
Yuang Fengying seperti di bawa ke sebuah tempat yang sungguh asing begitu menginjakkan kakinya di pelataran stupa yang lebih besar.
"Hmm, alam apa ini?, apakah masih di alam pecahan alam kuno?."
Remaja itu mencoba menggerakkan kakinya yang terasa sungguh berat.
"Sial, gravitasi di sini makin berat." Yuang Fengying merasakan tekanan di sana memang lebih berlipat ganda.
Nafasnya juga terasa sesak, dengan tekanan udara semakin kuat.
Meski itu alam ilusi yang di ciptakan untuk menjaga stupa tersebut namun batas batas untuk keluar dari alam ilusi masih terlihat.
Nampaknya ilusi tersebut bukan benar benar untuk menjebak dan menyerang siapapun yang memasuki tempat tersebut, hanya menjaga dan menguji siapa pun yang berminat terhadap harta karun di sana, dan jika seseorang sudah tak kuat dan menyerah bisa mundur karena batas serangan ilusi terlihat jelas.
Belum hilang semua keterkejutan Yuang Fengying terhadap lingkungan yang di hadapi nya, nampak di depannya seekor naga bumi berukuran kecil terlihat keluar entah darimana.
Badan Naga bumi tersebut hanya sebesar pohon kelapa yang paling besar ukuran nya, dengan kepala sebesar kepala kerbau.
Bukan hanya seekor naga yang muncul tapi beberapa ekor sekaligus.
"Hm, semakin hebat harta yang tersimpan, maka semakin kuat ujian yang harus di hadapi." Yuang Fengying bergumam pelan, menyadari itu semua.
Tanpa berkata apa-apa naga naga itu langsung melesat menyerang Yuang Fengying.
Serangan naga bumi itu seperti bersinergi dengan kekuatan tanah, setiap jejak yang di tinggalkan nya seperti kembali seperti semula, padahal untuk pijakan loncatan naga itu tanah - tanah tadi sempat tercabik tak beraturan.
WEEENG...
Dari kanan dan kiri meloncat naga tanah membawa kekuatan hukum tanah yakni gravitasi yang sangat kuat dan benar benar mampu meremukkan tulang.
Craaak...!
Gigitan naga tanah meleset, saat Yuang Fengying berhasil menghindar meski sudah di tekan oleh kuatnya gravitasi.
Sraaakk...!
Naga tanah lainnya mencakar, membuat udara terbelah dan cakaran itu menerjang Yuang Fengying yang berhasil menghindari gigitan naga lain.
DEEENG...
Cakaran itu di hantam Yuang Fengying, membuat dua kekuatan bertemu dan berbenturan.
Dari benturan itu Yuang Fengying mampu mengukur sejauh mana kekuatan dari naga naga tanah tersebut.
"Hmm... lumayan, aku mampu mengatasinya," senyuman terbit di bibir remaja tersebut, saat menyadari kekuatan dari binatang binatang tersebut tak sungguh sungguh kuat.
**
Tiga orang dari ras peri masih menatap dari kejauhan apa yang di lakukan Yuang Fengying.
Sesepuh Rong menatap tajam remaja yang terlihat hanya berdiri di pelataran stupa yang sedikit lebih besar.
"Apa yang di lakukan berandalan itu?, mengapa hanya berdiri saja?."
Pria tua dari ras peri sedikit terkejut dengan hal itu, di lihatnya sosok Yuang Fengying hanya berdiri menatap ke arah stupa tanpa melalukan apapun.
Sesungguhnya satu detik di alam ini sama dengan satu jam di dunia ilusi, jadi jika orang lain melihat seseorang berdiri setengah menit sama dengan tiga puluh jam di alam ilusi.
"Dasar bodoh..!, sok berani mendekati stupa yang lebih besar." cibir sesepuh Rong, masih dengan ejekan dalam setiap kata katanya.
"Tunggu..!, jangan asal bicara sesepuh Rong.., aku merasa ada yang aneh di sana." sesepuh Ling menghentikan semua pemikiran dari rekannya itu.
Wanita tua yang memiliki kemampuan dalam bidang ahli struktur pengaturan itu merasa menemukan sesuatu yang tak biasa dari pemandangan tersebut.
"Nampaknya penjagaan di sana adalah sejenis serangan jiwa."
"Apa..?, serangan ilusi?." sesepuh Rong menajamkan penglihatan nya, dan menemukan kenyataan itu, "Sialan..!, benar apa yang di katakan sesepuh Ling."
**
Dua naga tanah kembali melesat dan menerjang ke arah Yuang Fengying.
Cakaran dan gigitan yang mampu merobek apapun melesat membelah udara.
Craaak..! Sraaakk...!!
Melihat serangan itu Yuang Fengying tersenyum lalu mengayunkan tangannya.
BYAAAR...!!
Dua serangan tersebut di hantam Yuang Fengying, menggunakan kekuatan unsur elemen tanah nya, membuyarkan semua kungkungan kekuatan hukum tanah yang selama ini menekan tempat tersebut.
"Sekarang giliran ku..!," teriak Yuang Fengying sambil meloncat.
Saat ini hukum tanah yang melingkupi tempat tersebut sudah buyar, di hancurkan kekuatan Yuang Fengying.
BAAAMM...
Yuang Fengying meloncat dan menghantam seekor naga tanah yang paling dekat dengan nya.
BYAAAR...
Kepala naga itu langsung pecah berhamburan menjadi bongkahan tanah.
Dua naga tanah lain yang mendekat juga langsung di tendang hingga badannya terpotong dan berhamburan.
Sebelum naga tanah - naga tanah itu membentuk dan memperbaiki diri, Yuang Fengying kembali meloncat dan menghancurkannya hingga menjadi serpihan butiran tanah.
**
"Rupanya orang itu berhasil mengatasi ujiannya." Fen Shanming bergumam pelan, menatap Yuang Fengying yang kini terlihat maju melangkah.
Dari jarak puluhan meter itu terlihat sosok Yuang Fengying memasuki stupa yang sedikit lebih besar dari stupa kecil.
"Sialan, dari kelompok mana memangnya dia?, memiliki kemampuan sehebat itu?." Sesepuh Rong mengumpat kesal.
"Tak apa, biarkan berandalan itu memanen harta karun nya, toh nanti kita juga bisa merebut nya." keserakahan terpancar dari mata tersebut.
"Kita lihat apa yang nanti terjadi."
Ketiganya sedikit mendekat, namun mereka menyadari sesuatu dan tak berani terlalu dekat, karena pasti ada ujian yang akan muncul jika menginjak pelataran stupa stupa tersebut.
**
Yuang Fengying kini sudah berada di dalam stupa, dari pintu masuk saja remaja itu sudah mampu merasakan kekuatan yang melimpah dari benda pendukung elemen tanah tersebut.
Mata Yuang Fengying bersinar menatap kristal bayi perak roh inti bumi.
"Pasti tak mudah menyerap kekuatan sebesar itu, untuk saat ini"
"Apalagi hari ini aku sudah menyerap kristal bayi perunggu roh inti bumi." sedikit kekecewaan tergambar dari wajah remaja tersebut.
"Tak apa yang terpenting aku mampu mengambilnya, suatu saat aku pasti bisa memanfaatkan kekuatan nya."
Yuang Fengying kemudian mendekat ke arah kristal bayi perak roh inti bumi, dari jarak beberapa meter saja aura kekuatan dari kristal tersebut makin terasa kuat.
Saat Yuang Fengying mencoba menyentuhnya sebuah kilatan kekuatan hukum tanah langsung berloncatan ke tangan remaja itu, seakan seperti menyeretnya untuk tunduk terhadap benda itu.
"Cuih, mau melawan ku..!."
Yuang Fengying mencibir, lalu mengaktifkan kekuatan 'Kuasa' atas elemen tanah yang dimiliki nya, menetralkan kekuatan hukum tanah yang di lepaskan kristal bayi perak roh inti bumi.
"Tunduk..! di bawah kekuasaan ku..!." Yuang Fengying mengarahkan tangannya, mengeluarkan kekuatan Kuasa atas unsur tanah, sebelum akhirnya mengambil kristal tersebut untuk di simpan di ruang penyimpanan nya.
Kristal bayi perak roh inti bumi kini tersimpan di bilik unsur elemen tanah yang di miliki nya.
**
"Mau kemana kau..!."
Sebuah bentakan terdengar keras saat Yuang Fengying meloncat dari stupa yang dimasuki, setelah menyimpan kristal harta Karun nya.
Yuang Fengying menatap dua sosok tua dengan satu gadis yang kecantikan nya setara dengan bidadari mencegat langkahnya.
Meski tadi Yuang Fengying sudah melihat ke-tiga nya dari jarak jauh, namun berhadapan dengan mereka sedekat ini cukup membuat remaja itu terkejut.
Apalagi mereka bukan manusia biasa seperti dirinya.
"Ras Peri??."
__________
Jangan lupa dukungannya