
Pertandingan di tiap tiap arena masih berlangsung dengan seru.
Masing masing arena sudah mulai terlihat siapa saja yang bakal menjadi pemenang, hal itu bisa di lihat dari jumlah kemenangan yang di peroleh dari tiap tiap peserta.
Yuang Fengying sudah memiliki seratus kali kemenangan, saat ini dia berada di urutan ke lima, dari dua puluh orang yang nanti akan menjadi wakil dari arena satu.
"Anak itu kembali menang??!, berarti ini kemenangannya yang ke seratus sepuluh?." seru orang orang saat Yuang Fengying kembali memenangkan pertarungan ke 110 nya.
"Bocah berandalan itu sungguh menakutkan, meski terlihat masih sangat muda tapi kekuatan bertempur nya melebihi siapa pun." sahut yang lainnya.
Semua kembali berdecak kagum dengan kemampuan bertarung Yuang Fengying, pertarungan demi pertarungan kembali di menangkannya dengan begitu mudah, bahkan sampai sejauh ini dia belum mengalami kekalahan, dia selalu mengalahkan lawan lawannya tak lebih dari lima jurus dengan waktu yang sangat singkat.
Menurut hitungan satu orang peserta harus bertarung sekitar 195 kali, namun karena ada yang langsung menyerah tanpa bertanding, serta banyak yang mengalami cidera dan tak bisa melanjutkan proses seleksi, maka pertarungan bisa lebih sedikit dan proses seleksi makin cepat.
Pertarungan masih terus berlangsung, makin jelas lah kini siapa saja yang akan menjadi wakil dari dua puluh peserta di tiap tiap arena.
Di arena satu sudah makin jelas siapa saja yang nanti akan lolos seleksi murid pilar di perguruan tersebut tahun ini.
Di urutan pertama ada Luwen Yu saat ini dia memiliki 170 kali kemenangan karena memang sudah bertarung sebanyak itu.
Urutan kedua ada Xiao Lang, dia memiliki 168 kali kemenangan, satu kali kalah dari Luwen Yu dan satu kali imbang saat melawan gadis dengan rambut merah berbaju putih.
Di urutan ketiga ada gadis rambut merah berbaju putih, gadis itu murid dari wakil tetua agung, memiliki 167 kali kemenangan, dia hanya kalah dari Luwen Yu dan imbang dua kali, saat melawan Xiao Lang, dan saat melawan pemuda dengan badan penuh rajah tatto.
Urutan keempat pemuda dengan badan penuh rajah tatto, dan urutan kelima Yuang Fengying.
Mengapa Yuang Fengying bisa berada di urutan ke lima?, karena dia belum bertarung sebanyak empat peserta yang berada di urutan diatasnya, selain itu banyaknya peserta yang cidera dan tak mampu meneruskan proses seleksi membuat jumlah kemenangan Yuang Fengying sedikit rendah.
Di arena yang lainpun kandidat 20 peserta terpilih sudah mulai terlihat, juara juaranya juga mulai tercatat jelas, ada Ma Yong di arena dua, nona Qin di arena tiga, Fue Trong di arena empat dan Dong xuan di arena lima.
Sedikit menarik juara di arena tiga, yaitu Nona Qin, dia adalah gadis yang selama ini menjadikan Yuang Fengying 'Sukarelawan' untuk latih tanding di arena pertarungan ruang pengujian, meski keduanya sesungguhnya tak saling mengenal karena sama sama menggunakan topeng saat mereka berlatih tanding di arena tersebut, dan saat itu Yuang Fengying belum sekuat sekarang.
Nona Qin atau lengkap nya Qin Qin Feifei adalah salah satu keturunan dari keluarga Qin, sebuah keluarga yang terkenal cukup kuat dan Kaya, meski tak seterkenal tiga keluarga kaya di benua tengah seperti keluarga Ying, Xue dan Ming.
Gadis itu saat ini juga merupakan penerus keluarga yang di harapkan mampu mengangkat nama keluarga makin bersinar.
**
Hari sudah berganti, hasil seleksi murid pilar sudah di putuskan, dan nama seratus anak yang nantinya mewakili perguruan Bukit Bayangan dalam seleksi putra Naga di provinsi sudah di catat.
Hari ini agenda Yuang Fengying berniat untuk keluar dari lingkungan perguruan, menurut Mei Mei dan tuan Li pengurus toko Pundi Emas, hari ini tuan Chang Yi Feng akan berkunjung ke sana, mereka akan membahas perkembangan toko tersebut di wilayah kita Yinying.
Yuang Fengying sudah berada di jalanan saat serombongan kereta melintas di depannya.
Mereka adalah rombongan keluarga Qin, yang nampaknya tengah menjemput nona Qin karena seleksi murid pilar sudah usai.
"Minggir...!, minggir semua..!." seorang pengawal yang berada paling depan berteriak mengusir orang orang yang di rasa menghalangi jalan mereka.
Ctaar..!
Ctaaarr...!!
Suara lecutan cambuk terdengar nyaring di udara.
Orang orang biasa langsung menyingkir jauh dari jalanan tersebut meskipun sebenarnya mereka sudah merasa di pinggiran.
"Mentang mentang punya harta dan kuasa bertindak sesuka hati." keluh orang orang tersebut dengan pelan, takut terdengar oleh para pengawal keluarga itu.
Yuang Fengying yang masih berjalan dengan santai tak menyadari rombongan yang bergerak cepat karena merasa sudah berjalan di pinggiran.
Ctaaar...!!
Sebuah cambukan cemeti menyasar ke arah Yuang Fengying.
"Dasar berandalan kecil..jangan menghalangi jalan kereta..!.''
Yuang Fengying yang semula tak memperdulikan kelakuan rombongan tersebut akhirnya sedikit geram.
Remaja itu menangkap cambuk yang berkelebat di sisinya, dengan sekali sentakan pengawal yang menghardik orang orang dengan cambuk nya itu di tarik dan di lempar oleh Yuang Fengying.
Gedebaam....!!
Pengawal itu terjerembab ketanah, membuat rombongan tersebut sejenak terhenti.
"Kurang ajar...!, siapa berani menghentikan rombongan keluarga Qin..!." Seorang pria pemimpin rombongan langsung meloncat dari tengah barisan maju kedepan.
Tatapannya ganas memutar mencari penyebab kericuhan dari rombongan bagian depan tersebut.
"Ampun tuan, anak itu menyerang salah satu pengawal kita." kata salah satu pengawal yang juga berada di depan.
Hampir semua rombongan keluarga Qin kini mengurung tempat tersebut, bahkan nona Qin sudah maju kedepan dan menatap tajam Yuang Fengying.
Yuang Fengying juga menatap tajam kearah gadis itu, kemudian remaja itu mengangguk.
"Hmm, nampaknya gadis yang pernah berlatih tanding dengan ku di ruang arena Pengujian."
Meski saat itu keduanya memakai penutup kepala, sesungguhnya Yuang Fengying mampu melihat wajah gadis itu dengan kekuatan visualisasi nya.
"Apa yang kau lakukan..!," bentak Qin Feifei kepada Yuang Fengying.
"Maaf nona, para pengawal mu terlalu arogan, memaksa orang orang yang sudah menyingkir dari jalanan makin ke pinggir, dengan cara yang tak sopan lagi." dengan berani Yuang Fengying membalas perkataan nona muda Keluarga Qin tersebut.
"Hmm, begitu menurut mu..?," Qin Feifei mendengus kesal, "Kau mengatakan pengawal ku kurang sopan?."
"Ya, memang benar begitu adanya."
"Cuih..!, memang siapa kau ..?!, mengapa kami harus sopan padamu..?!.'' Gadis itu mencibir.
"Bukan padaku tapi pada semua orang, apa kalian menganggap semua ini milik kalian? hingga bisa berlaku se-enaknya?." Yuang Fengying masih tak mau kalah berdebat dengan gadis yang ternyata sangat cerewet itu.
Tiba tiba..
"Kurang ajar..!, kau berani membantah nona kami..?!," seseorang dari rombongan itu sudah meloncat dari barisan langsung menyerang Yuang Fengying.
BLAAAR...!
__________
Jangan lupa dukungannya...