
Ping Chu dan Maoyin matanya membulat, terbelalak tak percaya rekannya mati dengan badan di belah menjadi dua.
Remaja yang menjadi lawannya benar benar menjadi momok menakutkan bagi mereka saat ini.
"Apa yang harus kita lakukan?." Ping Chu menoleh kearah Maoyin, mereka berkomunikasi dengan transmisi suara agar tak di ketahui Yuang Fengying.
"Kita kabur, kita laporkan masalah ini kepada tuan Pendamping Satu." Maoyin membalas nya.
"Apa tak memalukan melaporkan masalah ini?."
"Kau ingin mati, apa ingin selamat?."
Ping Chu muram wajahnya, apa yang mereka diskusikan memang lebih menguntungkan jika mereka kabur, meski hal itu mencoreng muka keduanya.
Yuang Fengying terlihat tersenyum puas, membunuh dan mengurangi jumlah lawan memang tujuan nya.
"Sekarang giliran kalian..!." seru remaja itu.
Tiba tiba Yuang Fengying meloncat mendekat kearah salah satu dari dua orang itu.
Ping Chu adalah orang yang berikutnya di jadikan target untuk di bunuh nya, membuat pria itu sedikit gelisah dan pucat wajah nya.
"Mati...!." Yuang Fengying menebaskan pedangnya.
Gelombang Lesatan serangan kini menebas ke arah pria tersebut.
Dengan gelagapan pria itu mengayunkan pedang api yang berada dalam genggaman nya, mencoba menahan kuatnya serangan Yuang Fengying.
"Badai Api Menerjang..!.''
Ping Chu menebaskan pedang apinya secara horisontal, menyambut Lesatan tebasan Yuang Fengying yang mengarah kepadanya.
Dua Lesatan yang terlihat menakutkan saling menerjang dengan sangat cepat.
DUAAR...
Ledakan kuat terjadi, lagi lagi menciptakan gelombang kejut yang menyibak segala nya, termasuk Ping Chu dan juga Yuang Fengying juga terdorong kebelakang.
Namun jelas pria paruh baya itu yang mengalami kerugian lebih banyak, laki laki itu terlempar lebih jauh dan menabrak pepohonan yang ada di sekitar nya, sedangkan Yuang Fengying hanya terlempar beberapa meter saja.
"Ping Chu..!," terlihat wajah Maoyin sangat khawatir, melihat rekannya itu terlempar dan terluka.
"Sekaraang..!." teriak Ping Chu menatap wanita itu seperti memberikan perintahnya.
Maoyin langsung melempar tangannya, sebuah lesatan serangan angin yang memadat menyambar Yuang Fengying yang masih menstabilkan dirinya.
SLAAASSH...
Serangan itu memotong apapun sebelum menyasar Yuang Fengying, namun tentu saja serangan itu berhasil di tepis dengan mengayunkan pedang nya.
BAAMM...
Maoyin terdorong kebelakang saat serangannya bertemu dengan tangkisan tebasan pedang Yuang Fengying, namun itu di manfaatkan wanita itu untuk melesat dan meninggalkan tempat tersebut.
"Apa..!, kau ingin kabur..?!." remaja itu berteriak kesal, namun Maoyin tak menghiraukan itu, wanita itu dengan sekuat tenaga tetap melesat melarikan diri, saat ini misi nya adalah melapor dan menjadi penunjuk jalan untuk masalah tersebut kepada atasan nya, meski mereka sudah mengirimkan pesan lewat alat pengirim pesan yang saat ini di pegang Ping Chu.
"Sialan..!." Yuang Fengying mengumpat dan ingin mengejar namun saat ini sebuah gelombang serangan menghentikannya.
SIUU....
"Mau kemana kau bocah..!." Ping Chu menebaskan pedang dengan gelombang apinya.
Weess...
Lesatan serangan melintas memotong upaya remaja itu menyusul Maoyin, hampir saja serangan mengenai Yuang Fengying jika saja remaja itu tak menekuk badannya kesamping.
Setelah melepas serangan Ping Chu kini mendekati Yuang Fengying, pria itu seperti tak takut nyawa nya melayang akibat tindakan nya tersebut.
"Cari mati..!." Yuang Fengying mendengus kesal, rencana nya di gagalkan, dan kini remaja tersebut meloncat menyambut pria itu yang mendekat, tak lagi menghiraukan Maoyin yang sudah kabur semakin menjauh.
Saat ini yang ada di pikiran Yuang Fengying hanyalah mengakhiri pertarungan itu secepatnya, karena pasti bala bantuan lawan akan segera tiba, apalagi ada satu lawan yang lolos dan bisa menjadi penunjuk jalan lokasi tersebut.
"Meski aku mati, kau juga pasti akan jadi target buruan tuan ku.. Ha ha ha...!," Ping Chu tertawa dengan seringai, sambil memamerkan lempengan alat komunikasi yang di berikan pria tua dengan baju katun bersih.
Meski belum pernah menyentuh dan memiliki alat semacam itu namun Yuang Fengying tahu apa fungsi dan kegunaan benda itu, jadi wajahnya kini sangat muram.
Saat ini dua orang itu sudah saling berhadapan dalam jarak beberapa meter saja.
Ping Chu sudah membakar inti tenaga sejati nya, hingga kini tubuhnya makin berkobar di selimuti api di sekujur tubuhnya, Sosok nya terlihat seperti manusia api, pedang panjang nya juga makin memanjang siap di tebas kan.
"Aku siap mati dan mengadu nyawa dengan mu..!," seperti sudah gila pria itu kini meloncat melesat menebaskan pedangnya.
Alam kini makin terasa panas, dengan luapan api yang menyebar kemana mana.
Yuang Fengying pun sudah meningkatkan kekuatan nya, kekuatan lawan yang meningkat akibat pembakaran inti tenaga sejati harus di hadapi dengan serius.
"Heaaa..!."
Pria berbaju zirah emas itu menebaskan pedangnya, menciptakan Lesatan yang sungguh mengerikan.
Namun kembali lagi itu bukan masalah bagi Yuang Fengying, meski serangan itu meningkat dan makin mengerikan, remaja itu yakin mampu menghadapi nya.
TAANG..!
Sabetan pedang api yang menyambar tubuh Yuang Fengying tertangkis lesatan kekuatan yang di ciptakan dari tebasan pedang Pelangi.
"Mati kau..!." Yuang Fengying memutar tangannya, membuat pedang nya juga berputar dan menebas balik lawannya.
CRAAKK...!
Zirah emas yang di pakai Ping Chu langsung terbelah, bahkan sisa lesatan serangan tersebut menggores dada pria itu.
"Aargh..!." Ping Chu menjerit, saat dadanya menyemburkan darah kental.
Namun itu tak menyurutkan langkah pria itu, meski terluka pria itu tetap maju menebaskan pedangnya, sambil tangan kirinya melempar sesuatu ke arah Yuang Fengying.
SIUU...
Slsshh...
Entah benda apa yang di lempar berbarengan dengan serangannya.
Yuang Fengying yang tak menyadari itu hanya menangkis serangan pedang tersebut dan terus menekannya hingga serangan remaja itu berlanjut menebas leher Ping Chu.
CRAASH...
Leher Ping Chu terpenggal, namun benda yang di lempar pria itu juga mendarat dan menembus pori pori kulit Yuang Fengying.
Jeess....
"Egh.." Meski tak terasa sakit Yuang Fengying cukup terkejut dengan itu.
"Apa tadi..?, apakah senjata rahasia? tapi mengapa tak terasa sakit?."
Meski kaget Yuang Fengying mengabaikan hal itu, karena tak membuat nya terganggu.
**
"Apa..!," Pria dengan baju katun bersih terkejut dan murka membaca pesan dari anak buah nya.
Sebuah pesan yang di kirim Ping Chu cukup membuat pria tua itu tersentak sesaat.
"Bong dan Roa sudah mati, begitu juga dengan Siang min."
Siang min adalah nama pria kurus dengan tatapan tajam.
"Apa yang terjadi?, siapa yang melakukan itu semua?."
Keempat orang yang ada di sampingnya juga ikut tersentak, tak percaya jika ada yang bisa mengalahkan rekannya di benua ini.
__________
Jangan lupa dukungannya...