Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
65. Bertarung dengan Bunga Kematian


WOONG...!


Tiba tiba udara bergolak dan terasa pekat, alam seperti di putar balikan, kabut seperti menutupi tempat tersebut sepanjang satu kilometer.


Yuang Fengying tercekat, "Hah..!, ini alam jiwa, ini dimensi alam jiwa..!." sebuah dimensi bentukan lawan kini mengurung Yuang Fengying, membuat anak tersebut bergetar.


Dimensi itu adalah ciptaan tuan Ji yang berada di ranah Bumi Jiwa 2, dengan kekuatan nya saat ini pria paruh baya itu dengan mudah mampu mengurung Yuang Fengying di alam ilusi ciptaannya.


"Ha..ha..dasar bocah bodoh..!," ejek pria mata satu, saat melihat Yuang Fengying sedikit kebingungan terjebak di alam bentukan tuan Ji.


Yuang Fengying bergetar, sebongkah cahaya di Alam Jiwa seperti meledakkan cahaya menyebar ke seluruh tubuh Yuang Fengying, cahaya itu seperti melindungi Yuang Fengying, kini kesadaran anak itu meningkat, mulai melawan balik kekuatan dimensi alam ciptaan lawan.


"Hah..bocah ini mampu bertahan dari jebakan alamku?." Tuan Ji terperangah, berdasar pengamatan Indra spiritualnya ranah anak tersebut berada di tingkatan Menengah 7, dan itu memang benar.


Perbedaan mereka berdua bahkan harus melewati ranah Awal Tinggi, ranah Bumi Dasar sebelum mencapai Bumi Jiwa, seharusnya serangan Jiwa itu sudah merobohkan nya, namun hingga detik tersebut Yuang Fengying masih berdiri tegak, meski sedikit limbung.


"Tangkap bocah itu, jika kekuatan nya makin melemah..!," seru Tuan Ji, kepada dua rekannya.


"Apa perlu kita gunakan bunga andalan kita?."


"Jangan, anak itu bisa mati nanti," nona bulu emas memperingatkan pria mata satu.


"Tapi anak itu masih berbahaya saat ini..!." seru pria mata satu.


Saat ketiga orang tersebut masih terfokus kepada Yuang Fengying, sebuah kekuatan menghantam dimensi Alam jiwa bentukan Tuan Ji.


BYAAAR...!


"Berani nya kalian mengeroyok anak kecil..!." sebuah bayangan melesat dan menghancurkan dimensi alam jiwa tersebut.


Tuan Ji terdorong kebelakang, demikian pula dengan sosok tersebut.


"Master Xingguang..!," seru Yuang Fengying, setelah tahu siapa sosok yang menyelamatkan nya.


Seketika alam kembali seperti semula, kabut tebal yang menyelimuti tempat itu langsung sirna entah kemana, dimensi alam jiwa bentukan Tuan Ji sudah hancur musnah.


"Siapa kau..!," Tuan Ji, bertanya dengan garang dan menatap master Xingguang.


"Aku adalah master dari anak yang kau ganggu..!." balas master Xingguang tak kalah garangnya.


"Ha..ha..ha.. kebetulan kalau begitu, aku akan meminta ijin untuk membawa Murid mu menemui Tuan ku," Tuan Ji berkata dengan tanpa basa basi.


Master Xingguang hanya tertawa sumbang mendengar permintaan yang tak masuk akal tersebut.


"Aku tahu siapa kalian, kalian bukan dari golongan kebajikan, mana mungkin aku melepas murid ku untuk mengikuti kalian, memang aku sudah gila..!," master Xingguang berbicara panjang lebar.


Raut wajah ketiga orang itu menjadi sangat jelek, "Bagus jika kau sudah tahu siapa kami, berarti kalian sudah siap menanggung segala akibatnya."


"Hembusan bunga bakung kematian..!." Tuan Ji langsung merentangkan kedua tangannya, demikian pula dengan nona bulu emas dan pria mata satu.


Nampaknya selain menguasai unsur masing masing, seperti nona bulu emas yang menguasai unsur elemen Api, pria mata satu yang menguasai unsur elemen logam, tuan Ji yang menguasai unsur elemen udara, mereka juga wajib menguasai unsur elemen kayu, dimana dengan unsur elemen tersebut mereka mampu menguasai dan mengendalikan racun Bunga Bakung putih.


Kembali alam mulai menggelap, kekuatan kematian yang membuat bulu kuduk berdiri menyerang kedua guru dan murid tersebut, nampaknya gelapnya alam di sebabkan oleh serbuk bunga Bakung putih yang berputar putar menyebar menyerang dua sosok tersebut.


Daya racun yang di akibatkan oleh bunga tersebut sangatlah kuat, Jika sudah terkena racun itu orang tersebut akan berhalusinasi, tubuh dari orang itu akan lemas, denyut jantung nya akan melambat, lalu sesak nafas dan mati.


"Bahaya..!, tahan nafas..!." teriak master Xingguang mengingat kan, lalu mengaktifkan unsur Api dan petir yang di miliki nya.


Begitu juga dengan Yuang Fengying sudah mengaktifkan unsur elemen logam dan Api untuk membakar semua serbuk yang menghampiri keduanya.


Ctaaar...!


Ctaarr...!!


Ledakan terjadi saat guru dan murid itu mulai membakar serbuk yang mengurung keduanya.


"Ha..ha..ha..dasar bodoh..!," terdengar tuan Ji tertawa


Serbuk bunga Bakung putih tak akan hilang dengan di bakar, justru dengan di bakar maka asap dari racun itu akan menyebar semakin cepat, itu sungguh berbahaya.


Yuang Fengying yang memiliki tubuh Manusia Penguasa masih mampu bertahan, tubuh tersebut tak hanya memiliki kekuatan dalam menghadapi serangan fisik namun juga kebal terhadap serangan racun.


Sedangkan master Xingguang yang tidak mengkhususkan pada penempaan tubuh mulai goyah.


"Master..!," Yuang Fengying terkesiap, wajahnya pucat bukan karena serangan racun itu, tapi khawatir tentang keadaan gurunya.


"Menebas Angin Menghadang Badai..!." Yuang Fengying melempar tangannya ke depan, dengan sekuat tenaga anak itu balas menyerang lawannya.


Unsur logam bercampur dengan petir dan api kini melesat membentuk gelombang serangan.


Sebuah gambaran pedang besar ciptaan Yuang Fengying berputar dan menebas kearah ketiga orang yang masih fokus mengarahkan racun serbuk bunga Bakung putih.


DUAAARR...!!


Serangan Yuang Fengying berhasil di tahan oleh Tuan Ji, nona bulu emas dan pria mata satu, namun mereka juga terdorong kebelakang dengan menyemburkan seteguk darah dari mulut nya.


"APA..!." Seru ketiga nya, kaget tak percaya dengan kekuatan serangan tersebut.


Serangan itu berhasil membuat ketiga nya terluka dalam.


BRUUK..!


"Master...!."


Tubuh master Xingguang kini sudah ambruk, meski kesadarannya masih utuh, namun kini jantungnya sudah melemah, nafasnya sudah terasa sangat berat dan wajah nya sangat pucat.


"Aku mohon bertahan master..!." Yuang Fengying kembali berseru dengan panik, namun masih sambil mencoba menyerang lawannya.


Pada saat Yuang Fengying sudah terdesak, dan master Xingguang sudah terkapar meski masih bernafas dengan lemah, sebuah kekuatan lain tiba tiba menyeruak ke arena tersebut.


Alam tiba tiba makin terasa dingin, udara mulai di selimuti berkabut, bahkan kabut itu makin menebal lalu memerangkap ribuan serbuk bunga Bakung putih yang bergerak liar di udara.


Ketiga orang kelompok Bunga Kematian membelalakkan matanya.


"Siapa yang kurang ajar mencampuri urusan Bunga Kematian..!," teriak pria mata satu dengan amarahnya.


Suara tawa beberapa orang terdengar bersahut sahutan, lalu bermunculan beberapa orang yang mengepung tempat itu dari segala arah.


"K-kelurga Ying..?!." nona bulu emas berseru tertahan, melihat siapa yang datang.


Nampak seorang pria tua namun masih terlihat gagah, memimpin beberapa orang itu mengepung tempat tersebut.


Ying Xue Yu bersama sang keponakan Ying Lan, memimpin anggota yang di bawanya untuk mengurung wilayah itu.


"Lepaskan anak itu, jika kalian masih sayang nyawa kalian." Ying Xue Yu berteriak mengancam.


Tuan Ji langsung pias wajah nya, jelas sekali kekuatan tuan ke delapan belas dari keluarga Ying tersebut sangat lah kuat, gabungan tiga orang itu tak akan mampu untuk mengatasi nya.


Perbedaan mereka sangat jauh tuan Ying kedelapan belas saat ini berada di ranah Raja Bumi, jauh di atas tuan Ji yang berada di ranah Bumi Jiwa.


(Tingkatan kultivasi, Dasar, Menengah, AwalTinggi, Bumi Dasar, Bumi Jiwa, Bumi Sejati, Raja Bumi dan Kuasa Sejati)


____________


Jangan lupa dukungannya...


Terima kasih atas dukungan semuanya, dan buat kak Bilall putra Catalan terima kasih tips nya..