Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
208. Memenangkan pertarungan ( Bong dan Roa Mati)


Serangan yang sangat cepat itu membuat dua orang yang belum pulih kekuatan nya menjadi kalang kabut.


Bunuh...!


Bunuh...!


Suara hati Yuang Fengying memerintahkan nya untuk membunuh dua musuh di depannya.


Jika berlaku lemah terhadap musuh, maka sama dengan membunuh dirinya sendiri, seandainya saat ini Yuang Fengying tak menghabisi lawannya maka itu sama saja dengan berlaku kejam terhadap keselamatan pribadi nanti nya.


WEEENG...


Cambuk ekor naga dengan ajaibnya memanjang dan meliuk, melesat lalu menghujam ke arah badan Bong, sedangkan Sabit Dewa berputar diagonal dan menyasar ke arah tubuh Roa.


Lesatan serangan dua senjata mematikan itu terdengar mengerikan, membelah udara dan seperti membuat tangisan kematian yang menakutkan.


Siuuu....


Ujung cambuk ekor naga meliuk menusuk Bong, pria itu mencoba menangkis dengan tepisan tombaknya, namun seperti memiliki mata ujung tajam cambuk itu menukik mencari celah sebelum menembus dada pria paruh baya tersebut.


Jleeb..!


"Ugghh.. pfft..." Bong terpekik tertahan, dari mulutnya keluar darah kental.


Serangan cambuk ekor naga bukan serangan tusukan biasa, namun serangan tusukan dengan kekuatan logam, petir dan api yang memiliki kekuatan menghancurkan.


Meski terlihat seperti di tusuk pelan, namun efeknya sungguh menakutkan, tubuh pria itu tersentak dan terlempar, daerah yang tertusuk langsung gosong, menghitam karena terbakar.


Tubuh manusia Penguasa Bong memang kuat, apalagi di tambah dia pemilik elemen logam dan kultivasi nya sudah di ranah Kuasa Sejati, namun tetap saja itu serangan yang mengerikan dan jika di lesatkan ke lereng gunung akan mampu menghancurkan nya.


Sementara itu Sabit Dewa yang di lemparkan Yuang Fengying berputar diagonal dengan sangat cepat, kekuatan elemen angin yang menjadi dasar dari serangan itu, membuat perputaran senjata itu makin mengeluarkan aura mengerikan.


Wuung.... Siuu...


Roa mencoba menepis sambaran dari serangan senjata mirip Boomerang terbang itu, namun seperti memiliki jiwa senjata itu mampu berbelok saat lintasan nya di tebas pedang hitam legam pria dari benua lain itu.


Craaass...!


Sabit Dewa menebas pinggang pria tersebut.


"Aarggh..!," jeritan Roa terdengar keras, menggema di dalam ruang gua tersebut.


"Bajingaan...!"


"Keparaat....!."


Bong dan Roa mengumpat murka, saat ini aura membunuh keduanya makin menguar kuat.


Dua orang itu kini tak lagi menghiraukan nyawanya sendiri, mati bersama sama adalah pilihan nya saat ini.


Tubuh Roa kini mulai membesar, pria itu saat ini telah membakar esensi dari inti tenaga sejati nya, meski sudah di tebas Sabit Dewa namun pria itu masih sangat kuat.


Demikian pula dengan Bong, aura logam kini berputar liar di tubuhnya, nampaknya dua orang itu sudah sama sama membakar esensi inti tenaga sejati nya.


Mereka melakukan itu karena ingin bertarung hingga mengadu nyawa, bahkan jika perlu mereka akan meledakkan diri asal lawannya juga mati bersama nya.


"Hm, kalian ingin mengadu jiwa ya?." Yuang Fengying menatap dua gelombang kekuatan yang menyebar dari tubuh tubuh lawannya tersebut yang kini berlimpat ganda.


Yuang Fengying pun mengedarkan seluruh kekuatan yang di miliki nya, karena akan sangat berbahaya jika masih menahan diri tak mengeluarkan semua kekuatan nya.


Tekanan udara dalam gua makin terasa pekat, masing masing orang sudah menarik semua unsur kekuatan dari langit dan bumi sesuai dengan unsur elemen yang di miliki, untuk meningkatkan kekuatan nya.


"Tinju Logam Kehancuran...!."


Menghadapi dua serangan yang bersamaan, Yuang Fengying memasang kuda kudanya, sedikit merundukan badannya dengan kaki sedikit menekuk.


Kristal Pagoda Dewa makin berpendar, mendorong kekuatannya ke arah Kristal Pelangi untuk membagi kekuatan menjadi berbagai unsur, kemudian dari kristal pelangi mengalirkan kekuatan ke bilik bilik unsur elemen.


WEEENG...


Ruang jiwa makin terang benderang, menciptakan dunia yang benar benar baru, seperti memecah kebuntuan akan evolusi alam tersebut.


Dengan tekanan sampai batas ternyata membuat kekuatan seseorang bisa tumbuh melewati batasan itu.


Dua lengan Yuang Fengying menampilkan pemandangan yang berbeda dari biasanya, jika biasanya hanya memutih selayaknya logam padat, kini dua lengan itu terlihat putih keruh dengan ledakan ledakan warna pelangi yang membentuk cincin cincin serta meloncat loncat layaknya kilatan petir.


"Menebas Angin Menghadang Badai - Pukulan Pemusnahan..!."


Siuu...


Siuu...


Siuu...


Semua meloncat dan menghantamkan serangan nya.


Dari Ujung tombak Bong meluncur serangan kuat ber-elemen logam, serangan itu mampu menghancurkan perbukitan.


Sedangkan dari tebasan pedang Roa menerjang serangan panas yang melesat membentuk lintasan yang mampu membakar apapun.


Dan dari serangan Yuang Fengying keluar kekuatan berbagai unsur elemen yang terlihat menggerus apapun yang di sentuhnya.


PEEENG...! BOOOMMM....!


Terjadi ledakan sangat kuat saat semua serangan itu bertemu, menciptakan kepulan jamur asap raksasa dan membumbung tinggi ke langit.


Gua itu meledak terbelah mulai dari perut gua hingga ke mulut gua.


Bong terlempar terhempas badai angin, badannya terbakar dengan api dan petir, bukan hanya itu setelah terlempar pria itu juga terjepit ke dalam tanah, karena saat serangan tadi gelombang kekuatan hukum tanah juga menyertai serangan Yuang Fengying, menekan dan menjepit seperti menelan nya.


Pria itu mati tanpa sempat berteriak.


Sedangkan Roa, badannya kini tercabik cabik oleh lesatan kekuatan angin dan logam yang tajamnya melebihi pisau, tersengat aliran listrik meski dia pemilik elemen api, dan terhempas nyungsep ke dalam perbukitan dengan tulang tulang remuk.


Dua duanya mati dengan mengenaskan.


Yuang Fengying juga terlempar, kekuatan dua orang di ranah Kuasa Sejati itu sungguh mengerikan.


Meski api lawan mampu di redam nya, namun kuatnya pukulan itu juga berakibat buruk bagi remaja itu.


Belum lagi serangan hantaman logam Bong juga tak kalah menakutkan, beruntung remaja itu memiliki tubuh 'Manusia Penguasa' dan 'Kuasa' atas logam sehingga tak terlalu parah.


"Ugh.., sialan orang orang itu sungguh mengerikan," Yuang Fengying terlempar mendekati kotak kristal transparan.


Dengan nafas tersengal sengal remaja itu mengeluarkan bunga salju tujuh jiwa yang di miliki nya, serta beberapa pil pemulih raga dan kristal inti jiwa binatang yang mampu memulihkan kekuatan spiritual nya.


"Aku harus memulih-kan diri," remaja itu langsung bersila dan memulihkan diri setelah sebelum nya memastikan kematian dua lawannya dengan mendeteksi pancaran aura kehidupan nya yang sudah menghilang.


Ying Zhi Dao yang berada di luar gua juga terlempar hingga beberapa ratus meter jauhnya akibat Ledakan maha dahsyat itu, saat ini pria paruh baya itu tengah berjuang keluar dari reruntuhan pepohonan dan bebatuan yang menimbun dirinya.


"Bagaimana hasil pertarungan ini? siapa yang memenangkan pertarungan?." dengan sedikit ketakutan pria itu mencoba memindai sekitar gua dengan kemampuan nya, mencoba menyelidiki siapa pemenang pertarungan di sana.


__________


Jangan lupa dukungannya...