
Lempengan segi lima yang memancarkan aura menakutkan sudah berada di genggaman tangan Yuang Fengying.
Benda artefak yang memiliki kekuatan penghisap itu sungguh mengerikan.
Terlihat tangan remaja tersebut bergetaran saat memegang lempeng yang berwarna hitam dengan gelombang kekuatan yang terasa berputar di tengahnya.
"Hm, senjata yang menakutkan, namun aku belum tahu bagaimana caranya untuk memilik Kuasa atas artefak ini." Yuang Fengying sesaat terdiam, lalu menyimpan senjata itu sebelum keluar dari tubuh raksasa itu.
Yuang Fengying dan Boa moo lalu melesat dan menembus jaringan yang menghalang halangi gerakan mereka.
Tiba tiba tempat dimana remaja itu berada, terasa bergetar dan berguncang hebat, karena rupanya raksasa itu tengah sekarat dan menggelepar berguling gulingan.
Pllaaasss..
Boa Moo dengan Yuang Fengying di atas punggung nya berhasil menembus dinding perut raksasa iblis itu hingga keluar dari rongga perut makhluk raksasa itu.
Di angkasa Xuo Yang terbelalak kaget, dua piaraan yang merupakan prajurit andalan nya selama ini dan selalu tersimpan di tanduknya kini malah kalah dan mati oleh lawan.
Kemarahan jelas terlihat di wajah nya, namun menyadari kekuatan lawan membuat iblis itu mulai berpikir untuk melarikan diri.
"Kali ini aku akan menyingkir dahulu, akan aku ingat kau bocah berandalan..!." Xuo Yang langsung melesat meninggalkan tempat tersebut tanpa memikirkan anak buahnya sama sekali.
**
Sementara itu di tempat lain, terlihat empat orang masih nampak kesal.
Mereka adalah pria dengan penutup kepala warna putih, pria dengan baju totol totol, wanita paruh baya dengan baju warna hijau gelap serta pria dengan tubuh sedikit bungkuk bernama Su Man.
Sedangkan pria dengan topeng seram hanya terdiam.
"Bajingaan..!, kemana perginya bocah berandalan itu..!."
"Ya, berandalan itu pergi begitu saja seperti di telan bumi."
"Bahkan aku tak bisa menangkap jejak aura kepergian bocah keparaat ini."
Tiga orang itu masih mengumpat kesal, pasalnya mereka sudah berkeliling untuk mencari jejak keberadaan bocah tersebut.
"Ini gara gara kau ..!." tiba tiba wanita paruh baya dengan baju berwarna hijau gelap mengumpat ke arah Su Man yang berbadan sedikit bungkuk.
"Aku..?!." balas pria sedikit bungkuk itu.
"Ya..kau..!, jika kau tak main main dengan bocah itu, semua pasti tak akan terjadi." wanita itu masih dengan kesal menyudutkan Su Man.
"Main main apanya?, siapa yang main main melawan berandalan kuat seperti nya?," Su Man langsung menyembur marah. "Kita berempat saja tak bisa menaklukkan nya.
Memang benar apa yang di katakan oleh pria sedikit bungkuk itu, Yuang Fengying sangat kuat dan licik untuk mereka hadapi.
"Sudah .. sudah... kita jangan malah saling menyalahkan, sudah aku bilang jika keluarga Ying pasti memiliki sesuatu, dan itu terbukti," pria dengan topeng seram tiba tiba berkata dan mengehentikan perdebatan tersebut.
Yang lain pun akhirnya mengangguk, karena memang itu yang terbaik saat ini.
"Apa rencana kita sekarang?." pria dengan penutup kepala warna putih mulai menyusun rencana selanjutnya.
"Aku masih ingin mencari dan menunggu bocah berandalan itu, dia telah mencuri hampir seluruh harta benda ku." pria sedikit bungkuk langsung menyatakan usulan nya.
"Huh," wanita paruh baya dengan baju hijau gelap hanya mendengus, namun semua nampak tak keberatan dengan rencana tersebut, bagaimana pun harta benda rekan mereka memang di rampok seseorang.
Lima orang itu kembali sedikit berpencar dan mulai menyisir wilayah tersebut lebih teliti lagi.
**
Yuang Fengying sudah kembali ke arah pemukiman para kurcaci, meski tak percaya namun para kurcaci sangat senang dengan kemenangan remaja tersebut.
"Tempat ini sudah tak aman lagi, jika memungkinkan kalian bisa bersatu dengan kelompok lain agar bisa saling menjaga."
"Benar apa kata tuan muda, di sini sudah bukan wilayah aman," Ming Tse setuju dengan pendapat tersebut.
"Meski tempat ini warisan dari leluhur kami, namun saat ini benar benar tak sesuai lagi."
"Akan kami putuskan rencana kami setelah semua orang kembali dari perniagaan nanti." sambung Ming Tse lagi.
Yuang Fengying mengangguk, dia hanya bisa mengusulkan saja karena semua keputusan tetap para manusia kerdil itu yang memutuskan.
Baginya sudah cukup membantu selama dirinya berada di wilayah tersebut.
Saat ini remaja tersebut ingin meninggalkan tempat itu, karena memang dia di sana juga karena dalam upaya melarikan diri dari kelompok para perampok.
Akhirnya setelah berpamitan Yuang Fengying benar benar meninggal kan wilayah tersebut, remaja itu terbang menjauh sebelum mengaktifkan gelang giok cahaya, dia tak ingin terjadi kegemparan dengan cara perpindahan nya yang menakjubkan.
**
"Aku merasakan kemunculan bocah berandalan itu." transmisi suara di teriaknya oleh Su Man.
"Di mana?." terdengar sahutan dari yang lain.
Su Man mengatakan sebuah wilayah.
"Kita ke sana," sahut suara pria dengan baju totol totol.
Lima bayangan langsung melesat ke arah yang di maksud kan.
Yuang Fengying memang tengah kembali muncul di mana tadi dia menghilang.
"Ah, semua terlihat sudah meninggalkan tempat ini." Nampak nya kemampuan Yuang Fengying mengendalikan gelang giok cahaya belum benar benar sesuai keinginan.
Setelah menghilang dari tempat semula maka gelang giok cahaya akan mengirim ke tempat itu lagi.
"Aku harus segera meninggalkan tempat ini, akan sangat berbahaya jika masih terus di sini."
Yuang Fengying segera melesat dan meninggalkan tempat tersebut, namun tanpa di rasa ada lima bayangan yang mengikuti arah jejak kepergian nya.
Nampak Yuang Fengying bergerak tak tentu arah, bentang alam yang begitu luas membuat remaja yang baru saja berkembang itu tak memiliki tujuan pasti.
"Aku hanya perlu mempelajari bentang alam, mengawasi dan banyak belajar dari semua peristiwa."
"Jika aku kembali ke desa asal ku, saat ini akan sangat berbahaya."
___________
Jangan lupa dukungannya