Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
52. Kerusakan Portal Dimensi


Elang raksasa milik master Xingguang masih melayang di angkasa.


Burung penguasa langit itu melayang dengan sangat cepat, meski terlihat pelan namun sebenarnya kecepatan nya sungguh luar biasa.


"Kaaaak...!."


Kembali elang raksasa menjerit, sejenak terlihat aneh saat burung tersebut beberapa kali menjerit, namun sesungguhnya itu adalah semacam sonar.


Elang raksasa bukan hanya binatang biasa, meski sudah memiliki pandangan super tajam, namun masih juga di bantu dengan kekuatan pancaran sonar, jika awan di depannya sangat pekat maka dia akan berteriak memancarkan sonar nya, merembetkan gelombang suara dan memantulkannya.


Master Xingguang duduk di depan, bersila lalu mulai meditasi.


Begitu juga dengan kakak tertua, lelaki mendekati usia 30 tahun tersebut juga berlaku sama.


Yuang Fengying tak melakukan itu, anak tersebut tak ingin menyia nyiakan kesempatan melihat alam yang luas, dan memetakan wilayah tersebut di otaknya.


Yuang Fengying makin memahami tata letak geografis setiap wilayah yang di lalui.


"Kaaaak...!"


Kembali elang raksasa berteriak, menjerit di angkasa.


Master Xingguang membuka mata, seperti tahu bahasa elang raksasa itu, kemudian menoleh ke kanan dan ke kiri.


Yuang Fengying yang memiliki pandangan sangat tajam, bisa melihat di kejauhan ada beberapa binatang terbang yang juga bergerak menuju Utara.


Jarak mereka masih sangat jauh, masih beberapa puluh kilometer, bahkan master Xingguang belum melihat nya apalagi kakak tertua.


"Ada apa?." entah kepada siapa master Xingguang bertanya, setelah membuka matanya dia bertanya.


"Rombongan lain juga terbang ke Utara," sahut Yuang Fengying pelan.


Master Xingguang menoleh ke arah Yuang Fengying, kemudian mengangguk.


Entah mengapa master Xingguang selalu merasa jika murid nya tersebut tak sesederhana yang terlihat.


Tak berapa lama memang terlihat beberapa binatang terbang mulai terlihat, mereka sama sama terbang ke arah Utara untuk berkumpul di suatu tempat.


**


Di istana Bumi Mulia.


Sebuah portal dimensi pemindah antar benua terlihat berada di sebuah altar yang luas.


Meski altar tersebut terletak di wilayah kerajaan tersebut, namun sesungguhnya tanggung jawab atas keberadaan alat Teleportasi itu di pikul oleh semua pihak, karena semua yang ada di benua Tanah Tengah berkepentingan menggunakan alat tersebut, meski dengan di pungut biaya.


Nampak beberapa orang mulai melihat beberapa bagian dari tempat tersebut.


Portal dimensi pemindah antar benua berujud seperti sebuah altar lingkaran besar dengan lantai terbuat dari bahan sejenis logam, di bagian tengah lingkaran tersebut terlihat sebuah gambar bintang dengan delapan sudut dan arah mata angin, pada tiap tiap sudutnya ada semacam bulatan kecil dan di kelilingi rajah mantra yang menyegel benda itu sedemikian rupa.


Pada saat ingin mengaktifkan benda tersebut, dari tiap tiap sudut gambar bintang itu harus di isi semacam bahan bakar tepat di lingkaran kecil yang di kelilingi coraknya rajah mantra, setelah lingkaran kecil itu terisi bahan bakar harus di aktifkan dengan kekuatan beberapa pengendali yang menjaga tempat itu.


Pengendali itu akan membakar bahan bakar yang sudah di letakkan tersebut dengan kekuatan tenaga dalam nya, fungsinya untuk membuka segel rajah mantra kemudian mengaktifkan fungsi portal tersebut.


Para pengendali tersebut mengoperasionalkan portal dimensi pemindah antar benua dengan kekuatan tenaga dalam yang menguras energi.


Itulah kerumitan pengoperasian portal dimensi pemindah antar benua, di buat sedemikian rumit agar tak sembarang orang bisa menggunakan nya.


Bahkan menurut aturan yang di tetapkan, saat akan melakukan perjalanan menggunakan portal tersebut, beberapa persyaratan juga harus di penuhi, termasuk ijin dari wilayah setempat, dan dari kedua belah pihak pengendali alat Teleportasi di masing masing wilayah itu, sudah saling memberikan informasi siapa saja yang nanti akan melewati tempat tersebut.


Bahkan para penjaga portal baru menyadari 'kebocoran' tersebut saat beberapa kali ada sosok yang melintas lalu pergi begitu saja tanpa dokumen apapun


'Kebocoran' inilah yang saat ini coba di selidiki dan di perbaiki, berasal dari mana gangguan itu bermula dan apa yang menjadi penyebab nya.


**


Rombongan Master Xingguang, sudah mendarat hampir berbarengan dengan binatang terbang lainnya.


Tak berapa lama tempat tersebut sudah di padati oleh puluhan orang dari berbagai wilayah, nampak nya mereka sudah memperkirakan waktu tempuh perjalanan dari tempat asal masing-masing, sehingga mereka tiba di tempat itu hampir berbarengan.


Seorang pria tua dengan tongkat di tangan maju kedepan, pria tua ini merupakan pemimpin kelompok penjaga portal dimensi.


"Terima kasih atas kedatangan tuan tuan semuanya, kami sangat menghargai itu."


"Mewakili pemerintahan tertinggi wilayah istana Bumi Mulia, kami mau meminta bantuan tuan tuan semua nya."


Meski semua orang yang hadir di sana sudah mengetahui alasan di balik undangan itu, namun sebagai pemimpin penjaga portal dimensi pria tua itu wajib mengutarakan semua itu secara langsung.


Maju ke depan beberapa orang dari perguruan besar terlebih dahulu, mereka adalah orang orang dari perguruan Petir Langit, mereka adalah perguruan terbesar di wilayah selatan.


Orang orang itu melihat bagian dari portal dimensi pemindah antar benua, entah apa yang mereka runding kan, Yuang Fengying hanya melihat dari jarak yang cukup jauh.


Orang orang tersebut nampak mengangguk, menggeleng lalu kembali berbicara antar sesama nya.


Lalu mendekat ke arah portal itu sekelompok orang dari perguruan Api Suci, mereka adalah kelompok hebat yang menguasai wilayah timur, mereka melihat beberapa bagian alat Teleportasi tersebut, lalu berunding antar sesama mereka.


Berikut nya adalah sekelompok orang dengan pakaian putih putih, mereka adalah penguasa di wilayah Utara yaitu dari perguruan Salju Abadi.


Mencoba meneliti tempat tersebut untuk menemukan kerusakan dari tempat tersebut.


Yuang Fengying hanya melihat dari kejauhan karena waktu untuk perguruan sekecil mereka belum tiba.


Sambil menunggu waktu giliran untuk perguruan kecil, Yuang Fengying mencoba meneliti altar tersebut dengan kekuatan visualisasi nya dari jarak jauh, dalam pandangan mata Yuang Fengying bisa terlihat beberapa titik yang ada di ujung gambar bintang sedikit memudar aura nya, terutama pada corakan rajah mantra yang melingkari bulatan kecil di ujung bintang tersebut.


Kejelian pandangan mata Yuang Fengying bahkan patut di acungi jempol.


Anak itu mengangguk angguk kan kepala nya."Apa mungkin itu penyebab nya?."


Yuang Fengying makin menajamkan matanya, lalu mencocokkan corakan Rajah Matra, di beberapa tempat yang memudar cahaya nya terlihat corakan rajah mantra seperti berubah hurufnya.


"Mungkin kah karena itu."


Kembali anak itu mengangguk anggukkan kepalanya.


"Silahkan saudara saudara dari perguruan kelompok rangking lima, untuk maju."


Kelompok rangking lima adalah rangking yang di sematkan bagi perguruan kecil semacam Bukit Bayangan dan setingkat nya, perguruan yang lebih lemah lagi rangking nya juga semakin banyak, bisa rangking enam, tujuh dan seterusnya.


"Ayo kita coba ikut melihat ke depan, siapa tahu nanti kalian bisa memahami sistem kerja di tempat yang lebih kuat," kata master Xingguang kepada dua murid nya sekedar untuk menambah wawasan.


Kakak tertua dan Yuang Fengying lantas mengikuti langkah sang master.


___________


Jangan lupa dukungannya....