
Saat ini rombongan keluarga Ying yang di pimpin Ying Mo sudah berada di sebuah area di dalam wilayah hutan, area dimana tempat yang merupakan pusat dari cahaya pelindung hutan berpusat.
Area pusat cahaya sudah berada tepat di depan semua orang, namun kini terhalang oleh kabut tebal yang menutupi inti dari wilayah tersebut.
Mereka hanya bisa melihat kabut tebal dengan cahaya yang berpendar cukup kuat berasal dari dalam ketebalan kabut nya.
"Apa ini?, apa yang menyebabkan adanya cahaya ini?."
"Cahaya apa ?, mengapa ada cahaya di sini?, berasal dari mana?."
Semua saling bertanya tanya, tanpa ada yang mampu menjawabnya.
"Jangan gegabah..!, kabut ini berisi kekuatan yang menghancurkan..!."
Benar, kabut tersebut memang bersifat korosif dan mengikis kekuatan seseorang yang nekat untuk menerobosnya.
"Apakah kau bisa melihat celahnya?, atau ada pintu masuk lainnya?." Ying Mo menoleh ke arah Yuang Fengying, sebenarnya dirinya malas untuk bergantung dengan seorang bocah seperti ini, namun apa daya.
"Cepat katakan biar kami bisa memasukinya," pria rambut cerah berbaju hijau berkata sedikit tak sabaran.
Di sebelah nya wanita tua berbaju hitam yang merupakan guru Ying Loana hanya diam, namun wajahnya menggambarkan isi hati nya, muram.
Yuang Fengying tak berkata apapun, pandangannya tertuju ke arah kabut tebal dengan pantulan cahaya yang berpendar dari pusatnya.
Tangannya terulur kedepan, seakan merasai luapan kabut yang merembes keluar, dari situ Yuang Fengying bisa merasakan aura pekat yang mampu mengikis kekuatan fisik dan jiwa seseorang.
Dan dalam pandangan Yuang Fengying terlihat sebuah makam yang terlihat sangat kuno, dari sekitar sepuluh makan ada satu makam yang terletak di tengah, makam itulah yang mengeluarkan cahaya yang akhirnya menyelimuti seluruh hutan.
Cahaya tersebut terlihat meluap dan merembes hingga menyebar keluar termasuk membentuk perlindungan terhadap hutan itu.
**
Tuan Ying kedelapan belas dan rombongan nya sudah berhasil menaklukkan dua prajurit batu yang menjaga kastil tersebut.
Pertarungan yang berlangsung lama dan menguras tenaga bagi rombongan itu di bayar dengan runtuhnya dua prajurit batu tersebut.
Beruntung keluarga Ying adalah pemilik unsur elemen Air-Es yang memiliki kekuatan daya penyembuh, sehingga anggota tersebut mampu menyembuhkan dirinya bagi yang terluka, meski lambat.
"Ayo kita masuk kastil ini, tetap waspada bagaimana pun ini adalah Alam kecil tokoh hebat, pasti ada banyak rahasia tersembunyi di dalamnya." Ying Xue Yu mengingatkan rombongan nya.
Rombongan makin memasuki kastil, ada puluhan bangunan menjulang di inti wilayah tersebut, dengan di tengah pusat kastil berdiri sebuah bangunan yang paling tinggi menjulang dan paling besar.
Bangunan pusat kastil itu sedikit berbeda dengan yang lain.
Jika yang lainnya berwarna putih, bangunan ini berwarna putih dan keemasan.
Mungkin itu adalah bangunan di mana tempat tinggal utama dari sang pemilik, sedangkan bangunan lain adalah tempat para bawahannya tinggal.
Yang menjadi pertanyaan mengapa ada kastil di kedalaman danau?, dan danau ini tersembunyi di kedalaman gua, apakah penciptaan tempat ini untuk berlindung sang pemilik?, jika memang sebuah tempat perlindungan, seberapa kuat sosok yang mengancam pemilik kastil? jika pemilik kastil saja sudah sangat hebat bisa menciptakan Alam kecil semacam ini?.
Atau mungkin kastil tersebut tercipta jauh lebih lama dari terbentuknya bentang alam ini, kastil sudah ada sebelum lembah tersebut tertutup oleh dinding es yang menebal membentuk Gua Salju Abadi, tak ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.
Rombongan tuan Ying kedelapan belas makin memasuki wilayah inti tersebut.
"Kita menyebar, jika ada yang menarik perhatian, kalian tandai dan kabari aku, nanti aku akan kesana." Ying Xue Yu memberikan perintah nya.
Semua mengangguk, lalu mulai menyebar dua orang per kelompok nya.
**
Rombongan itu di pimpin oleh salah satu tetua dari keluarga Ying, bernama Ying Dongfeng.
"Kita cari kelompok tuan Ying Xue Yu, baru kita putuskan apa yang di perintahkan nya."
Ying Dongfeng mengarahkan kelompok nya, memasuki wilayah kastil dasar danau tersebut.
Dari jarak jauh bisa mereka lihat sebagian dari kelompok pertama berada di taman kastil dan akhirnya rombongan tersebut mendekati nya.
"Tuan Ying Lan..!." seru Ying Dongfeng.
Rombongan Ying Lan sudah berhasil menghancurkan pelindung taman kastil itu, dan bersiap memasukinya.
"Tetua Ying Dongfeng, syukur lah kalian akhirnya bisa memasuki wilayah ini." Ying Lan tersenyum senang.
"Kita di bagi dalam tiga kelompok," Ying Lan akhirnya menerangkan rencana dari rombongan pertama tersebut, keterangan itu cukup menjawab penasaran rombongan Ying Dongfeng dan master Seribu Ketrampilan, mengapa hanya ada sedikit orang.
"Paman ke-delapan belas langsung masuk ke area kastil, rombongan tetua Ying Mo ke arah hutan," kata Ying Lan sambil menunjuk kearah hutan yang ada di belakang kastil itu.
Ying Dongfeng dan master Seribu Ketrampilan mengangguk.
"Ayo kita masuki taman ini bersama sama," akhirnya Ying Lan mengajak semua memasuki taman kastil tersebut.
Taman kastil itu cukup luas, ada beberapa bangunan yang menjadi hiasan di sana, serta pepohonan yang cukup rindang, aneka bunga juga terlihat banyak di tanam.
"Hah..!, itu bunga mawar tiga racun." seru salah satu orang.
"Itu bunga teratai candu hitam." kata yang lain lagi.
Semua terpana dengan koleksi bunga yang ada di sana, namun semua orang tak mampu untuk mengambilnya karena disekitar bunga tersebut ada ratusan lebah penyengat.
Bukan lebah biasa, itu adalah 'Lebah Sengatan Iblis', sejenis lebah penyerang dengan racun yang sangat mematikan.
"Hati hati, jangan membuat marah lebah lebah itu, kita cukup mengawasi dulu sambil menunggu tim lainnya." Ying Lan memperingatkan.
Ya, akan sangat beresiko apabila mereka bertindak gegabah, dan mengusik binatang yang ada di sana, tujuan mereka semua di pisah sesungguhnya untuk memetakan tempat tersebut, masalah ada tidaknya harta benda berharga akan di pikirkan bersama jika sudah kembali bersatu.
"Tugas kita hanya hanya mencari Bunga Salju Tujuh Jiwa, jika kita menemukan itu kita bisa memberi tahukan kepada paman ke-delapan belas." kembali Ying Lan mengingatkan semuanya.
"Baik." Semua mengangguk mendengar perkataan salah satu keluarga inti Ying tersebut.
**
"Aku melihat ada sedikit celah di sebelah sana, namun sepertinya tak semua orang bisa memasuki area ini." Yuang Fengying berkata sambil menatap dan menelisik seluruh orang yang ada bersama nya.
"Maksud mu apa..??!!," Ying Loana yang terlihat kesal bertanya dengan sedikit membentak.
Yuang Fengying hanya tertawa dengan tatapan meremehkan, "Meski kita bisa melewati dan menerobos struktur segel formasi penjagaan, masih ada kabut di depan yang memiliki daya korosi kuat, tubuh kita bisa terluka bahkan hancur jika tak memiliki kekuatan penangkal."
Ying Loana mendengus kesal, merasa perkataan Yuang Fengying sedikit membual, karena mereka saat ini masih jauh dan belum bersentuhan dengan kabut tersebut, bagaimana bisa berkata seperti itu?.
Ying Loana menatap Ying Mo dan gurunya seakan meminta pendapat keduanya.
"Benar nona." kata kedua tokoh tua tersebut pelan, sambil menganggukkan kepalanya.
___________
Jangan lupa dukungannya...