
Yuang Fengying mulai menyadari, perguruan Bukit Bayangan tengah di serang dan akan hancurkan.
"Nampaknya ada penyerangan di sini, selama aku di pecahan dimensi alam kuno." Anak itu segera melesat meninggalkan gedung tua untuk menuju ke pertarungan terdekat darinya.
Saat itu, alam sekitar sungguh terlihat sangat kacau balau, kabut tebal telihat menyelimuti tempat tersebut serta radius beberapa kilometer di sekitarnya, membuat tempat itu seperti malam hari.
Semua orang seperti terganggu penglihatan nya, namun mata tajam Yuang Fengying tak terganggu oleh semua itu.
"Ah..itu master Xingguang..!," seru remaja tersebut, begitu di lihat nya sosok sang guru, segera remaja itu melesat kearah gurunya yang kini tengah jadi bulan bulanan lawannya.
Master Xingguang tengah di serang oleh pria bertopeng separuh beserta pasukannya.
Tongkat cakar senjata lawan terlihat ganas menyambar nyambar badan Xingguang, pria paruh baya itu bergerak secepat dia bisa untuk menghindari serangan tersebut dan juga serangan para mayat hidup, pasukan dari lawan tersebut.
Ada sekitar sepuluh mayat yang terlihat ganas menyerang Xingguang di bawah kendali pria bertopeng separuh, jika sedikit saja terlambat Yuang Fengying membantu nya, pasti nyawa pria paruh baya yang menjadi gurunya itu, sudah tak tertolong.
"Menebas Angin Menghadang Badai - Lesatan Kehancuran..!."
BAANG.. BAANG... BOOMM...
Beberapa kali Yuang Fengying mengayunkan lengannya, beberapa lesatan cahaya tercipta dan menerjang menghantam kearah mayat mayat tersebut.
"Fengying..!." teriak master Xingguang dengan nafas tersengal, namun sorot mata pria itu menggambarkan banyak kecemasan.
"Guru, bertahanlah..!." balas Yuang Fengying.
"Sebaiknya kamu lari, jangan malah ikut campur dalam pertempuran ini." lewat pesan telepati khusus Xingguang berbicara dengan murid nya tersebut, menurutnya sangat berbahaya bagi Yuang Fengying berada di sana sedangkan murid yang lainnya sudah di ungsikan.
Yuang Fengying tersenyum, dia tahu Guru nya pasti mencemaskan nya, tapi itu sungguh tak perlu.
"Jangan khawatir guru, aku tahu batasan kekuatan ku, jika tak sanggup aku pasti akan menghindar.' balas Yuang Fengying sambil melepas kembali serangannya.
Pria bertopeng separuh mendengus kesal.
"Dasar berandalan keparat..!, mengganggu kesenangan ku saja..!." pria bertopeng separuh menghardik marah Yuang Fengying yang di rasa nya ikut campur pertarungan nya.
Pria bertopeng separuh menatap Yuang Fengying, mencoba menelisik kultivasi anak muda yang ikut campur dalam pertempuran nya.
"Hmm, hanya ranah Bumi Sejati bertingkah, kekuatan yang tak lebih baik dari Guru nya." Pria dengan topeng separuh mencibir penuh ejekan di wajahnya.
"Kau yang makhluk keparaat, bosan hidup..!, berani mengacau di wilayah ini." Yuang Fengying membalas ucapan sosok bertopeng, saat ini remaja tersebut sudah berdiri di samping gurunya.
Setelah beberapa kali serangan tadi, mayat mayat hidup itu kini sedikit terlempar dan mengendurkan serangan.
"Aku akan menghancurkan kalian berdua ..!." teriak pria bertopeng separuh, wajahnya langsung muram dan penuh kemarahan.
Senjata tongkat cakar nya kembali di putar, membuat asap kehitaman kembali bergolak, memadat membentuk sebuah sosok kegelapan yang menjulang tinggi beberapa meter.
"Jiwa Kegelapan..!." sosok pria bertopeng separuh berteriak saat mengaktifkan bayangan kegelapan dengan kekuatan Jiwanya.
Gumpalan asap yang kini memadat membentuk sebuah sosok tinggi besar terlihat meraung dengan ganas sebelum melesat maju menyerang Yuang Fengying dan Master Xingguang.
Jika lawannya hanya master Xingguang sudah pasti akan mudah dikalahkan oleh sosok gumpalan asap tersebut, namun saat ini berbeda karena itu Yuang Fengying.
Remaja itu mampu dengan mudah melihat kelemahan dari sosok gumpalan asap yang di kendalikan oleh jiwa lawannya.
Sebuah sinar di bagian kepala sosok gumpalan asap itulah 'inti jiwa' yang di tanamkan untuk mengendalikan sosok gumpalan asap tebal itu.
Yuang Fengying tersenyum sinis, begitu mengetahui kelemahan lawannya dia langsung bergerak cepat menerjang gumpalan asap tebal yang terlihat mengayunkan lengannya.
"Anak bodoh, makhluk ciptaan ku tak akan mudah kau hancurkan..!," cibir pria bertopeng separuh dengan percaya diri, melihat Yuang Fengying yang akan menyerangnya.
Yuang Fengying tak menghiraukan itu, remaja itu terus melesat menyongsong sosok gumpalan asap yang juga menghantamkan pukulannya.
Makin ke ujung dari lengan sosok gumpalan asap makin nyata dan kuat, bahkan jari jari hingga pergelangan tangan sosok gumpalan asap sudah terlihat seperti sebuah tangan yang tercipta dari baja.
Wuuung...
Lengan sosok gumpalan asap itu terayun menghantam Yuang Fengying yang juga mendatanginya.
Sungguh serangan yang terlihat kuat dan mampu menghancurkan apapun.
"Matilah kau berandalan tengik..!," pria bertopeng separuh tersenyum sinis.
Laaap...
Serangan sosok bertopeng itu lewat beberapa jengkal dari badan Yuang Fengying, bahkan angin pukulan yang biasanya mampu mengelupas kulit lawan kini tak berefek apapun.
Kini Yuang Fengying terbang melesat menghindari sambaran lengan lawan dan langsung mengarah ke kepala sosok gumpalan asap.
BAAANG....!!
Dengan sangat cepat dan tak di duga Yuang Fengying menghantam gumpalan asap itu tepat di kristal cahaya yang bersinar di kepala makhluk itu.
BLAAARR....!
Kristal inti jiwa itu langsung pecah berantakan, begitu juga dengan sosok gumpalan asap yang langsung tersapu oleh angin, begitu inti jiwa yang mengendalikan nya hancur berantakan.
"Apa..!, mahluk ciptaan ku di hancurkan begitu saja..!." Raung pria bertopeng separuh dengan marah.
Kini pria itu melambaikan tangan nya, memerintahkan mayat mayat hidup itu untuk kembali menyerang.
"Mundur lah guru, pulihkan tubuh mu dengan ini." Yuang Fengying melempar pil pemulih raga yang di ciptakan nya.
Master Xingguang menangkap pil dalam botol tersebut, sejenak ragu untuk mundur.
Yuang Fengying menatap dan mengangguk meyakinkan guru nya.
"Yakinlah aku pasti baik baik saja."
Melihat sorot mata Yuang Fengying yang terlihat sangat yakin, master Xingguang akhirnya meloncat mundur, menelan pil pemulih raga sambil tetap mengawasi pertarungan itu dari jarak sedikit jauh.
Yuang Fengying tersenyum acuh tak acuh, "Baiklah, mari kita bermain main, aku penasaran dengan perkembangan Sabit Dewa."
Yuang Fengying mengangkat tangan nya, tiba tiba di genggaman nya muncul sabit dewa yang kini sudah bersinar dengan gagahnya.
Aura yang terpancar dari senjata itu mampu membuat dunia menjadi serakah untuk memiliki nya.
Pria bertopeng terkejut, tak di sangka lawannya memiliki senjata yang beraura menakutkan.
"Senjata Bertuah?, oh bukan.. senjata tingkat Raja Mistik? atau.." pria bertopeng sedikit bergetar, namun keserakahan muncul di wajahnya.
"Aku harus merebut senjata itu, meski aku belum tahu kehebatan nya, terlihat dari aura nya itu senjata kuat."
Pria bertopeng melesat maju menebaskan tongkat cakarnya.
Dari sisi kanan kirinya beberapa mayat hidup juga melesat maju menyerang beriringan, membentuk formasi penjebakan.
"Mati kau bocah berandalan tengik..!."
___________
Jangan lupa dukungannya