Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
37. Tubuh manusia Penguasa


Yuang Fengying membuka matanya, entah sudah berapa lama diri nya berendam dan melakukan meditasi di tempat itu.


Kolam inti perak kini sudah tak lagi berwarna keperakan, bahkan cenderung berwarna kehitaman sedikit kotor, mungkin itu adalah kotoran yang keluar dari pori-pori tubuh anak tersebut.


"Hmm, tubuh ku makin terasa padat," anak itu membuka matanya lalu melihat ke sekeliling.


Di lihatnya air tempat berendam sudah tak lagi keruh keperakan namun cenderung seperti air pada biasa nya, malahan kini di sekitar tubuh nya terlihat kehitaman dan sedikit kotor.


Kolam yang tak terlalu luas itu di beberapa bagian masih terdapat sisa sisa keperakan, bahkan di ujung sudut kolam itu masih saja ada warna keperakan yang terlihat lebih pekat dari yang lain.


"Hmm, apa itu?." Yuang Fengying bangkit dari posisi duduknya saat meditasi tadi untuk menyerap unsur elemen logam.


Kini anak tersebut berjalan membelah kolam mendekati ujung kolam itu, dia berjalan sedikit terseok-seok dan sedikit merasa berat.


"Hah..?, kristal inti perak?."


Keterkejutan jelas terlihat pada anak tersebut.


Keberuntungan apa lagi yang di dapatkan kini, nampak nya surga benar benar memilih nya, kristal inti perak adalah artefak yang bernilai sangat tinggi, termasuk pusaka tingkat Raja Mistik, mampu menjadikan tubuh pemilik unsur elemen logam ketingkat yang lebih tinggi yaitu tubuh Penguasa, kekuatan tubuh Penguasa berada dua tingkatan di atas tubuh Baja, pada tingkatan Penguatan Raga.


(Tingkatan kultivasi Raga, manusia biasa, manusia hebat, manusia terlatih, tubuh baja, tubuh emas, tubuh Penguasa, tubuh abadi dan tubuh Mistik)


Yuang Fengying langsung mendekat, ada bagian tubuh nya teras bergetar saat dia mencoba mengambil kristal inti perak tersebut.


Dorongan itu berasal dari seberkas sinar yang ada di relung jiwa nya.


"Semudah inikah aku mendapatkan benda pusaka ini?."


Yuang Fengying tak percaya dengan apa yang saat ini ada di genggamannya, sebuah batu kristal sebesar bola sepak dengan kekuatan memancarkan cahaya keperakan.


Sebenarnya jika itu bukan Yuang Fengying yang memiliki 'Roh inti Jiwa' maka kristal inti perak tersebut tak akan semudah itu di sentuh, apalagi kini di dalam badan Yuang Fengying sudah terkandung unsur elemen logam yang lebih kuat, membuat kristal inti perak tersebut bersinergi dengan Yuang Fengying, tak ada penolakan saat diangkat dari dasar lantai kolam itu.


Padahal tadi untuk masuk ke dalam ruang lorong tersebut sangat kesulitan, ada kekuatan penolakan saat hanya sekedar mendekat saja.


Namun kini penolakan itu tak terjadi.


Masih di dalam kolam yang tinggi nya hanya sepinggang, Yuang Fengying kembali duduk, air itu kini mencapai dagunya, namun tak di hiraukan nya.


Dia meletakkan kristal tersebut di pangkuan nya yang berada di dalam air, kembali anak itu tenggelam di dalam meditasi nya, mencoba mencerna kekuatan benda tersebut.


Karena bila kristal inti perak di masukkan di keping kontribusi maka pusaka itu akan menjadi milik perguruan tersebut, Yuang Fengying tak menginginkan itu.


**


"Waktu tinggal satu hari, jika sampai besok sore Yuang Fengying tak juga ku temui pasti sudah terjadi sesuatu pada anak itu." Annchi bergumam pelan.


Saat ini sudah hampir satu pekan lamanya para calon murid utama perguruan Bukit Bayangan menyelesaikan misi mencari poin kontribusi.


Waktu tinggal dua hari saja, hari ini dan esok hari, jika sampai besok sore Yuang Fengying tak juga menampakkan diri atau keluar dari area hutan Seribu Bayangan, maka bisa di anggap gagal atau mungkin malah tak selamat dari keganasan hutan tersebut.


"Apa memang Fengying di mangsa ular piton sisik perak?." gadis itu bertanya tanya.


Kini di luar hutan atau di halaman belakang perguruan Bukit Bayangan sudah banyak murid yang berkumpul di sana.


Mereka adalah murid murid yang sudah merasa poinnya mencukupi, mereka memilih keluar dari area Hutan Seribu Bayangan untuk beristirahat, karena merasa sudah memiliki banyak poin kontribusi dan di pastikan lolos menjadi calon murid utama.


Hanya butuh 1000 poin saja, untuk bisa di sah-kan menjadi murid utama.


Namun di dalam masih banyak juga murid murid yang berkeliaran di hutan Seribu Bayangan tersebut sampai batas akhir, entah karena poinnya masih kurang atau memang ingin mendapatkan beberapa tambahan poin poin yang nanti bisa di tukar dengan segala kebutuhan saat di perguruan.


**


Kristal inti perak yang ada di pangkuan nya kini sudah menghilang, melebur masuk ke dalam tubuh Yuang Fengying.


Jika pada saat dia menyerap unsur elemen logam yang ada di air kolam, badannya terasa padat namun sedikit berat, kali ini ternyata jauh berbeda.


Badannya masih terasa padat, kuat dan kokoh namun rasanya sangat ringan, mungkin itulah perbedaan penyerapan esensi suatu benda dengan zat turunannya.


"He..he...he...luar biasa, aku merasa badan ku sangat luar biasa." Anak itu bangkit dari duduknya dan tertawa senang, baju yang basah tak di hiraukan nya.


"Eh, apakah misi ini sudah berakhir?."


Tiba tiba anak tersebut tersadar dengan apa yang di lakukan selama ini.


Yuang Fengying melihat ke arah poin kontribusi nya, nilainya masih kurang dari lima ratus poin.


Yuang Fengying melesat keluar dari lorong tempat nya berada, namun sialnya ular piton sisik perak nampak melingkar di mulut lorong itu.


"Ah..sial, nampaknya rombongan anak anak itu tak berhasil menaklukkan nya." wajah Yuang Fengying langsung muram.


Dirinya sadar, jika sekelompok anak saja tak mampu mengatasi ular piton sisik perak, apalah dirinya yang hanya seorang diri.


Namun dirinya harus keluar, dilihatnya ular masih melingkar dengan mata terpejam.


Pelan pelan Yuang Fengying melangkah, melewati pinggir gua menghindari badan ular piton sisik perak, dengan menggunakan kekuatan unsur elemen angin anak itu mencoba melesat.


SRAAAK...!


BOOOMM...!


Tanpa di duga ular yang terlihat terpejam itu menghantamkan ekor yang memiliki bola duri di ujungnya.


Hampir saja serangan itu mengenai badan Yuang Fengying, jika sedikit saja dia telat menghindar.


"Ish.. hampir saja."


SRAAAAKK..


Kembali ular tersebut maju dan langsung menyerang ke arah Yuang Fengying.


Gerakan ular yang sangat besar itu ternyata sangat cepat, dalam sekejap saja kepala ular itu sudah mematuk badan Yuang Fengying.


CRAAAK...


Yuang Fengying meloncat minggir sambil mengibaskan tangannya, menghantam kepala ular yang keras itu.


Yuang Fengying terlempar kebelakang saat hantamannya berbenturan dengan kepala ular piton sisik perak yang mencoba mematuknya.


Namun ular piton sisik perak juga terlempar terkena hantaman Yuang Fengying.


"Haaah...! pukulan ku menjadi sangat kuat..!," teriak anak 8 tahun itu kegirangan.


Memang benar saat ini kekuatan fisik Yuang Fengying sudah berada di tingkatan manusia Penguasa bahkan di level pertengahan, ini adalah fisik terkuat dari pemilik unsur elemen logam yang ada di alam ini, karena tubuh Ahli Surgawi dan Tubuh Mistik Illahi, dua yang tertinggi tak pernah di jumpai.


___________


Jangan lupa dukungannya....