tak lagi perduli.
Dengan kecepatan yang tak bisa diikuti mata sembarang orang, tiba tiba pria tua itu sudah berada di belakang Yuang Fengying, menusukkan pisau nya mencoba membelah punggung remaja itu hidup hidup.
"Hah.." Yuang Fengying tercekat, sebuah gerakan yang begitu cepat dan mengerikan, bahkan dirinya tak menyadari itu.
SSRIING...
Tusukan itu hampir saja membelah punggung remaja tersebut jika tak segera merundukan badannya.
"Apa..!, berhasil menghindar..!."
___________
Jangan lupa dukungannya...