
Saat ini Yuang Fengying sudah berdiri di dekat patung kurcaci yang tengah berpose seperti menuangkan air dari sebuah bejana.
Meski terasa samar samar, namun remaja itu mampu merasakan jejak keinginan dari kekuatan spiritual yang masih tertinggal di sana.
"Bagaimana ini bisa terjadi?, kekuatan spiritual di sini menghilang begitu saja?."
Yuang Fengying termangu di tempat itu, menatap ke arah patung hingga tanpa sadar kesadaran remaja itu mulai memasuki patung tersebut.
JREEENG..
Yuang Fengying seperti kosong pikiran nya dan terhisap ke suatu masa, saat ini remaja itu seperti berada di sebuah tempat yang hampir mirip dengan keadaan saat memasuki alam kuno.
Bentang alam yang sangat luas dan terasa begitu primitif, hutan hutan sangat lebat dengan pepohonan sangat besar dan menjulang ke langit dengan gagah nya.
Aura tempat itu terasa seperti pernah di rasakan oleh remaja itu, terasa sangat kuat, meledak ledak penuh dengan energi murni dan terasa agresif untuk memasukinya.
Kekuatan aura alam tersebut seperti berputar putar dan bergerak di sekitar Yuang Fengying, padahal saat itu hanya kesadaran nya yang tertarik ke tempat itu, tanpa fisik raga nya.
Saat ini wujud kesadaran Yuang Fengying seperti sebuah gelembung tipis berbentuk sosok remaja tersebut.
Gelembung tipis dengan di lapisi sinar di seluruh tubuh nya.
Kesadaran jiwa itu terus tertarik ke sebuah wilayah yang masih liar dengan kecepatan yang tak bisa diukur, lalu tiba di sebuah wilayah seperti belum ada yang menjamahnya.
"Dimana ini?, mengapa rasanya aku tak asing dengan struktur tempat ini?."
Yuang Fengying memutar pandangannya, kesadaran jiwa itu lalu memaksa terbang melesat tinggi setelah kekuatan aneh yang tadi menariknya menjadi sedikit melemah.
Dari ketinggian tersebut kesadaran jiwa Yuang Fengying bisa menatap sekeliling nya dengan lebih jelas.
"Hah, bukankah itu sebuah wilayah....?."
Kembali kesadaran jiwa Yuang Fengying menukik turun, mendekati wilayah yang 'mirip' dengan danau biru, namun masih terlihat sangat liar dan belum terjamah.
Di katakan mirip karena struktur gunung, lembah dan yang ada di sekitar nya terlihat sama.
Namun saat kesadaran jiwa remaja itu menukik turun dan sudah mendekati daratan, tiba tiba sebuah cahaya dari angkasa melesat dengan sangat cepat, membelah angkasa dan menerjang tempat tersebut.
Lesatan cahaya itu begitu kuat, seakan merobek udara dan membuat alam sekitar nya terdistorsi.
Saking kuatnya aura itu hingga membuat Yuang Fengying yang masih dalam wujud kesadaran jiwa dengan lapisan cahaya yang melindungi nya bergetar.
Kesadaran jiwa itu mampu merasakan betapa agung dan kuat nya cahaya yang melesat dari langit itu.
"Gila, kekuatan apa ini, auranya benar benar agung dan menakutkan."
Lalu begitu mendarat ke wilayah danau, cahaya yang terjatuh itu meledak dengan sangat dahsyat, seperti sebuah meteor yang di jatuhkan dari langit.
Ledakan itu membuat alam sekitar terguncang hebat, asap membumbung tinggi dengan banyak material baik kayu, batu dan lainnya berterbangan, lalu setelah agak mereda tercipta lah sebuah kubangan yang sangat lebar dan dalam.
Ledakan itu sungguh kuat, bahkan kesadaran jiwa Yuang Fengying yang berujud gelembung dengan lapisan sinar ikut bergetar.
Tiba tiba alam seperti di putar, makin lama makin cepat hingga kesadaran jiwa Yuang Fengying seperti kabur pandangan nya.
Di bawah pria itu ada seorang pria paruh baya yang tengah duduk bersama seorang Kurcaci yang terlihat bersimpuh begitu hormat dan patuh.
Kesadaran jiwa Yuang Fengying terus mengawasi dan memahami apa yang di lihatnya.
Lalu makin lama gambaran sosok sosok itu seperti bergerak sangat cepat, namun terasa runtut berurutan.
Kesadaran Jiwa Yuang Fengying seperti mendapatkan pemahaman dari peristiwa tersebut, nampaknya sosok pria yang melayang tersebut adalah salah satu sosok pengikut dari 'penyebar pengetahuan dan kekuatan' di jagat bentang alam ini.
Lalu sosok yang melayang itu menyebarkan ilmu pengetahuan dan kekuatan nya kepada murid nya, kemudian murid nya mengajarkan kepada pengikut nya.
Rupanya leluhur kurcaci adalah pengikut dari murid seorang pengikut sosok 'Penyebar pengetahuan dan kekuatan'.
Nampak dalam kehidupan ini tak ada 'segala sesuatu yang tanpa masalah', bahkan sosok 'Penyebar pengetahuan dan kekuatan' pun menghadapi masalah.
Sosok yang sangat hebat serta mengajarkan pengetahuan dan kekuatan pun memiliki musuh yang akhirnya berimbas kepada pengikut dan murid muridnya.
Musuh musuh sosok Penyebar pengetahuan dan kekuatan bahkan mulai menargetkan pengikut, murid dan para keturunan murid nya untuk di musnahkan.
Termasuk semua ilmu pengetahuan dan kekuatan yang berhubungan dengan sosok Penyebar pengetahuan dan kekuatan ikut pula di hancurkan, seperti danau yang tercipta saat percikan kekuatan tiba di bentang alam ini.
Danau Biru yang dahulu kala tercipta saat sosok Penyebar pengetahuan dan kekuatan itu tiba di bentang alam ini, ikut di hancurkan dengan cara menyegel tempat tersebut.
Danau yang dahulu kala memiliki Aura Kekuatan spiritual jejak keinginan sosok Penyebar pengetahuan dan kekuatan, kini seakan hilang daya magis nya setelah di segel, lebih tepatnya di halangi sebuah segel yang di ciptakan lawan lawan sosok hebat tersebut.
"Ooh begitu." perwujudan kesadaran jiwa Yuang Fengying mengangguk angguk mendapatkan pengajaran kisah tersebut.
"Jadi nampaknya jejak spiritual yang ada di tempat ini telah di segel oleh musuh musuh sosok Penyebar pengetahuan dan kekuatan?."
"Pantas saja rembesan jejak kekuatan spiritual masih terasa saat melewati celah celah segel formasi penjagaan." Yuang Fengying yang sudah kembali menarik kesadaran jiwa nya kini tengah memperhatikan patung yang tersegel oleh kekuatan tak terlihat nyata.
Dengan pengetahuan yang telah di dapatkan dan kekuatan visualisasi nya, Yuang Fengying mulai melihat garis garis segel selembut rumah laba laba yang mengikat bejana dari patung kurcaci.
"Hmm, akan sia sia jika tak di manfaatkan."
Kembali Yuang Fengying mengamati bejana tersebut, matanya kemudian terbelalak, "Ah..tenyata bejana ini senjata pusaka, dengan kemampuan sosok penyebar pengetahuan dan kekuatan, bejana ini bisa mendatangkan kekuatan spiritual seperti ini."
Yuang Fengying makin terpesona dengan kehebatan sosok penyebar pengetahuan dan kekuatan, namun yang lebih membuatnya heran mengapa lawan lawannya hanya menyegel nya dan tidak menghancurkannya.
"Aku harus mendapatkan bejana ini." sebuah senyuman terukir di bibir remaja tersebut.
Yuang Fengying mulai meneliti struktur segel formasi pengaturan yang menyegel bejana tersebut, lalu mulai mencari gurat sambungan benda tersebut dengan patung kurcaci, harapan nya saat mengambil bejana itu tak merusak patung kurcaci itu.
Yuang Fengying melakukan gerakan tangan membentuk mudra tertentu, lalu membacakan sedikit rajah mantra menghancurkan rajah mantra yang menempel di bejana tersebut.
KRAAK...!
____________
Jangan lupa dukungannya