Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
114. Pagoda Lima Lantai


Semua orang yang semula menonton adegan perampokan itu kini terbelalak mata nya.


Selain kaget dengan kemampuan dan kekuatan 'pria tua' itu, juga kaget dengan keberanian nya, pasalnya berani menyinggung perguruan Cakar Iblis yang di wilayah tersebut terkenal hebat dan menakutkan.


"Siapa berandalan tua itu, berani sekali melawan orang orang Cakar Iblis."


"Ya, cari mati saja .."


"Pasti tak lama setelah ini, seluruh orang yang berhubungan dengan berandalan tua itu akan di musnahkan."


"Benar, dasar tua bangka bodoh, perguruan Cakar Iblis itu adalah pendukung pangeran mahkota, maka pasti kelompok pangeran pun akan membantu mengejarnya."


Semua celotehan orang orang itu langsung merebak.


Memang benar, di belakang pangeran mahkota banyak kelompok yang mendukungnya, meski tak selalu sejalan namun beberapa kelompok itu tetap menjilat untuk 'kekuasaan' pangeran mahkota kedepannya.


Yuang Fengying bukan tak mendengar, namun dia tetap terlihat tenang dan acuh tak acuh meninggalkan tempat tersebut dengan tak tentu arah.


**


Kelompok pangeran mahkota sudah memasuki pagoda pelangi lima lantai.


Saat ini mereka masih berada di lantai satu.


Meski dari luar terlihat hanya sebuah bangunan besar, namun begitu memasuki lantai pertama, orang orang itu seperti di bawa ke dimensi alam lain.


Mereka saat ini berada di sebuah padang luas dimana di situ terlihat beberapa tanaman aneh yang tumbuh di sana.


"Apa itu..?." Semua terkejut, namun sesaat kemudian wajahnya menjadi cerah.


"Itu rumput embun perak , ya benar itu tanaman yang langka..!."


"Di sebelah sana ada Jamur besi merah?."


"Di situ ada mawar Duri Emas...!"


Orang orang yang lebih pengalaman mulai mengenali tanaman tanaman tersebut, hal itu membuat jiwa serakah mereka bergetar.


Rumput embun perak, Jamur Besi Merah dan Mawar duri emas adalah tanaman yang banyak di cari oleh para pemilik unsur elemen logam, dengan mengkonsumsi herbal tersebut mereka bisa meningkatkan kultivasi setidaknya satu level.


Tanaman tanaman berharga itu seperti mengelilingi sebuah batang pohon yang ujungnya entah dimana, dan batang tersebut memiliki corakan aneh serta mampu memancarkan sinar dan aura yang kuat.


"Ayo kita panen tanaman herbal ini."


Beberapa kelompok langsung menyerbu ke arah tanaman tanaman tersebut.


Seperti kesetanan mereka mulai mencabut, memotong dan memetik tanaman tanaman tersebut dengan penuh suka cita.


"Surga berpihak kepada kita, karena tak ada Kekuatan apapun yang menjaga di sini."


"Ya, padahal biasanya tempat tempat seperti ini pasti ada yang melindunginya."


"Sedikit aneh tapi tak mengapa..ha..ha.."


Begitu tanaman tersebut sudah habis di panen oleh orang orang itu, alam tiba tiba bergetar lalu berubah dan berganti, sebuah kekuatan seperti membungkus dan membawa orang orang itu ke lantai pagoda yang lebih tinggi yakni lantai dua.


Semua merasa di mudahkan memanen barang langka dan berharga itu, membuat semua kelompok tersenyum senang.


**


Yuang Fengying yang masih berwujud sosok tua masih berjalan tak tentu arah.


Matanya memutari alam sekitar untuk memetakannya.


Namun sayangnya sebuah kekuatan yang ada di puncak tersebut tak memungkinkan nya untuk bisa terbang.


Seperti ada kekuatan yang tak terlihat dan mampu menekan udara, sehingga orang orang yang mampu terbang pun tak bisa menggunakan keahlian itu.


Orang orang hanya bisa meloncat loncat, sedikit melayang namun sejati nya bukan terbang.


"Hmm, alam yang aneh, atau memang kemampuan ku yang masih kurang sehingga tak bisa terbang di sini." Yuang Fengying mengeluh dengan situasi tersebut.


"Aku harus merubah kembali wujudku, karena setelah berurusan dengan Kelompok Cakar Iblis, pasti mereka akan mengejar ku."


Yuang Fengying langsung merubah wujudnya kembali seperti aslinya.


**


Penyebab nya tentu saja matinya orang orang Cakar Iblis karena pembantaian.


"Siapa yang berani melakukan ini?." Tan Yoengsan dengan marah bertanya ke sekitar nya.


Anak buah nya langsung menyebar, mengorek informasi dari orang orang yang ada di sana.


"Lapor tuan Yoengsan, menurut perkataan orang orang, pelakunya adalah sosok tua."


"Hmm, apakah pria tua yang mengalahkan nona Angsa Emas?."


"Kemungkinan iya Tuan."


"Lacak dengan anjing langit bersayap, kita kejar kemana dia pergi." Tan Yoengsan memerintah kan anak buahnya mengeluarkan anjing langit bersayap dari tas penyimpanan hewan yang di miliki nya.


Seekor anjing yang lebih gagah dan lebih kuat daya penciuman nya di banding anjing jenis Bloodhound keluar dari tas penyimpanan binatang.


"Lacak, siapa pelaku pembunuhan ini." salah satu pengendali binatang terlihat berbicara dengan anjing langit bersayap, membuat anjing itu mengangguk angguk mengerti apa yang di katakan pria tersebut.


Sesaat anjing yang besarnya seukuran anak kerbau itu mengendus, menjilat beberapa benda yang ada di sekitarnya, kemudian mencium udara dan melolong.


Kemudian dengan cepat anjing tersebut meloncat dan melesat ke suatu arah.


"Ikuti anjing langit bersayap..!." teriak Tan Yoengsan kepada semua anak buahnya.


Dengan cepat mereka melesat mengejar ke arah anjing langit bersayap menuju ke sebuah arah.


**


Yuang Fengying yang berjalan tak tentu arah, tanpa di sadari sudah berada di sebuah wilayah yang terlihat aneh.


Tempat itu adalah Lembah Kabut Pelangi, di mana saat itu Yuang Fengying masih berada di luar kabut tebal yang bersifat korosif.


"Hm, ini jenis kabut yang sama dengan yang ada di Hutan Kecil Larangan."


Pandangan Yuang Fengying makin di pertajam dengan kekuatan Indra visualisasi nya.


Senyuman terbentuk di wajahnya, "Meski hampir sama namun kabut ini lebih lemah, bahkan kekuatan visualisasi ku mampu melihat apa yang ada di balik kabut ini."


Dalam pandangan Yuang Fengying dia mampu melihat pagoda lima lantai yang ada di tengah kabut tebal tersebut.


Yuang Fengying langsung mengaktifkan kekuatan tubuh 'manusia Penguasa' dan unsur elemen logam nya, lalu dengan cekatan anak itu menerabas masuk ke dalam ketebalan kabut itu.


Saat ini Yuang Fengying sudah berada di depan Pagoda lima lantai.


Tatapan matanya langsung melihat keseluruhan bangunan tersebut.


"Cahaya itu berasal dari puncak tertinggi."


"Harta apa yang ada di sana?."


Remaja itu langsung masuk dari pintu selatan dari pagoda itu.


Saat ini Yuang Fengying sudah berada di lantai pertama pagoda itu.


Alam terdistorsi, ruangan langsung berubah menjadi padang luas dengan sisa sisa hasil jarahan orang orang yang lebih dulu masuk.


Matanya melihat padang luas ada dimana mana, di tengah padang ada semacam batang pohon yang menjulang tinggi dengan ujung yang tak terlihat.


Batang pohon itu terlihat memiliki corakan aneh seperti sisik binatang, tak seperti batang pohon yang biasa Yuang Fengying lihat.


"Hmm, pohon yang sangat besar, mungkin lingkar batang pohon itu beberapa puluh meter." gumam Yuang Fengying menatap pohon tersebut.


Karena di tempat itu semua tanaman herbal sudah habis hanya tersisa bekas bekasnya, maka Yuang Fengying mendekati batang pohon tersebut.


Remaja itu mengamati batang pohon yang aneh itu, melihat ke atas mencoba melihat ujung dari tanaman itu namun tak terlihat karena tertutup awan tebal.


"Akan aku panjat, setinggi apa pohon ini."


__________


Jangan lupa dukungannya...