
Duduk di atas singgasana tuan Penguasa dengan penuh kewibawaan.
Di sebelah kanan dan kiri duduk empat orang tangan kanannya, salah satunya adalah pria tua dengan baju katun bersih.
Pria yang pernah berada di benua Tanah Tengah itu duduk di sisi kanan bersama seorang wanita tua dengan jubah warna merah gelap.
Di sisi kiri duduk dua orang yang memiliki wajah hampir mirip, mereka biasa di sebut sepasang malaikat kematian.
"Ada apa ..?!, cepat laporkan..!.'' suara Tuan Penguasa terdengar memecah keheningan, matanya tajam menatap orang orang yang bersimpuh di lantai dengan baju basah kuyup oleh keringat dan gemetaran.
"Saya Lang qhi dari zona lima mau melaporkan.." pria yang ada di sebelah kiri Li Chung berkata mendahului yang lain nya.
Pria itu dengan gemetaran menceritakan apa yang di alaminya di wilayah tugasnya.
"Ciih, dasar lemah..!, apa masih pantas kau di sebut pengikut ku..?." laki laki yang di sebut tuan Penguasa, itu menjentikkan jarinya, gelombang kekuatan langsung menerjang pria itu dengan ganasnya.
Nampak nya, tuan Penguasa kurang suka dengan cara kerja Lang Qhi, hingga belum berhasil menguasai wilayah tugasnya.
"Aarggh..!." Lang qhi langsung terlempar seperti bulu kena angin, pria itu terlempar begitu saja hanya dengan sekali jentikan jari, sungguh menakutkan kekuatan pria penguasa itu.
Padahal Lang qhi bukan kultivator biasa, dia sudah berada di ranah Kuasa Sejati, yang kata banyak orang adalah ranah tertinggi di benua Tanah Tengah.
Tuan Penguasa terlihat sangat murka, aura menakutkan masih berputar di tubuhnya.
"Siapa yang membawahi orang ini?."
Wanita tua dengan jubah merah gelap berdiri lalu membungkuk kan badannya sambil berkata, "Saya yang menjadi penanggung jawab zona lima Tuan ku."
Wajah wanita tua dengan jubah merah gelap terlihat suram, kesalahan bawahannya berarti juga kesalahannya.
"Bereskan apa yang menjadi masalah di zona Lima, apa kamu sanggup?." Tuan Penguasa terlihat gusar, dan memerintah wanita tersebut.
"Akan aku bereskan, tuan ku."
"Hmm, aku kasih waktu tiga bulan jika demikian."
Wanita tua dengan jubah merah gelap mengangguk dengan pasti.
Li Chung gemetaran melihat semua kejadian itu, dirinya juga ingin melaporkan perihal kegagalan yang menjadi tugasnya.
"Apa ada lagi yang ingin menyampaikan sesuatu?."
Meski gemetaran Li Chung mengangkat wajah nya, lalu dengan terbata bata mulai berkata, " Ampun tuan Penguasa, saya juga ingin melaporkan zona sembilan."
"Katakan.."
Li Chung makin gemetaran kala mendengar suara Tuan Penguasa, meski hanya perkataan singkat 'katakan', namun aura menekan terasa sangat mengerikan.
"Kami gagal menaklukkan zona sembilan, ...."
Lalu Li Chung menceritakan apa yang terjadi dengan kelompok nya, membuat pria tua dengan baju katun bersih terlihat suram wajah nya, demikian juga Tuan Penguasa.
"Kalian di kacau kan seorang bocah?!."
"Berandalan dari keluarga mana yang melakukan itu?."
"Apakah dari kelompok yang kuat?."
Li Chung menggeleng karena memang tak tahu apapun tentang remaja yang menjadi lawannya.
Tuan Penguasa mengangguk, menatap bawahannya tersebut.
"Jika masih bisa di rekrut menjadi anggota kita maka rekrutlah, namun jika memang tak mau menjadi bagian dari kita, bunuh..!."
Pria tua dengan baju katun bersih yang semula ingin memarahi anak buahnya, langsung terdiam begitu Tuan Penguasa berkata demikian.
"Kau atur saja paman." kata Tuan Penguasa lagi sambil menatap pria tua berbaju katun bersih.
**
Dua bayangan terlihat melesat di angkasa, mereka adalah Ying Zhi Dao dan Yuang Fengying.
Kecepatan terbang Yuang Fengying sungguh menakjubkan setelah kultivasi nya mencapai puncak Raja Bumi.
Bahkan remaja itu mengurangi kecepatan nya agar Ying Zhi Dao tak terlalu ketinggalan.
"Berapa lama waktu tempuh kita paman?."
"Dengan kecepatan seperti ini, mungkin tiga hari tiga malam, itu pun jika melewati jalur pintas, namun jika memutar mungkin satu minggu."
"Tapi jalur pintasnya sedikit berbahaya karena melewati wilayah daerah kekuasaan binatang monster."
"Wilayah binatang monster?." Yuang Fengying sedikit terkejut, pasalnya istana monster berada jauh di Utara, tapi kenapa ada wilayah istana monster di sini.
"Maksudnya wilayah itu berada dalam kekuasaan wilayah istana monster, meski tak berada di dekat istana binatang Monster."
"Ada ya yang seperti itu?."
Ying Zhi Dao mengangguk, "Di wilayah itu ada sebuah portal yang terhubung dengan istana monster, jadi alam seluas beberapa ratus kilometer persegi di sekitar portal itu di klaim milik istana tersebut."
"Oh.. Begitu ya.."
"Menurut mu bagaimana?." Ying Zhi Dao bertanya kepada Yuang Fengying.
"Jika memang masih memungkinkan kita lewati, kita lewat sana saja paman."
Ying Zhi Dao mengangguk, karena jika mengambil jalur memutar terlalu membuang waktu.
Lagipula jika mereka tak membuat masalah pastinya tak akan terjadi apa apa, bukan?.
Dua orang itu masih terus terbang melintasi angkasa hingga dari jarak limapuluh kilometer di depan mereka terlihat sebuah wilayah yang melebar dan terlihat di lingkupi oleh sebuah cahaya tipis namun cukup jelas terlihat.
"Di depan mulai memasuki wilayah istana monster, jangan kaget karena tempat tersebut sedikit berbeda dengan tempat kita yang biasanya."
"Berbeda? Mungkin mahkluk nya yang berbeda kali." Yuang Fengying hanya mengangguk saja.
Memasuki beberapa kilometer bisa di rasakan jika aura di wilayah tersebut memang berbeda, aura spiritual makin terasa kental di sana, mungkin dua kali lebih kuat aura nya.
Makin dekat makin terlihat jika wilayah tersebut sangatlah luas, wilayah itu seperti di selimuti semacam tabir tipis yang memendarkan cahaya samar samar.
"Kita harus lewat darat jika melewati tempat ini, karena aturannya seperti itu."
"Aneh." gumam Yuang Fengying pelan, namun remaja itu juga langsung turun ke daratan menyusul Ying Zhi Dao yang sudah menukik ke bawah.
"Itu gerbang nya, kita masuk ke sana."
"Hah.. wilayah binatang monster juga memiliki gerbang?."
Ying Zhi Dao tertawa mendengar perkataan remaja tersebut. "Tentu saja, mereka tak seperti yang kau bayangkan nak."
Gerbang yang indah selayaknya gerbang gerbang di Istana terlihat megah di hadapan keduanya.
Di sebelah gerbang itu berdiri beberapa orang yang menjaga tempat itu.
Yuang Fengying terkejut, pasal nya yang menjaga tempat itu ternyata manusia biasa.
"Mereka bukan manusia, mereka binatang iblis atau monster atau Siluman." Ying Zhi Dao lalu menerangkan tanpa Yuang Fengying tanya, karena terlihat jika remaja itu sedikit terpana dengan wilayah tersebut.
Yuang Fengying lalu teringat jika binatang iblis atau monster atau siluman bisa menjelma menjadi manusia pada umumnya dan mampu berkultivasi.
"Ayo kita masuk."
"Baik paman."
Kedua orang itu memasuki wilayah istana monster, setelah membayar sejumlah koin penukar, serta beberapa aturan yang di bacakan oleh para penjaga itu.
___________
Jangan lupa dukungannya