Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
132. Ling Fei ( klan Naga, aliansi Kegelapan, Gingseng kelopak Darah)


Gadis naga terkejut dengan kecepatan Yuang Fengying membunuh lawan lawan nya tersebut.


Dia yang tadi bertarung mati matian, melawan gerombolan binatang berunsur elemen api itu dengan kesulitan, tak bisa di banding kan dengan kemampuan hebat pemuda di depannya.


Kewaspadaan jelas kini terpancar dari sorot mata gadis itu. Jika ada kelompok manusia yang begitu kuat di alam ini, pasti nya akan sangat berbahaya dan tentu sulit mencari harta warisan yang akan coba di ambil nya.


Gadis naga masih memperhatikan Yuang Fengying yang masih mengumpulkan kristal inti jiwa dari beberapa binatang yang di bunuhnya, tanpa berani untuk mencegahnya.


Yuang Fengying yang menyadari gadis naga menatap nya tanpa berkedip, menoleh, "Apakah nona tak ingin mengumpulkan kristal berharga ini?." tanya remaja itu sambil menatap gadis naga, lalu tangannya menunjuk bangkai Rubah Api yang berserakan.


"M -maaf, siapa anda? mengapa bisa berada di alam warisan kami?." gadis naga itu bertanya dengan masih kebingungan.


Gadis naga berfikir jika dia hanya satu satunya orang yang masuk ke warisan kuno tersebut, menurutnya sangat mengejutkan menemukan ada golongan manusia dari ras apapun di alam tersebut.


Sejenak Yuang Fengying tersadar dan terdiam, dia sesungguhnya juga terkejut ada golongan manusia di alam tersebut meski dari ras manusia Naga.


"Nona ini siapa?, bagaimana bisa memasuki alam ini?." Remaja itu malah balik bertanya kepada gadis naga.


Sejenak gadis itu menatap Yuang Fengying, mencoba mencari kejujuran di wajah nya, begitu tak di dapatkan niat jahat dan keinginan membunuh di sana, gadis itu akhirnya menjawab.


"Nama ku Ling Fei, dari ras naga klan ShengLong" jawab gadis itu.


Ras naga memang terkenal dengan beberapa klan nya, menurut catatan dalam sejarah ada sembilan Klan yang terkenal dalam ras manusia naga.


Klan klan itu tersebar di alam semesta dan mungkin kini meluas serta melahirkan sekte sekte lagi dari sembilan Klan tersebut.


"Klan ShengLong?," Yuang Fengying bergumam.


"Ya, Klan ShengLong yang berada di wilayah bagian utara benua Tanah Tengah, tepatnya wilayah Tanah Dalam."


Yuang Fengying mengangguk angguk, "Bagaimana Nona bisa masuk ke mari?."


Gadis itu kemudian bercerita, bahwa dirinya adalah perwakilan dari ras manusia naga klan ShengLong yang di beri kesempatan memasuki wilayah warisan dari leluhur mereka.


Jadi menurut keterangan Ling Fei, dia bisa memasuki warisan kuno karena telah memenangkan kompetisi di kelompok nya.


"Ada berapa orang dari ras manusia naga yang memasuki tempat ini?."


"Hanya sepuluh orang, dan saat ini kami tersebar, sebelum nanti alam ini akan mengirim kami kembali setelah waktunya usai."


"Alam ini mengirim kalian kembali?." gumam Yuang Fengying, ingatannya langsung teringat pesan dari tetua agung dan tetua regulasi, jika waktunya tiba nanti Yuang Fengying akan di kirim kembali keluar dari gedung tua.


"Apakah anda juga dikirim oleh kelompok anda kemari tuan muda?." tanya gadis Naga itu.


Yuang Fengying mengangguk, lalu menggeleng.


Remaja itu tak ingin membuka siapa sesungguhnya dirinya.


"Aku penghuni alam ini, setelah tersesat di sini." sahut Yuang Fengying mencoba menyembunyikan identitas nya.


"Tersesat?."


"Ya tersesat." kembali Yuang Fengying menegaskan menutupi identitas nya.


Gadis itu mengangguk, "Baik, aku percaya kepada mu tuan muda."


"Namaku Fengying, panggil saja itu."


Yuang Fengying mengenal kan namanya, tak ingin terus di panggil tuan muda oleh gadis itu.


"Baik tuan Fengying, apakah kau tahu tempat ini lebih baik dari ku?."


Yuang Fengying menggeleng karena memang itu yang sejujurnya, "Aku belum banyak berkeliling di sini, karena sesungguhnya aku takut tersasar," katanya beralasan.


Ling Fei tersenyum, "Bagaimana jika kita berkeliling bersama, mencari harta Karun disini, karena akan lebih menguntungkan jika kita bersama."


"Baik, aku setuju dengan mu nona."


**


Pria tua dengan baju katun bersih tampak tengah memberikan arahan kepada seluruh yang ada di sana.


"Pertama tama kita rebut wilayah yang paling mudah, setelah mereka menjadi bawahan kita, baru sasaran menginjak kepada kekuatan yang lebih kuat."


"Kalian paham dengan rencana ini kan." kata pria tua tersebut dengan tenang.


"Kami paham Tuan, semua arahan akan kami lakukan."


Pria tua itu mengangguk, menatap semua yang ada di sana.


"Kalian bergerak di wilayah terdekat dengan tempat asal kalian, jika ada kesulitan hubungi kekuatan yang lebih kuat untuk membantu."


Kembali semua mengangguk.


Memang demikian rencana itu akan di lakukan, untuk merebut seluruh kekuatan di benua tersebut, akan di mulai dari wilayah kecil dan lemah terlebih dahulu.


"Kami akan mengikuti apa yang tuan rencana kan, dan kami yakin dengan kekuatan kita semua, tak akan lama untuk menaklukan Benua Tanah Tengah ini, menjadi wilayah kedaulatan tuan kita." salah satu orang dari kelompok tertentu berkata meyakinkan.


"Hmm." pria tua berbaju katun bersih hanya mendengus saja, sebenarnya jika dirinya tak memiliki rencana yang lain, pria tua itu sendiri yang akan melakukan penaklukan tersebut.


"Baiklah, semua sudah memahami rencana dari Tuan ku Yang Agung, hari ini kalian akan memperoleh imbalan sebagai awalan kerja sama kita," pria tua berbaju bersih tersebut mengeluarkan puluhan cincin artefak penyimpanan, yang akan di bagi bagikan kepada semua kelompok yang ada.


Mata orang orang yang hadir langsung berbinar, benda penyimpanan dari seorang ranah di atas Kuasa Sejati pasti nya sangat berharga, melebihi benda benda semua orang di alam ini.


**


Yuang Fengying mengikuti ShengLong Ling Fei, gadis naga.


Sepanjang perjalanan mereka mengumpulkan semua benda benda yang di rasa berharga.


"Gingseng kelopak darah.!," teriak Ling Fei dengan antusias saat melihat sebuah tanaman yang berada di tengah tengah kolam di wilayah tersebut.


Gingseng kelopak darah adalah herbal yang sangat berharga, tingkatannya setingkat dengan bunga salju tujuh jiwa.


Herbal tersebut akan mampu meningkatkan kekuatan seseorang dan memulihkan kondisi hanya dalam beberapa detik setelah memakan nya.


Jika di jadikan pil dan di campur dengan herbal lainnya serta ke-akurat-an pil 91-100 maka harganya sangat mahal.


Cukup satu kelopak dari gingseng itu, di padu herbal yang lain akan menghasilkan emas koin penukar berjuta juta.


"Aku akan mengambilnya..!," dengan cepat Ling Fei meloncat, menggunakan kekuatan unsur elemen angin yang di miliki nya.


Yuang Fengying hanya terdiam sejenak, matanya yang tajam mampu melihat bahaya dari balik kolam tersebut.


Sedikit keserakahan membuat akal sehat Ling Fei terganggu, gadis itu tak menyadari semua yang ada di alam tersebut pasti tak akan mudah di dapat kan.


Sraak... sraaak....


Begitu kaki Ling Fei menapak di air dan berniat berjalan di atasnya, dari dalam kolam yang keruh itu muncul kepala ular yang cukup besar.


BYAAAR...


Meski gadis itu keturunan darah naga, namun ular itu seperti tak memperdulikannya.


Siapapun yang berani masuk ke kolam nya, apalagi berniat memetik tanaman ginseng kelopak darah miliknya, pasti akan menjadi makanannya.


Mulut ular yang sebesar Gua itu sudah menyambar dengan posisi terbuka lebar.


Bukan hanya satu kepala tapi ada dua..., tiga..., tepatnya tujuh kepala, yang siap menelan Ling Fei.


__________


Jangan lupa dukungannya..