Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
49. Keberuntungan?


"Kaaaak...!.''


Raja Elang Bulu Api menjerit, lalu menyemburkan api ke arah Rubah Iblis ekor Lima.


Wooosss...


Rubah Iblis ekor Lima, menjejakkan kakinya meloncat kesamping menghindari semburan api tersebut


Setelah berhasil menghindar Rubah itu balik menyerang, dari mulutnya keluar bulatan bulatan sebesar bola yang makin lama makin membesar, kemudian melesat ke arah Raja Elang Bulu Api.


Blaaar...!


Blaaar....!!


Bulatan bulatan tersebut meledak dengan kekuatan yang menakutkan.


Ledakan tersebut menimbulkan badai angin yang menghempas kan apapun di sekitarnya.


Raja Elang Bulu Api menangkupkan kedua sayapnya membentuk perisai melindungi dirinya.


Lapisan api tipis di permukaan sayap itu menepis ledakan angin tersebut.


Pohon pohon yang ada di sekitar area pertarungan tersebut terhempas, tercerabut dari akar nya terkena kekuatan ledakan.


Yuang Fengying yang berada setengah kilometer dari keduanya bertarung sampai mengaktifkan unsur elemen logam nya melindungi diri dari imbas pertarungan tersebut.


"Pertarungan yang luar biasa, aku beruntung mampu mengalahkan ular piton sisik perak, binatang Raja saat itu."


"Makanya inti jiwa binatang tersebut sangat mahal, ternyata kekuatan asli binatang tersebut seperti ini." Yuang Fengying masih bergumam mengagumi kedua hewan tingkat Raja tersebut.


Memang benar apa yang di pikirkan oleh Yuang Fengying, saat itu ular piton sisik perak sudah sedikit terluka oleh gempuran kelompok Hong, sehingga kekuatan nya saat bertarung dengan Yuang Fengying tidak seratus persen.


"Aauuuu...!.'' Rubah Iblis ekor Lima melolong, lalu menerjang maju sambil mencakar ke arah Raja Elang Bulu Api.


CRAAAKK..


Raja Elang Bulu Api menangkis cakaran Rubah Iblis dengan cakar nya.


Kedua cakar saling bertemu menimbulkan suara dentingan benda keras.


Kini pertarungan binatang tingkat Raja itu sudah makin meningkat, keduanya bertarung dalam jarak dekat saling cakar, saling gigit, saling hantam.


Keduanya bergumul di area tersebut, membuat alam itu berguncang keras.


Pepohonan di wilayah itu terlihat rusak parah, hanya wilayah bunga edelweis panjang umur yang terlihat masih terjaga, rupanya kedua binatang itu masih menjaga pertarungan mereka, agar tak merusak benda yang di perebutkan.


**


Di istana tanah dalam, tepatnya istana Kaisar Iblis, nampak sang pemimpin ras iblis itu tengah menatap di kegelapan langit wilayah tersebut.


Dari tanduknya yang membara terkadang mengepulkan asap tipis, saat kepala sang Kaisar bergerak gerak asap itu seakan menari nari di udara.


Di depan sang Kaisar terpampang bayangan tipis yang terkadang nampak jelas namun terkadang samar samar, makhluk tersebut adalah sesosok kelelawar.


Adalah Kelelawar Darah Setan makhluk pengintai yang memiliki keunggulan mampu menyamarkan tubuh nya hingga para lawan tak bisa mendeteksi nya.


Kelelawar darah setan adalah binatang yang sudah mengikat jiwa dengan Kaisar Iblis, merupakan hewan budak dari pemimpin iblis tersebut.


Nampak Kaisar Iblis kembali mengangguk anggukkan kepala nya, seperti sedang mendengarkan sesuatu, saat bayangan kelelawar itu mencicit seperti melaporkan sesuatu.


"Gggrhh, keping kegelapan," ucapnya pelan.


Rupanya kekuatan Indra spiritual kaisar Iblis tengah berbagi dengan kelelawar menelusuri keberadaan benda penguat unsur kegelapan dari penglihatan salah satu budaknya tersebut, dari mata kelelawar itu sang Kaisar bisa menangkap apa yang di lihat binatang tersebut.


Kekuatan pendukung kegelapan yakni 'keping kegelapan', sudah kembali di temukan oleh salah satu pasukan nya tersebut.


Biasanya keping penguat unsur tersebut akan muncul di waktu waktu tertentu, dan para pemburu keping penguat unsur elemen akan berlomba lomba menemukannya dan memperebutkannya.


'Keping Kegelapan' memang tak sehebat 'Kristal Kegelapan', namun tetap saja pecahan benda berunsur kegelapan itu tetaplah sangat berharga.


Dengan mendengus Kaisar Iblis berjalan menuju ke singgasana nya, nampak nya dia akan mengambil sebuah keputusan atas laporan mata matanya tersebut.


**


Pergumulan dua binatang tingkat Raja itu sudah berada di fase puncak.


Bahkan pertarungan dua binatang yang sama sama tak mau mengalah itu sudah melukai keduanya.


Darah dari kedua binatang itu berceceran kemana mana, luka luka nampak berada di sekujur tubuh keduanya.


Meski kini kekuatan kedua makhluk tersebut sudah sama sama berkurang namun tak satupun dari keduanya berniat mundur atau mengalah.


"Ini kesempatan ku," gumam Yuang Fengying melihat peluang tersebut.


Anak itu langsung meloncat melesat dengan mengaktifkan unsur elemen logam dan petir, karena saat ini kekuatan dua unsur elemen itulah yang paling kuat.


Dengan secepat angin dan kilat Yuang Fengying menghampiri kedua makhluk yang masih bergumul dan saling mengunci tersebut.


CTAARR...! BLAAAR...!!


Yuang Fengying menyerang ke arah kepala dari dua binatang tingkat Raja tersebut sekuat kuatnya, karena jika perhitungan serangan nya gagal, nyawanya yang menjadi taruhannya.


Raja Elang Bulu Api yang badannya sebesar rumah sepuluh kamar itu, langsung retak kepalanya, terhantam serangan Yuang Fengying yang tak terduga.


Darah merembes keluar dari retakan luka tersebut, lalu badan binatang itu kelojotan sebelum mati.


Begitu pula dengan Rubah Iblis ekor Lima, matanya langsung meledak terkena serangan tendangan tepat di dua matanya.


Binatang yang juga sangat besar itu menggelepar sebelum akhirnya juga mati.


Yuang Fengying menghela nafasnya dengan lega, sebelum mengambil keputusan untuk menyerang sebenarnya tadi dia diliputi kebimbangan, untungnya semua perhitungan nya sangat tepat.


Anak itu lalu mengambil inti jiwa binatang tersebut, memisahkan nya lalu menyimpan inti jiwa binatang serta mayatnya di cincin penyimpanan yang dimiliki nya.


Setelah itu anak tersebut meloncat mengambil bunga edelweis panjang umur yang ada di lereng bukit, lalu menyimpan harta berharga itu di cincin penyimpanan nya.


Keberuntungan Yuang Fengying memang bagus, hanya dalam beberapa saat saja sudah mendapatkan barang barang berharga, jika di tukar dengan koin penukar maka pasti akan memperoleh banyak harta benda.


Namun Yuang Fengying tak berniat menjual kedua inti jiwa binatang tersebut, dengan tingkatan kultivasi nya saat ini, dan kuasa atas unsur api dan angin yang masih lemah, dia lebih membutuhkan benda benda tersebut untuk meningkatkan kekuatan keduanya.


Kembali Yuang Fengying menatap area terlarang di perbatasan hutan dan Bukit Kapur, saat ini dia melihat sebuah sungai yang memisahkan area tersebut dengan wilayah lain, lalu menimbang sejenak.


"Dengan kemampuan ku saat ini akan sangat beresiko jika aku tetap nekat kesana, bisa lolos dari pasukan batu di hutan kecil Larangan sudah keberuntungan bagiku."


Yuang Fengying menarik nafasnya dengan berat, lalu membatalkan niatnya menuju ke area terlarang itu.


"Lebih baik aku kembali ke perguruan, menyerahkan hasil buruan, mengambil imbalannya dan melakukan latihan tertutup, itu akan lebih berguna untuk ku."


Yuang Fengying melesat kembali ke arah perguruan Bukit Bayangan, total sudah tiga hari dia meninggal kan tempat tersebut.


___________


Jangan lupa dukungannya...


Terima kasih yang sudah mendukung karya ini...


Dengan dukungan kalian karya ini bisa tetap eksis.