Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
185. Iblis Xuo Yang


Dengan di pandu oleh bekas anak buah Riong Ma, kepala divisi 236 Xuo Yang menuju ke arah pertarungan sebelumnya.


"Di sinilah pertarungan kami terjadi." iblis itu menunjukkan sebuah area yang tadi menjadi ajang pertarungan.


Xuo Yang mengangguk, mengawasi sekitarnya, dari wilayah tersebut masih terasa jejak sisa pertarungan yang masih bisa dia rasakan.


Matanya yang tajam mampu menangkap serpihan para korban pertarungan yang tidak benar-benar hancur dan musnah.


Iblis anak buah Riong Ma mengendus udara, nampaknya sosok itu mencoba mencari arah dimana para kurcaci kini berada.


"Mereka bergerak ke arah sana."


Lalu serombongan iblis itu bergerak ke arah dimana wilayah danau biru berada.


**


Di wilayah para kurcaci suku Kulit Biru, tepatnya di wilayah Danau Biru.


Yuang Fengying membuka matanya, kekuatan yang meluap luap masih terasa berputar di sekitar tubuhnya, seakan badan remaja tersebut menjadi pusat dari semua kekuatan.


Ranah Raja Bumi puncak terasa meluap luap di tubuh remaja tersebut, padahal semua Kekuatan itu sudah ditekannya.


Seandainya di lepas bebaskan Aura Kekuatan itu akan setara dengan penguasa ranah Kuasa Sejati pertengahan, sebuah kekuatan yang mengerikan untuk seorang remaja berusia belasan tahun.


"He..he... kekuatanku sangat luar biasa, mungkin aku akan dengan mudah menghadapi sosok iblis Riong Ma tanpa membuang waktu dengan kekuatan seperti ini."


Sungguh saat ini kekuatan remaja itu sudah berevolusi menjadi sebuah kekuatan yang lain lagi.


Saat ini Yuang Fengying tengah menenteng bejana yang sudah melemah aura kekuatan nya, meski demikian artefak tersebut tetap di ambilnya karena itu sebuah senjata pusaka, tak mungkin akan di sia-sia kan nya.


"Apa itu..?!." Yuang Fengying mengangkat kepala nya, ketika tiba tiba terlihat di angkasa beberapa sosok melesat ke arah pemukiman para kurcaci.


"Celaka itu para iblis..." Yuang Fengying menyadari itu, kemudian meloncat dan melesat ke arah pemukiman para kurcaci.


**


"Siapa pemimpin suku ini..!." Xuo Yang berteriak penuh intimidasi.


Saat ini para iblis dengan di pimpin Xuo Yang sudah mengepung para kurcaci.


Ming Tse maju beberapa langkah, menatap iblis di depannya.


"Aku pemimpin disini."


Xuo Yang menatap kurcaci dengan perwujudan pria paruh baya itu dengan sebuah seringai.


Matanya penuh keserakahan saat memikirkan nanti akan merebut senjata pusaka dari para kurcaci itu.


"Aku dengar kau memiliki sebuah pusaka."


Ming Tse hanya mendengus, saat ini dengan kekuatan nya memang tak bisa melindungi senjata itu dengan benar.


"Itu pusaka leluhur kami."


"Senjata itu akan menjadi milikku." Xuo Yang langsung mengedarkan aura kekuatan nya, saat ini alam langsung bergetar, aura yang di pancarkan Xuo Yang lebih menakutkan jika dibandingkan dengan Riong Ma.


"Serahkan atau aku bantai kalian semua..!."


Saat ini semua anak buah iblis yang berjumlah puluhan itu sudah mengepung para kurcaci.


Xuo Yang masih belum melepaskan serangan nya, iblis itu terlihat masih menahan diri sambil nampak mencari sesuatu.


"Di mana sosok penolong mu?, apakah sudah meninggalkan kalian?."


Rupanya Xuo Yang masih mencari lawan yang mampu membunuh Riong Ma.


Dari hasil pengamatan iblis itu saat ini sosok yang membantu para kurcaci tak terlihat.


"Tuan muda, masih ada di sini, kalian para iblis pasti di tumpas nya." Ming Tse yang menyadari itu balas mengancam.


"Ha..ha.. kau pikir aku takut dengan berandalan itu?." Xuo Yang tertawa, aura yang menekan para kurcaci makin menguat.


"Enyah kalian..!." Xuo Yang mengibaskan tangannya, gelombang kekuatan menghantam kerumunan para kurcaci, meski Ming Tse dan para tangan kanannya berusaha menghadang kekuatan serangan namun tetap saja semua terlempar beberapa meter kebelakang.


"Ha..ha..hari ini hari terakhir kalian hidup, memohon lah ampunan dariku." dengan penuh kesombongan iblis itu tertawa dan berkata.


Serangan barusan menggambarkan betapa kuatnya sosok iblis ini, mungkin beberapa tingkat lebih kuat di bandingkan dengan Riong Ma.


"Iblis keparaat.. tak sudi kami bersimpuh di hadapanmu."


Para kurcaci saling berteriak, mereka sangat marah di perlakukan demikian.


Jika saja para tokoh kuat para kurcaci tidak meninggalkan wilayah itu, mungkin mereka tak akan mengalami kejadian semacam ini.


Selain di sekitar istana Kurcaci, para kurcaci memang hidup dalam kelompok kelompok tersendiri, mereka menempati wilayah wilayah tertentu, bahkan sedikit terpencil seperti suku Kulit Biru.


Beberapa kurcaci yang kuat saat ini memang tengah melakukan perniagaan di istana Kurcaci, sehingga suku Kulit Biru memang terkesan lemah.


"Jika memang kalian ingin kematian, aku kabulkan..!," Xuo Yang langsung mengayunkan tangan nya, gelombang kekuatan yang lebih kuat daripada tadi kembali menerjang ke arah para kurcaci.


WOOSS..


Gelombang kekuatan itu kali ini bercampur dengan api hitam yang sangat panas, menerjang ke arah kerumunan para kurcaci.


Serangan yang sangat menakutkan itu membuat para kurcaci biasa gemetaran ketakutan, terutama wanita dan anak-anak.


Mungkin jika serangan ini mengenai orang orang kerdil ini bisa dipastikan akan mati terpanggang.


WEENG..


Sebelum serangan itu berhasil mencapai orang orang suku Kulit Biru, sebuah gelombang kekuatan lain melesat dan menerjang serangan iblis tersebut.


Siuu... Siuu...


Gelombang kekuatan itu mengikis dan memusnahkan serangan Xuo Yang.


"Apa yang terjadi?, serangan tuan Xuo musnah?."


"Panas api hitam menghilang?, tidak mungkin..!."


Xuo Yang menjadi muram, ada yang ikut campur dan menghilangkan serangan nya.


"Bajingaan..!, siapa berani ikut campur..!." pemimpin iblis itu meraung marah.


Saat ini Yuang Fengying sudah meloncat dan berdiri di depan Ming Tse, menahan serangan dari iblis Xuo Yang.


"Dasar sampah..!, selalu mengganggu makhluk lain."


Xuo Yang menatap sosok remaja yang menahan serangannya, kemudian tersadar dan mengangguk.


"Kau pasti yang membunuh rekanku..!."


Xuo Yang kembali meningkat kan kekuatan nya, menyadari lawanya memiliki kekuatan yang mampu membunuh Riong Ma, dirinya kini terlihat waspada.


Yuang Fengying mulai melayang di angkasa, akan berbahaya jika keduanya bertarung di daratan, pastinya akan merusak banyak hal.


"Api Hitam Pelahap..!," Xuo yang mulai memutar lengannya, asap api hitam mulai berputar putar seiring dengan titik api yang tercipta di telapak tangan iblis itu.


Begitu dirasa titik api sudah menguat Iblis Xuo Yang langsung melempar tangannya kedepan.


Gelombang api hitam langsung terpancar menerjang ke arah Yuang Fengying.


Serangan itu sungguh kuat, hingga para kurcaci yang ada di daratan mampu merasakan getaran dari serangan tersebut.


"Mati kau..!."


Yuang Fengying masih acuh tak acuh, mengahadapi serangan yang begitu kuat.


Tangannya di rentangkan ke depan, lalu hukum gravitasi bumi mulai beredar dan membantuk domain di sekitarnya, makin lama hukum gravitasi makin menguat membuat kecepatan serangan lawan sedikit terhambat.


"Musnah...!."


Begitu jarak serangan kekuatan api hitam yang sudah melambat tinggal beberapa belas meter Yuang Fengying mengayunkan lengannya.


BAAMM..!


Pukulan itu melesat, menciptakan gelombang kejut yang mampu menghancurkan inti serangan Xuo Yang.


"Apa..?!."


Xuo Yang tercekat, serangannya di hancurkan lawan, iblis itu menelisik kultivasi lawannya, memastikan kembali ranah tingkatan nya.


"Puncak Raja Bumi?."


____________


Jangan lupa dukungannya...