Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
221. Pembantaian


Saat ini alam semesta sejauh satu kilometer lebih, seperti berada dalam ruangan tersendiri.


Formasi yang di bentuk beberapa orang itu menciptakan Domain ruang yang mengurung tempat tersebut, dan seperti terpisah dari wilayah lain.


Ya, ruang domain yang di ciptakan para tokoh aliansi Pertengahan tersebut sungguh mengerikan, membentuk dunia mini yang mengurung mereka semua dan terutama membuat tekanan terhadap Yuang Fengying hingga sedemikian rupa.


"Sial, kekuatan mereka makin berlipat dengan struktur penjebakan ini." Yuang Fengying sadar saat ini kelompok orang orang itu tengah mengurungnya dengan domain ruang dimensi, membuat penjara agar dirinya tak bisa lolos serta ingin membuat semua kekuatan nya menjadi melemah.


Ruang domain atau ruang dimensi adalah sebuah perwujudan alam mini, buatan seseorang yang di harapkan akan bisa di kendalikan dan di kontrol oleh pencipta nya.


Pada umumnya jika seseorang terjebak dalam ruang dimensi ciptaan lawan, orang itu akan tertekan oleh kekuatan lawan dan tak mampu mengembangkan kekuatan nya sendiri.


"He..he...kau tak akan bisa melarikan diri lagi." terlihat manusia sedikit pendek dengan kumis dan jenggot panjang serta tubuh gempal dengan otot otot yang menggumpal berkata, dia adalah sosok manusia kerdil, ras manusia kerdil memang terkenal hebat dalam mencipta dan membangun gedung dan bangunan bahkan termasuk menciptakan struktur segel formasi. Mereka adalah ahli struktur segel formasi yang hebat.


"Saatnya kini kita hancurkan..!." Beberapa manusia raksasa juga mulai bergerak untuk menyerang Yuang Fengying dan sosok robotik nya.


Tiga raksasa langsung meloncat menghantamkan senjatanya, senjata itu berbentuk tongkat pemukul dengan duri duri tajam di seluruh permukaan nya, meski ada juga yang bersenjata pedang panjang.


Wuuung...


Sriiing....


Alat pemukul yang mampu menghancurkan bukit itu berputar putar sebelum di hantam kan, demikian pula dengan pedang panjang ditebas kan ke arah namun para sosok robotik, namun sosok yang tak mengenal takut itu juga maju menyambut serangan tersebut.


"Sungguh hebat bajingan ini, meski sudah di kurung dalam formasi segel Penjebakan, namun masih bisa melawan."


"Ya, pantas saja masih bocah sudah menjadi mata mata "


Semua terkejut tentunya melihat Yuang Fengying masih mampu memberikan perlawanan padahal sudah di kurung dalam dimensi jebakan.


**


Rombongan pria tua dengan baju katun bersih saat ini makin mendekat, jaraknya hanya kurang dari seratus kilometer.


Kristal yang memancarkan sinar kini makin terang, menandakan jika jarak mereka kian makin dekat.


"Entah apa yang terjadi, aku merasa buruan kita tak berpindah dari tempat nya dalam beberapa waktu."


"Benar, kristal pendeteksi tak pernah meredup malah makin terang cahayanya, menandakan jarak dengan kita makin dekat."


Para bawahan pria tua yang duduk di dalam tenda artefak terbang saling bercakap cakap sambil terus mengikuti kristal pendeteksi.


Percepat terbang kita, saat ini jarak kita dengan buruan tinggal beberapa puluh kilometer saja." terdengar perintah dari pria tua baju katun bersih dari dalam tenda.


Rombongan tersebut makin memacu gerakannya agar segera menyusul musuh yang di buru.


**


"Baik.., karena kalian yang meminta maka jangan pernah menyesal..!." Yuang Fengying meraung dengan marah.


Terus di tekan dan di serang hingga mengancam jiwa, membuat remaja tersebut kini benar benar murka.


Alam Jiwa Yuang Fengying sudah bergetar, karena kristal Dewa sudah meledakkan gelombang kekuatan yang di alirkan di semua unsur elemen yang di miliki remaja tersebut.


Setelah semua kekuatan diaktifkan Yuang Fengying lalu menyebar kekuatan Aura Dimensi Alam Jiwa nya.


Domain yang semula di ciptakan orang orang untuk mengurung remaja tersebut, kini di selubungi dan di lingkupi oleh Aura Dimensi alam Jiwa ciptaan Yuang Fengying, membuat alam dimensi tersebut kini beralih dalam hukum Kuasa remaja tersebut.


Tentu saja ini mengagetkan semua orang itu.


"Hah, apa yang terjadi?, mengapa aku tak bisa lagi mengendalikan elemen udara di sini..?."beberapa orang mulai merasakan keanehan.


"Ya..!, kekuatan api ku juga terganggu seperti di tekan oleh kekuatan lain."


"Mana mungkin?, memangnya siapa yang mampu berbuat demikian.?."


Mereka saling bersahut sahutan, tak menyadari jika alam dimensi kini benar-benar sudah berpindah pemilik 'Kuasa' nya.


"Dasar bodoh..ha..ha..!," Yuang Fengying tertawa mentertawakan orang orang tersebut yang kini mulai pucat wajahnya.


"Berandalan Keparaat..!, apa ini karena ulah mu..!." pria dengan ikat kepala dan berbaju kulit harimau berteriak dan melotot ke arah Yuang Fengying.


"Memang siapa lagi yang mampu melakukan ini, jika bukan aku?." dengan melipat tangannya Yuang Fengying berkata penuh kesombongan, benar benar percaya diri remaja itu.


Pria berbaju kulit harimau itu meraung, tubuhnya bergetar. "Harimau Api Tubuh Besi..!." begitu laki laki itu berteriak, badannya mulai sedikit membesar, otot-ototnya mulai timbul di seluruh tubuh nya, aura kuat di sertai jilatan api langsung bermunculan dalam setiap geraknya.


"Semuanya..keluarkan kekuatan terbaik kalian!." seru pria tersebut mengingatkan yang lainnya.


Yuang Fengying hanya mencibir, "Keluarkan lah kekuatan terbaik kalian, tapi itu sia sia..!," begitu Yuang Fengying berkata demikian, remaja itu meloncat.


"Pedang Pelangi...!."


Dari genggaman tangan remaja itu tiba tiba tampak sebuah pedang dengan memancarkan aura warna warni yang terlihat indah, meski jika tahu yang sesungguhnya itu sangat mengerikan.


Dimensi itu kini makin terasa kian menakutkan, seperti mampu menghisap aura kekuatan yang di miliki lawan, bersama dengan kemunculan pedang dalam genggaman Yuang Fengying.


Siuu... Siuu...


Dengan cepat remaja itu mengayunkan pedang nya, dua tebasan pedang Pelangi langsung melesat ke arah pria yang sudah mengaktifkan kekuatan garis darah keturunan nya.


"Cuih..!," dengan masih meremehkan pria itu mencoba memotong serangan itu dengan mengayunkan cakaran nya.


WEEENG...


"Apa..?!." Pria dengan kekuatan Harimau Api Besi itu tak menyangka jika kekuatan tebasan pedang itu demikian kuat nya.


Lesatan serangan itu kian mendekati sasaran kian kuat, menghancurkan apapun yang di lewati nya.


Bahkan ayunan cakaran lawan yang mampu memotong serangan itu tak ada artinya.


Craaass...!


Lengan pria yang sudah menjadi cakar harimau api besi terpotong dengan begitu mudahnya, bahkan sisa lesatan serangan tersebut masih berlanjut dan membelah dadanya.


"Aargh.." Hanya sekejap pria itu melolong dan dadanya sudah terbelah.


Kematian pria berbaju kulit harimau yang begitu singkat membuat yang lain menggigil ketakutan, tapi itu sudah terlambat.


Lesatan lesatan pedang pelangi kini menyasar ke segala arah, menciptakan jeritan jeritan kematian.


Xue Joliang Jian sudah ketakutan, ingin melarikan diri namun terkurung di dalam Dimensi lawan.


Semula mereka menciptakan ruang dimensi untuk memenjarakan lawan, namun kini malah berbalik dimensi itu memenjarakan kelompok nya.


"Mati..!."


"Mati...!!."


Tanpa ampunan remaja itu menebas semua yang ada di ruang dimensi tersebut.


__________


Jangan lupa dukungannya