Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
68. Master Seribu Ketrampilan


Seorang pria tua sedikit botak dan rambut awut awutan tengah berada di sebuah ruangan di kediaman nya.


Di depannya terdapat sebuah tungku perapian, dia tengah membuat sebuah formula ramuan dari apa yang di inginkan nya.


Cekrrekk...


Sebuah suara yang tak aneh di telinga nya, terdengar nyaring dan terlihat sangat mengganggu dirinya.


"Kurang ajar..!, siapa yang berani membobol rumahku..!," teriaknya dengan kasar.


Tangannya menyambar sebuah benda kecil pipih semacam (remote) lalu menekannya.


Tiit....!


Sebuah patung besi dari beberapa patung besi yang ada di dekatnya langsung memancarkan seberkas cahaya dari matanya, itu adalah semacam sosok manusia robotik.


Sosok robotik itu kini bergerak menghampiri pria tua tersebut dan mengikuti langkah sang tuan.


"Cari mati berani membobol rumah kediaman ku..!," racau pria tua itu sambil melangkah menuju ke arah ruang depan kediaman nya.


**


"Bajingan tengik..!, siapa kalian...!." bentak pria tua sedikit botak yang tak lain adalah master Alkemis dan Mekanik terkenal, Master Seribu Ketrampilan.


Manusia baja robotik yang ada di sebelah nya kini sudah berdiri melintang di depannya untuk melindungi sang master.


Manusia robotik itu sudah menghunus pedangnya, dan di arahkan ke arah beberapa orang yang memasuki rumah itu.


Aura yang di pancarkan oleh sosok robotik memguar menekan ke arah beberapa orang yang baru datang itu, dari sini bisa di ukur jika kekuatan manusia robotik itu berada di tingkatan manusia ranah Bumi Jiwa.


"Serang para penerobos itu..!." master Seribu Ketrampilan, berteriak kepada manusia robotik.


Weeeng - -


Manusia robotik meloncat, meski gerakan tersebut sedikit kaku namun kecepatan nya cukup menakjubkan.


Sriing..


Pedang lebar itu menebas kearah kerumunan orang itu.


Gejolak kekuatan serangan menyeruak membelah kerumunan orang itu.


Tiba tiba sebuah kabut tebal tercipta hanya dalam sepersekian detik, membentuk perisai menahan serangan tersebut.


BAAMM..


Hantaman pedang manusia robotik tertahan lapisan pelindung tersebut, menggetarkan tempat itu.


"Tahaaan.. serangan mu...bodoh..!, dasar tua gila..!," teriak tuan kedelapan belas, dengan kesal.


Master Seribu Ketrampilan menyipitkan matanya, "Xue Yu..?, kau benar benar Xue Yu..?...ha..ha..!, kau akhirnya datang ingin memohon ampunan ku ya..!."


Terdengar master Seribu Obat meracau, tertawa namun tatapan matanya tetap saja beringas.


Tiit...


Tiiit...


Master Seribu Ketrampilan memencet lagi tombol tombol benda pipih (remote ) di tangannya, dari balik tiap tiap ruang di rumah tersebut bermunculan beberapa sosok manusia robotik yang langsung mengepung tempat tersebut.


"Hentikan..!, aku benar benar minta maaf atas kesalahan ku..kumohon hentikan Fei Hung..!," teriak tuan Ying Xue Yu.


Dahulu kala antara Ying Xue Yu dan master Seribu Ketrampilan yang bernama asli Fei Hung adalah sahabat kental, meski demikian keduanya memiliki ketertarikan pada hal yang berbeda.


Jika Ying Xue Yu tertarik di bidang kultivasi, tidak demikian dengan Fei Hung yang tertarik di bidang Alkemis dan Mekanik, tapi itu tak menghalangi persahabatan kedua nya, hingga akhirnya Fei Hung berhasil menemukan senjata pemusnah masal (bom) dalam bentuk terkecil nya, senjata itu bekerja dengan cara di lempar dan meledak(mirip petasan).


Saking senangnya akan keberhasilan sahabat nya Ying Xue Yu berkoar koar mengumumkan penemuan tersebut, padahal Fei Hung sudah mewanti wanti untuk merahasiakan peristiwa penemuan tersebut.


Bahkan beberapa pihak mengancam nyawa dari sang Master Seribu Ketrampilan, jika tak menuruti apa yang mereka inginkan.


"Sudah terlambat..!, kenapa sangat lama..!," Master Seribu Ketrampilan masih saja mendesis kesal.


Sosok sosok manusia robotik kini mulai menyerang, sejumlah orang tak di undang tersebut.


Serangan dari makhluk makhluk ciptaan itu cukup merepotkan orang orang Ying Xue Yu.


Kekuatan manusia robotik yang setingkat dengan manusia di ranah Bumi Jiwa itu membuat Ying Xue Yu dan rombongan kocar kacir.


Perbedaan manusia robotik dengan manusia biasa sangat jelas, mereka tak memiliki rasa takut, tak memiliki rasa sakit dan yang jelas tak memiliki rasa lelah, selama energi yang tersimpan di sana mencukupi.


"Ha..ha.. rasakan serangan pasukan ku..!." master Seribu Ketrampilan tertawa senang melihat pasukannya mampu merepotkan Ying Xue Yu dan orang orangnya.


Plok..! plok..! plok...!


Seperti anak kecil yang mendapat kan mainan nya, master Seribu Ketrampilan bertepuk tangan kegirangan dan meloncat loncat kesenangan.


"Ayo hajar..!, sikat..!." teriaknya.


"Yeess..!!." sang master mengepalkan tangannya dengan gerakan penuh kepuasan saat salah satu pasukannya mampu menjatuhkan anak buah Ying Xue Yu.


"Dasar tua Bangka gila..sialan..!," Tuan Ying Xue Yu merutuk dengan kesal.


"Kristal Es Keabadian..!."


Tangan tuan kedelapan belas merentang, kabut tercipta dari gerakan tersebut, suhu di dalam ruang tersebut langsung turun drastis terutama di sekitar manusia robotik, sebagian dari kabut itu mulai membungkus tubuh manusia robotik.


Sesaat manusia robotik terganggu gerakannya.


"Bagaimana Fei Hung?, pasukanmu kini tak berkutik..!," ledek pria tua yang masih terlihat gagah, mencibir ke arah master Seribu Ketrampilan.


Master Seribu Ketrampilan, menekuk wajahnya, mulutnya manyun terlihat jelek, lalu tangannya memencet tombol yang lain dari benda yang masih di pegang nya.


Sorot mata manusia robotik tiba tiba berubah menjadi merah yang semula kuning.


Kini dari lipatan tangan manusia robotik itu keluar sebuah bulatan bulatan sebesar kelereng.


"Baiklah kau yang memaksa..!, terima akibatnya..!," teriak master Seribu Ketrampilan sambil meloncat mundur.


BOOM...! BOOOM...!


Ledakan keras terjadi saat manusia robotik meremas benda benda tersebut, melemparkan Ying Xue Yu dan orang orangnya ke belakang.


Meski ledakan bunuh diri itu terasa kuat namun tangan manusia robotik hanya melesak kedalam tak mengalami rusak serius, betapa kuatnya sosok sosok tersebut.


"Keparaat..tua gila...!." Ying Xue Yu meracau dengan keras. badannya menabrak dinding rumah baja, untungnya rumah tersebut terbuat dari unsur logam yang kuat sehingga tidak jebol dan porak poranda, jika itu dibangun dari unsur elemen tanah pastinya sudah rusak parah.


Yuang Fengying juga terlempar, namun fisik nya yang kuat tak mengalami cidera apapun.


"Gila..sungguh kemampuan yang gila, ternyata ada juga kehebatan seperti ini." Yuang Fengying masih terpesona dengan apa yang dilihatnya, itu adalah hal yang baru dan kemampuan yang baru.


Kemampuan mata Yuang Fengying langsung di aktifkan, dari tampilan yang di dapatkannya, terlihat bahwa semua energi lawan ternyata berasal dari sebuah batu bulatan (baterai) sebesar kepalan tangan orang dewasa, yang tertanam di punggung belakang sosok sosok tersebut.


"Bagaimana Ying Xue Yu..?, apakah kau menyesal telah mengkhianati ku..?."


"Mengkhianati apa coba?, dasar tua gila, aku juga tidak tahu akan seperti ini jadinya."


"Dan sampai saat ini aku menyesal dengan kebodohan ku.." Ying Xue Yu terlihat tertekan dengan tuduhan tersebut.


Master Seribu Ketrampilan hanya mencibir kan mulut nya, rasa kesal memang masih ada namun tak sebesar sebelum nya.


___________


Jangan lupa dukungannya...