
Pria usia tiga puluhan itu meloncat dan menghantamkan pukulannya.
Segera pukulan itu meledak membuat alam sekitar bergetar, jika mengenai orang biasa tentu saja akan langsung hancur badannya.
Yuang Fengying yang di serang tiba tiba mengangkat tangan nya, menyongsong serangan dari pria tiga puluhan itu.
BAAANG..!
Ledakan terjadi dengan benturan itu.
Terlihat seseorang terlempar setelah terjadi benturan yang menimbulkan ledakan keras, orang itu adalah pria tiga puluhan yang menjadi pemimpin dari rombongan keluarga Qin.
Qin Feifei terkejut dengan kekuatan yang di tampakkan Yuang Fengying.
"Kau memiliki kemampuan juga rupanya, makanya berani melakukan penghadangan terhadap keluarga Qin."
Yuang Fengying terkejut dengan perkataan tuduhan Qin Feifei, memang nya siapa yang menghadang?, bahkan para pengawalnya yang berlaku arogan.
"Jangan memutar balikkan fakta nona, aku kira kau murid perguruan Bukit Bayangan, disana di ajarkan tentang kebajikan, bukan?."
Qin Feifei makin merah wajahnya, di depan orang banyak Dia di gurui oleh pemuda seusia nya.
"Lancang sekali mulut mu..!." Qin Feifei melesat menghantamkan pukulannya.
"Air Bah Menerjang..!."
Pukulan yang mengandung unsur elemen Air-Es itu langsung membuat udara terasa dingin mencekam.
Gambaran gelombang Air-Es bergulung gulung menerjang ke arah Yuang Fengying.
Sungguh sebuah kekuatan yang menakutkan, tak salah Qin Feifei menjadi juara di arena lima saat seleksi pemilihan Murid Pilar.
Yuang Fengying mengangkat tangan nya, sebuah bayangan perisai tercipta dari beberapa unsur gabungan miliknya.
BLAAAR..!.
Ledakan Kembali terjadi, saat gelombang kekuatan Air-Es itu menabrak dinding perisai yang di ciptakan Yuang Fengying.
Perisai itu bergetar sesaat sebelum akhirnya hancur, namun serangan Qin Feifei juga langsung buyar, membuat gadis cantik itu muram wajah nya.
"Apa !!, serangan ku hancur begitu saja?." gumam gadis itu tak percaya.
Qin Feifei kaget seranganya di hancurkan dengan begitu mudah, meski dirinya memang belum mengeluarkan kekuatan nya sepenuhnya.
Qin Feifei kini mulai menaikan kekuatan tenaga nya, yang semula hanya lima puluh persen kini hampir delapan puluh persen kekuatan nya di tumpukan pada serangan nya.
"Tombak Es Keabadian ...!."
Bayangan air di udara lalu memadat membentuk sebuah gambaran tombak yang makin lama makin jelas terlihat.
"Hantam..!." gadis itu dengan sangat cepat mengibaskan tangannya.
Gambaran tombak langsung melesat sangat cepat kearah Yuang Fengying.
Slaaassh...
Tombak Es itu meluncur dengan deras ke arah Yuang Fengying.
Semua orang yang melihat serangan itu mulai cemas, mereka tahu kronologi kejadian di sana, akan sangat kasihan jika pembela kebenaran celaka karena itu.
Yuang Fengying menarik nafasnya saat lawan terlihat bersiap menyerangnya, mengumpulkan kekuatan yang juga di tingkatkan.
"Bentuk perisai.."
Sebuah bayangan setinggi beberapa meter membentuk bayangan perisai dari unsur logam, dari perisai itu muncul guratan guratan cahaya yang meloncat loncat, seperti membentuk sebuah pola, itu adalah kekuatan petir.
JDDAAAR....!
Nona Qin Feifei terdorong kebelakang hingga beberapa meter, sementara Yuang Fengying hanya mundur beberapa langkah, meski dia dalam posisi di serang.
Begitu Qin Feifei terlempar ke belakang, seorang pria tua keluar dari barisan keluarga Qin.
Pria itu langsung mengeluarkan aura kekuatan nya, menekan Yuang Fengying.
Nampak nya pria tua itu salah satu pelindung keluarga Qin, kultivasi nya berada di ranah Raja Bumi awal.
Nampaknya kini makin banyak orang orang yang mengalami peningkatan kultivasi.
"Cukup...!." teriak pria tua tersebut, sambil membentuk sebuah perlindungan, mencegah Yuang Fengying melakukan serangan balik.
Perlindungan dari aura kekuatan yang membentuk dimensi ruang itu sangat kuat, apalagi pembentuk nya sudah berada di ranah Raja Bumi.
Pria tua itu menatap Yuang Fengying dengan tajam, Aura Kekuatan Ruang dimensi nya terlihat tak mempengaruhi remaja itu, membuat pria tua itu sedikit tak percaya.
Perbedaan ranah alam Bumi dan alam Raja sungguh bagai langit dan daratan, sungguh menakjubkan jika ada seseorang yang berada di ranah Bumi tak terpengaruh dengan kekuatan yang di lepas bebaskan oleh seseorang di ranah Raja.
"Nak, siapa kau..??." sosok tua itu kini terlihat hati hati, melihat kemampuan remaja di depan nya begitu kuat, pasti memiliki latar belakang yang tak biasa.
Yuang Fengying sejenak diam, lalu dirinya ingat dengan plakat Keluarga Ying, dimana dengan plakat itu berarti dia adalah anggota keluarga Ying.
Yuang Fengying mengangkat plakat itu, membuat pria tua itu langsung terbelalak dan bergetar badannya.
"K.. k-kelurga Ying??." pria itu tergagap mengenali plakat tersebut, ketakutan jelas terlihat di matanya, keluarga Ying adalah satu dari tiga keluarga terhebat di Benua Tanah Tengah, sebuah keluarga yang kuat dan tak mudah di singgung.
"Maafkan kami nak, kita akhiri ke salah pahaman ini cukup sampai di sini."
Yuang Fengying mendengus kesal mendengar perkataan pria tua itu, namun sesungguhnya itu lebih baik, dia tak ingin perseteruan yang di awali salah paham tersebut memakan korban jiwa yang sebenarnya tidak di perlukan.
"Baik, aku akan melupakan semua ini, tapi apakah cukup kita akhiri begitu saja?." kali ini Yuang Fengying tersenyum penuh arti.
"Apa maksud mu nak?." pria itu kini wajah nya menjadi muram.
"Apakah tak ada kompensasi untuk ku?." Yuang Fengying tertawa penuh kemenangan.
Pria tua itu sudah menyadari itu sesungguhnya, dia melempar sebuah cincin penyimpanan dengan harta beberapa ratus ribu koin emas penukar di dalam nya.
Nona Qin menatap Yuang Fengying dengan aneka macam perasaan, kesal, marah namun juga kagum dengan kehebatan dan latar belakang nya.
**
Yuang Fengying meninggalkan tempat dimana dirinya berseteru dengan keluarga Qin.
Saat ini dia sudah berada di depan toko Pundi Emas.
"Selamat datang tuan muda, apakah ada yang anda cari?." seorang gadis muda yang nampaknya nya pegawai baru menyapa Yuang Fengying.
Gadis itu lalu menerangkan apa saja yang ada di toko tersebut, menjelaskan dengan terperinci meski dia pegawai baru di sana.
Yuang Fengying tersenyum, mengangguk saja, dirinya pasti gadis tersebut tak tahu siapa dirinya.
"Terima kasih nona, tolong panggil kan nona Mei Mei atau tuan Li saja, aku ingin bertemu dengan mereka."
Gadis itu terkejut, pemuda di depannya kenal dengan para petinggi di toko cabang tersebut.
"Oh, baik tuan muda, akan saya panggilkan nona Mei dan tuan Li." meski masih bertanya tanya gadis itu bergegas memanggil dua orang yang Yuang Fengying sebutkan tadi.
Yuang Fengying berjalan jalan, melihat dan mengamati isi toko Pundi Emas, dilihatnya toko tersebut kebanyakan hanya menjual artefak, senjata dan herbal, untuk pil masih sangat sedikit.
"Hmm, mungkin itu yang membuat toko ini sedikit tertinggal dari kompetitor nya." remaja itu mengangguk angguk saja.
___________
Jangan lupa dukungannya...