
"Apa maksud tuan?." Yuang Fengying bertanya, kenapa dirinya yang ahli struktur di larang berjalan di depan, padahal jika dia melakukan misi dengan orang orang yang berpengalaman justru seorang ahli struktur harus berjalan di depan untuk mendeteksi adanya struktur segel formasi pengaturan.
"Dasar bocah bodoh..!." Ying Loana mencibir, "Kau bisa mati jika ada bahaya, tingkat kultivasi mu sangat rendah..!."
"Benar..!, kau masih sangat lemah, makanya kau jangan berjalan di depan, biarkan kami yang akan memimpin jalan." wanita tua berbaju hitam yang merupakan guru Ying Loana berkata dengan penuh percaya diri.
Yuang Fengying hanya mengangguk meski sedikit kecewa, "Baiklah kalian pimpin jalan ini, aku akan berlindung di belakang."
Rombongan yang di pimpin oleh Ying Mo makin memasuki hutan di wilayah kastil tersebut.
Makin masuk ke dalam hutan, pohon pohon yang ditemui makin rapat, besar dan tinggi, bahkan beberapa pohon lingkar batangannya bisa mencapai beberapa meter diameter nya, serta tinggi nya bisa mencapai ratusan meter.
Makin mendekati tengah hutan dimana sumber cahaya berada, aura kuat makin terasa menekan semua orang itu.
GRoooaar...!
Tiba tiba raungan keras terdengar saat rombongan tersebut makin mendekati pertengahan hutan itu.
Seekor Singa rambut Api terlihat menghalangi jalan rombongan tersebut.
Binatang buas dengan tingkat Kaisar itu tampak memandang dengan garang ke arah rombongan Ying Mo.
(Tingkatan binatang buas: binatang biasa, binatang prajurit, binatang raja, binatang kaisar dan binatang langit)
"Hati hati ada binatang tingkat Kaisar..!," Ying Mo berteriak mengingatkan semuanya, jelas kepanikan terlihat di matanya.
Binatang tingkat Kaisar sangatlah kuat dan jarang di temui, kekuatan nya beberapa kali lebih kuat dibandingkan dengan binatang buas tingkat Raja, bahkan jika berhasil membunuh nya, harga inti roh binatang nya sangat mahal, karena mampu meningkatkan kekuatan unsur elemen seseorang sesuai yang di miliki binatang tersebut.
Roaaar...!
Singa bulu api meloncat sambil mengayunkan cakarnya, binatang itu juga meraung sangat keras, melakukan dua serangan.
Suara raungan itu sungguh dahsyat bahkan mampu melempar seseorang yang kultivasi nya rendah.
"Bentuk benteng pertahanan..!." Ying Mo mulai memberikan aba aba, begitu melihat dua serangan singa bulu api.
Rombongan tersebut mulai bergetar tangan nya, mengaktifkan unsur elemen Air-Es yang di miliki.
SRAAATT...
Sebuah perisai dari unsur elemen Air-Es tercipta dan menjadi penghalang antara singa tersebut dengan rombongan Ying Mo.
DEEERRR...
Gelombang kekuatan raungan Singa Bulu Api, membentur perisai yang tercipta dari unsur elemen Air-Es, raungan itu membuat dinding perisai bergetar, setelah itu di susul dengan lesatan cakaran singa yang bergemuruh menerjang, membuat perisai itu bergetar makin hebat seperti mau retak, padahal itu adalah perisai ciptaan beberapa orang yang berada di ranah Bumi.
"Serang..!." Ying Xue Yu, memberi perintah, untuk membalas serangan binatang tersebut.
Slaaash....! slaaassh.....!
Puluhan gambaran pedang air tercipta di angkasa, lalu dengan cepat langsung meluncur menebas ke arah Singa Bulu Api.
Serangan senjata dari unsur elemen Air-Es tersebut seperti rintik hujan yang menghujam ke bumi, melesat dan menerabas ke arah badan binatang tingkat Kaisar tersebut.
GRoooaar...!
Singa Bulu Api meraung kemudian melambaikan tangannya kembali, puluhan gambaran pedang dari Air-Es itu langsung buyar, hanya sebagian dari pedang pedang Air-Es itu yang mengenai badannya namun hanya menimbulkan luka gores saja.
Braak...! braakk....!!
Begitu serangan itu buyar, secepat kilat binatang Kaisar itu meloncat menghantamkan cakarnya kembali, membalas menyerang.
KRAAAK..!
Perisai itu mulai retak, terkena cakaran sang Singa.
Sungguh kekuatan yang menakutkan, membuat punggung semua rombongan itu basah oleh keringat.
Ying Mo meloncat, mengayunkan lengannya kedepan.
Sebuah bayangan pedang sebesar papan tercipta dan menebas ke arah badan Singa itu.
Weeeng...
Dengan sangat cepat Singa Bulu Api melenting, bergerak dengan lincah menghindari serangan tersebut, namun serangan itu juga masih menyerempet badan sang singa, meski tak cidera serius.
Begitu mampu menghindari sambaran pedang, singa itu meraung dan menerjang kedepan kembali.
Roaaar....!
Dari ujung mulut singa tersebut tercipta bola api, bola api itu makin lama makin membesar, kemudian langsung meluncur menerjang ke depan.
"Bahaya...!."
Semua berteriak ketakutan melihat kehebatan serangan singa yang mampu membuat udara menjadi mendidih.
Semua merasa terkunci oleh serangan tersebut, tak ada waktu untuk lari, tak ada kesempatan untuk menghindari selain dengan menangkisnya, tak ada lagi yang bisa di lakukan. Meski tangkisan perisai ciptaan mereka juga pasti hancur.
BAAANG ..!
Ledakan keras kembali tercipta, kekuatan ledakan Bola api tersebut menggerus dan mengikis perisai Air-Es yang di ciptakan bersama sama tersebut.
Tiba tiba.
DEEERR....!
Begitu perisai itu mulai menipis karena gerusan panas bola api, sebuah lapisan susulan yang berwarna putih keperakan melapisi benteng pertahanan tersebut.
"Apa..!, semua berteriak kaget, "Siapa yang membantu pertahanan kita dengan unsur elemen logam.?."
Belum hilang kekagetan orang orang tersebut sebuah bayangan meloncat menghantam kedepan dengan unsur elemen logam
"Tebasan Awan...!," Yuang Fengying meloncat mengayunkan lengannya menebas kedepan.
Sebuah jurus yang di dapatkan nya dari perguruan Tameng Jiwa, namun kini sudah semakin di sempurnakan hingga esensi kekuatan nya sudah melebihi kekuatan asli dari jurus seni beladiri tersebut.
Begitu lengan Yuang Fengying di lempar kedepan sebuah lesatan berwarna putih keperakan membelah udara menerjang ke arah Singa Bulu Api.
SLAAASSH...
Aura kekuatan yang berbeda terlihat saat lesatan serangan itu menerjang ke arah singa itu, dan seperti merasakan hebatnya kekuatan itu, Singa Bulu Api langsung meloncat menjauh dengan badan sedikit bergetar.
Lesatan serangan tersebut bukan hanya berisi unsur elemen logam namun juga memiliki kekuatan unsur elemen petir.
ROAAAR...
Singa Bulu Api langsung menjerit, begitu terkena sisa serangan tebasan tangan dari Yuang Fengying.
Untung saja singa bulu api sudah bergerak menghindar, jika tidak mungkin saja tetap akan terluka.
Binatang buas itu kini menghindar meninggalkan tempat itu, sedikit demi sedikit dia terluka oleh perlawanan orang orang dari rombongan Ying Mo.
Semua orang kini bisa bernafas lega, mulai menatap Yuang Fengying dengan tatapan yang sedikit berbeda.
Rombongan itu kembali melanjutkan perjalanan memasuki hutan yang ada di kawasan kastil.
Kini jarak antara rombongan dengan pusat cahaya semakin dekat, mungkin hanya sekitar dua kilometer dan aura yang terpancar makin membuat semua orang bersemangat.
___________
Jangan lupa dukungannya...