
Saat ini Yuang Fengying dan pria dari benua lain masih saling menatap dalam jarak beberapa ratus meter.
Jarak tersebut masih memungkinkan untuk keduanya saling menyerang jika memang menghendaki.
Namun nampaknya kedua orang tersebut saling menunggu, atau memang karena sama sama sudah kehabisan tenaga.
Mereka nampaknya menyimpan dan menyisakan kekuatan terakhir untuk berjaga jaga jika lawan melakukan serangan.
Jauh dari arena pertarungan keduanya, beberapa bayangan melesat dan mendekat kearah wilayah pertarungan Yuang Fengying melawan pria dari benua lain.
Mereka terdiri dari lima bayangan.
"Pertarungan itu berasal dari arah sana..!." salah satu dari kelompok tersebut menunjuk ke sebuah arah, dia adalah seorang wanita paruh baya dengan baju hijau gelap.
"Ayo kita kesana, jangan sampai ketinggalan dengan apa yang terjadi." sosok lain berkata kemudian meloncat menjadi seberkas cahaya.
Pria dari benua lain sedikit muram wajah nya, merasakan beberapa aura kekuatan yang menuju ke arah wilayah tersebut. "Ini tidak baik, aku harus meninggalkan tempat ini."
Begitu pria itu berkata demikian, sebuah kekuatan langsung meledak dari tubuhnya.
Nampaknya pria ini tengah membakar kekuatan inti Sejati nya, langkah ini terpaksa di lakukannya karena baginya saat ini keselamatan lebih utama, rekan rekannya sudah tak ada dan hanya tersisa dirinya.
"Apa yang di lakukan nya?," Yuang Fengying sedikit terlambat menyadari niat pria dari benua lain.
Saat ini sosok pria dari benua lain meledakkan kekuatan yang luar biasa, mendorong tubuhnya menjadi selarik sinar meninggalkan tempat tersebut. "Kita akhiri disini, jika ada kesempatan kita bertemu lagi." seru nya sebelum pergi.
Tak berapa lama pria dari benua lain pergi, aura kekuatan dari beberapa orang terasa menuju ke arah nya.
Lima bayangan bergerak sangat cepat dan berhenti setalah menemukan Yuang Fengying.
"Hmm, nampaknya tengah terjadi pertarungan hebat disini." seorang pria dengan baju totol totol mulai berkata.
"Ha..ha.. mungkin kita bisa menemukan harta warisan disini." sahut pria lainnya, dia adalah seorang laki laki dengan tubuh sedikit bungkuk dan membawa semacam buntalan di punggung nya.
Lima orang itu memutar matanya, tatapan liar mereka mengitari tempat tersebut dan baru berhenti ketika bertemu dengan pandangan Yuang Fengying.
"Kita bisa bertanya kepada bocah itu." satu pria dengan penutup kepala warna putih mulai mendekati Yuang Fengying.
"Teman kecil, apakah kau anggota kelompok ini? apa yang telah terjadi disini?." pria dengan penutup kepala putih itu mulai bertanya kepada Yuang Fengying.
Yuang Fengying masih menatap kelima orang yang ada di depannya, mencoba meraba kekuatan dari lima orang tersebut.
"Apakah kalian tidak berasal dari benua ini?." Yuang Fengying mecoba menebak nebak, karena orang orang tersebut terlihat asing dengan wilayah ini.
"Tepat sekali ucapan mu bocah, kami memang berasal dari tempat lain."
Mendengar perkataan itu Yuang Fengying langsung meningkat kan kewaspadaan nya.
Lima orang itu langsung menyadari perubahan wajah remaja di depannya.
"Tapi kami bukan kelompok orang orang yang menyerang tempat ini." wanita paruh baya berbaju hijau gelap mulai menyadari sesuatu.
"Ha..ha... kami tak perduli dengan kekuasaan, kami hanya tertarik dan menginginkan harta warisan yang ada di sini." pria berbaju totol totol menyela perkataan wanita paruh baya berbaju hijau gelap.
"Jika itu yang kalian inginkan silahkan, aku akan meninggalkan tempat ini," Yuang Fengying tak mau berurusan dengan orang orang tersebut, saat ini energi nya belum benar benar pulih sehabis bertarung dengan pria dari benua lain tadi.
Dengan meninggalkan tempat tersebut secepat mungkin maka akan mengurangi kemungkinan bahaya yang bisa terjadi.
Yuang Fengying sudah berbalik dan akan meninggalkan tempat tersebut, namun tiba tiba.
Saat ini orang orang tersebut menatap Yuang Fengying dengan pandangan yang sulit di jelaskan.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi." pria itu kembali berkata dengan tatapan serius.
"Pertanyaan yang mana?."
"Apakah kau anggota kelompok ini?." pria dengan penutup kepala putih maju selangkah.
"Aku bukan anggota kelompok ini." sahut Yuang Fengying cepat, jantung nya kini sudah berdebar kencang, melihat tatapan orang orang itu kini penuh selidik ke arah nya.
Lima orang itu tersenyum menyeringai, menatap Yuang Fengying penuh keserakahan.
Hal yang aneh menemukan seseorang di tempat pertikaian tanpa terluka parah, sedikit banyak pasti orang itu juga sudah mengambil harta benda di sana.
"Tinggalkan apa yang kau temukan disini, atau biarkan aku memeriksa penyimpanan mu."
Apa!!?, memeriksa ruang penyimpanan?, itu sama saja membuka semua rahasia harta yang dimiliki nya, tentu saja tak akan ada yang mau menerima perlakuan seperti ini.
"Cuih..!, kalian ingin merampokku??."
Lima orang itu memang bukan dari wilayah itu, tiga dari benua lain dan dua orang berasal dari benua tanah tengah namun berasal dari kerajaan lain.
Tiga orang itu adalah pria dengan baju totol totol, pria sedikit bungkuk dengan buntalan di punggung nya serta pria dengan penutup kepala warna putih.
Sementara wanita paruh baya dengan baju warna hijau gelap berasal dari wilayah timur dari benua tanah tengah serta satu sosok dengan topeng seram yang tak pernah berbicara sedikit pun, dia di duga berasal dari wilayah Utara.
Kelima orang itu membentuk sebuah kelompok yang mengkhususkan dalam pencarian harta warisan, mereka menamakan kelompok itu Walet Hitam.
Dengan makin kacaunya suasana benua tersebut kelompok pemburu harta warisan makin berani menampakkan diri terang terangan.
"Kami tak akan merampok mu jika kau menyerahkan benda temuan mu disini secara suka rela."
Yuang Fengying menatap sekeliling, mencoba mencari celah, namun remaja itu juga kembali mengaktifkan kekuatan unsur elemen nya.
Saat ini tubuh Yuang Fengying sudah terlihat berpendar, menandakan remaja tersebut telah mengaktifkan kekuatan yang di miliki nya.
Aura kekuatan yang terpancar dari Yuang Fengying membuat kelima orang itu terkejut.
"Kekuatan ini?, apakah bocah ini berada di ranah Raja Bumi?." pria dengan penutup kepala warna putih mengerutkan keningnya, tak menyangka kekuatan seorang remaja bisa setinggi ini.
"Berasal dari kelompok mana kau?." pria dengan penutup kepala warna putih, mencoba mencari tahu. Jangan sampai terjadi kesalahan yang bisa membuat kelompok mereka di kejar dan diburu nantinya.
Mendapatkan pertanyaan itu Yuang Fengying langsung teringat dengan plakat Keluarga Ying, dengan segera remaja itu mengeluarkan benda tersebut dan mengangkat ke udara.
"Keluarga Ying?." seru sosok bertopeng seram yang semenjak tadi tak pernah berbicara sama sekali.
Bagi seseorang yang berasal dari Utara pasti paham tentang keluarga Ying, salah satu keluarga kuat di benua Tanah Tengah ini.
"Apa hebatnya jika berasal dari keluarga Ying," pria dengan badan sedikit bongkok berkata dengan penuh meremehkan.
"Tutup mulutmu..!, kau belum melihat betapa berbakatnya anggota keluarga Ying ini." pria dengan topeng seram membentak rekannya.
"Ha..ha.. kalian semua tak perlu ikut campur jika takut, aku sendiri yang akan merampas harta bocah ini."pria dengan badan sedikit bongkok tiba tiba sudah maju melesat, pria yang juga berada di ranah Raja Bumi itu penuh percaya diri mampu meringkus remaja di depannya dengan mudah.
__________
Jangan lupa dukungannya