
Krataaaak...
Sraaakk...
Perisai perisai dari berbagai unsur tercipta dan melapisi wilayah sekitar Yuang Fengying dan Luang Yiang berada.
Perisai yang berlapis lapis itu cukup mengagumkan, selama ini tak pernah ada yang mampu menciptakan perisai berlapis semacam itu.
Meski mereka terjebak di tengah area pertarungan dari empat arah mata angin yang begitu mengerikan, maka Yuang Fengying pun menciptakan perisai dari berbagai unsur elemen agar benar benar terlindungi, dan saat ini keduanya sangat terlindungi.
"Apa itu..?, mengapa ada pertahanan semacam itu?." rekan Tuan Zhang yang bertarung di sisi Utara melawan petinggi Lembah Tiga Puncak terlihat terkejut.
Pria tinggi besar dengan kepala botak itu begitu tertarik dengan pertahanan seperti itu, karena seni beladiri yang di pelajari nya juga mengolah kekuatan pertahanan tubuh.
"Botak sialan..!, kau masih meremehkan kekuatanku rupanya? saat bertarung pun masih sempat memperhatikan yang lain?." lawan dari pria botak itu meraung dengan murka.
Pria tinggi besar dengan kepala botak itu menyeringai, sebelum berkata, "Aku makin tertarik menghancurkan tempat ini dan menemukan serta merebut artefak pertahanan yang kalian miliki."
Lawan pria botak itu sedikit kebingungan dengan apa yang di katakan lawannya, pasalnya di Lembah Tiga Puncak tak ada artefak pertahanan yang di maksud.
Pria botak yang bertarung dengan tetua Lembah Tiga Puncak berbaju coklat kemudian melesat mendekatkan diri, bagi pria botak bertarung langsung adalah keahlian nya.
"Terjangan Pedang kosong...!.'
Namun tetua berbaju coklat memutar tombaknya, dari tombak tersebut menerjang angin keras yang membentuk semacam pedang pedang angin dan meluncur cepat menyerang pria botak tinggi besar tersebut.
Pedang angin yang melesat itu sangat kuat dan ganas, menerjang dengan kecepatan yang sangat cepat dan mampu menembus apapun.
Pria botak tinggi besar meraung saat mengaktifkan kekuatan pertahanan dirinya. "Kekebalan Baju Besi...!."
Saat ini badan pria botak tinggi besar itu bertambah tinggi beberapa inci, demikian juga dengan tubuh nya makin melebar seperti di lapisi sesuatu.
Badan pria botak itu kini bersinar cemerlang seperti sebuah kristal yang sangat kuat.
Kekuatan pengolah raga yang sungguh menakjubkan.
Teeng.. teeng.... teeng....
Pisau pisau angin itu membentur badan pria botak itu, dan hebatnya fisik pria tersebut tak mengalami luka goresan apapun.
"Apa..!, terjangan Pedang kosong ku di mentahkan begitu saja..!." tetua berbaju coklat menggeram marah.
Tetua berbaju coklat kembali mengayunkan tombaknya ke atas, dari gerakan itu tercipta bayangan pedang raksasa setinggi sepuluh meter.
"Esensi Pedang Tunggal.."
Tetua berbaju coklat menghempaskan tombak nya kedepan, bersama dengan itu bayangan pedang raksasa langsung melesat menebas kedepan.
WEEENG...
Pedang sepanjang sepuluh meter tersebut menerjang ke arah pria botak tinggi besar.
Udara bergolak saat bayangan senjata sepanjang sepuluh meter itu membelahnya sekitarnya.
BAAAM....!
Pedang besar itu menabrak pria botak dengan keras, meski tadi pria itu sudah mengerahkan pukulan nya untuk mengurangi kekuatan serangan tersebut.
"Aarggh..!." pria botak itu menjerit dan terdorong kebelakang.
Tetua berbaju coklat juga terlempar kebelakang akibat pukulan pria botak yang melebar dan menyebar kearahnya.
Kedua orang itu menghentikan sejenak pertarungan nya untuk memulihkan diri.
Di sisi selatan dua orang yang lain juga masih bertarung dengan seru.
Mereka adalah salah satu tetua, yakni Tetua kedua Lembah Tiga Puncak, melawan sosok manusia Iblis yang tubuh nya berwarna ungu.
Keduanya juga terpana dan tertarik dengan bentukan perisai itu, perisai yang terlihat berwarna warni saling tumpang tindih dan memancarkan daya tolak yang sungguh luar biasa.
"Artefak itu akan menjadi milik kami." Manusia Iblis berwarna ungu berkata dengan mata berkilat penuh keserakahan.
Tetua ke-dua hanya tersenyum masam, dirinya juga heran siapa yang telah menciptakan perlindungan seperti itu di tengah medan pertarungan, jika orang tersebut semakin kuat tentu saja perlindungan nya akan semakin luas dan kuat.
"Terserah kau saja, itu jika kau bisa mengalahkan ku..!." tetua kedua meringis menatap lawannya.
Manusia Iblis berwarna ungu merentangkan tangannya, "Tentu saja itu akan ku lakukan, aku akan mencincang dan memakan tubuh mu." katanya.
Dari kedua tangan manusia iblis itu tercipta asap ungu yang mulai menyebar ke arah arena pertarungan keduanya.
Dari dalam ketebalan asap ungu perlahan muncul cakar cakar yang bergerak mendekati tetua kedua.
"Ilusi Pengikisan Dunia Ungu...!"
Asap ungu makin menyebar dan melebar, tangan tangan dengan membentuk cakar tajam mulai bergerak makin mendekati tetua kedua, seakan tangan itu muncul dari kedalaman neraka.
"Huh..!, jurus kekuatan Jiwa yang di padukan dengan serangan fisik, ini ilusi yang sangat kuat." tetua kedua mendengus, lalu tangannya melambai mengeluarkan semacam tingkat kecil dari dimensi penyimpanan nya.
"Segel Pelindung Jiwa...!." tongkat kecil yang merupakan artefak pelindung serangan jiwa di hentakkan kedepan, cahaya tipis menyebar dan menyerap kekuatan jiwa yang tercipta dari serangan tersebut.
**
Di daratan Yuang Fengying menatap pertarungan keempat area itu dengan tak berkedip.
Dengan melihat pertarungan tingkat tinggi tentu saja pemahamannya makin bertambah.
Melihat ke Utara ada pria botak yang bertarung melawan tetua berbaju coklat, dari pertarungan itu Yuang Fengying bisa memahami tentang serangan kekuatan angin dari tetua berbaju coklat dan pertahanan fisik dari pria botak.
"Ooh, begitu.." remaja itu menyalin semua yang di lihatnya dalam memori otak nya yang sungguh luar biasa.
Di sisi timur jelas ada pertarungan tetua berbaju putih melawan tuan Zhang, dari pertarungan itu Yuang Fengying mampu memahami kekuatan serangan petir dari Tuan Zhang dan kekuatan yang di keluarkan tetua berbaju putih.
Di sisi selatan ada pertarungan Tetua kedua melawan manusia iblis, dari area pertarungan ini Yuang Fengying mampu mempelajari dan memahami tentang serangan jiwa dan penangkalnya.
Remaja itu tersenyum senang, dengan lapisan pelindung yang di ciptakan nya, ternyata mampu benar benar menangkal semua sebaran kekuatan yang meluber ke arahnya.
Di sisi lain dia bisa menonton pertarungan yang ada di wilayah empat mata angin dengan leluasa tanpa takut terluka dan celaka.
Luang Yiang sudah pingsan di sebelah nya, sebelum tadi Yuang Fengying mengaktifkan seluruh unsur elemen pelindung nya.
**
Di sisi barat adalah pertarungan yang paling dahsyat dari pertarungan lainnya.
Di sana terlihat tetua pertama dari lembah tiga puncak tengah menghadapi seseorang yang berasal dari benua lain.
Saat ini kedua orang yang berada di ranah Kuasa Sejati, ranah tertinggi di benua Tanah Tengah sedang saling gempur dengan kekuatan yang dimiliki nya.
Tetua pertama yang memiliki unsur elemen Api dan Air terlihat sudah menggabungkan dua kekuatan itu.
Satu tangan terlihat membara, dan satu lagi tangan nya terlihat memutih dengan gumpalan salju yang menyelimuti nya.
Meski jaraknya sangat jauh, Yuang Fengying mampu melihat itu dengan kekuatan visualisasi nya.
"Aah, sungguh luar biasa orang itu, mampu menggabungkan dua kekuatan yang berlawanan dengan mudahnya." remaja itu terpana dengan apa yang di lihatnya.
Selama ini menggabungkan dua kekuatan yang berlawanan sangat lah sulit.
_________
Jangan lupa dukungannya