
Apa yang di lakukan oleh pria tinggi besar dengan anting di dua telinga nya itu membuat semua perompak kaget namun juga terbakar amarah.
Mereka merasa menang jumlah dan armada, tentu saja tak ada alasan untuk mundur dan ketakutan.
"Seraaaang...!."
"Seraaaang...!!."
Dari berbagai sisi semua kapten kapal mulai memerintahkan untuk melakukan serangan.
Meriam meriam sudah di arahkan ke kapal yang akan di rampok nya itu.
Pria tinggi besar dengan anting di dua telinga hanya mendengus, "Sampah ..!."
Pria itu melambaikan tangan nya, membuat udara kini kian turun derajat suhu nya, dalam jarak beberapa ribu meter dari sana.
Membuat para perompak yang mengepung dan siap menembakkan peluru meriam menggigil hebat.
Bahkan meriam dan kapal para perompak itu terselimuti lapisan es.
"Bajingaan...!, ku bunuh kau..!." salah satu pemimpin para perompak dengan gagah berani meloncat keluar dari kapal.
Pria itu kini berlari di lautan yang telah mengeras dan membeku.
Bukan hanya satu pria itu, tapi banyak pemimpin perompak dari kapal kapal lain yang juga meloncat melesat ke arah pria tinggi besar beranting dua yang bernama Ye Cuang itu.
"Ayo..! datanglah kalian ke sini he..he..!," bukannya takut, Ye Cuang malah tertawa senang melihat beberapa orang yang bergerak ke arahnya.
Di belakang Ye Cuang, pria dengan baju hitam putih rekannya, terlihat sudah berada di anjungan kapal.
Pria itu melihat Ye Cuang dan tersenyum, "Hei sobat..!, apakah mau aku bantu menginjak semut semut itu..!."
Ye Cuang hanya tersenyum dan menggeleng, "Tak perlu, biarkan aku bersenang senang terlebih dahulu."
Saat itu, beberapa orang yang bergerak ke arahnya sudah mulai mendekat, jaraknya mungkin sekitar limapuluh meter.
Pria pria perompak yang mendekat itu mulai mengayunkan senjata menyerang nya, mereka mengeluarkan kekuatan 'Kuasa' atas unsur elemen yang di miliki nya.
"Api..!."
"Petir...!."
"Logam...!!."
Orang orang itu mulai berteriak mengeluarkan kekuatan Kuasa atas unsur yang di miliki.
Gelombang api mulai membakar dan menjalar ke arah Ye Cuang.
Kilatan petir juga menyambar pria tinggi besar dengan anting tersebut.
Begitu juga dengan pemilik unsur elemen logam, sudah melepaskan pukulannya, sebuah gambaran lengan logam besar bergerak melesat ke arah Ye Cuang.
"Ha..ha sampah...." Ye Cuang hanya tertawa melihat serangan serangan itu, tangannya di angkat dan menciptakan bola kristal raksasa sebesar bukit dari unsur Air-Es, dan melemparkannya.
Penciptaan yang sungguh sangat cepat.
"Hah..?, bagaimana itu bisa terjadi?."
"Bajingan itu menciptakan bukit es dengan secepat itu?."
BAAM..!
Bola kristal Air-Es itu menghantam dan mengubur beberapa orang yang menyerang dan mendekat itu.
"Aargh..!."
"Uugh..!!."
Orang orang langsung terkubur bukit es yang di lemparkan Ye Cuang, dan memusnahkan semua serangan yang tadi sempat mereka ciptakan.
Hanya suara jeritan dan keluhan sebelum orang orang itu terkubur dan mati, seluruh nya.
**
"Kau harus meningkatkan kualitas kultivasi mu, meski kau sangat kuat disini tapi kau bukan apa apa di benua itu." master Krook menatap Yuang Fengying.
Remaja itu mengangguk saja, karena memang nyatanya begitu.
Kekuatannya hanyalah cacing di benua yang bernama Benua Dong.
Dia akan mati di injak dengan mudah, jika tak meningkat kan kekuatannya.
"Setidaknya kau harus meningkatkan kultivasi ke ranah Alam Berdaulat, dan meningkat kan kekuatan dasar serta kekuatan tubuh mu."
Yuang Fengying mengangguk kembali.
"Aku akan membimbing mu untuk itu." kata master Krook lagi.
**
Dan disini lah saat ini, Yuang Fengying bersama master Krook.
Mereka tengah berada di sebuah wilayah dimana ada air terjun dan banyak kolam di sekitarnya, kekuatan spiritual di sana sangat kental.
Mereka tengah berlatih meningkatkan kekuatan fisik dari remaja tersebut.
"Angkat batu itu dan naiklah ke puncak air terjun itu, latih fisik mu agar lekas kuat sesegera mungkin."
Yuang Fengying menatap batu berwarna metalik keperakan yang hanya sebesar kerbau.
Remaja itu tersenyum miring, menatap batu berwarna metalik keperakan itu, "Hanya batu sebesar itu?."
"Ya, cobalah."
Katak berbaju hijau itu duduk di pinggiran kolam, duduk bersila dan menatap remaja itu.
Itu bukan batu biasa, meski terlihat hanya sebesar kerbau, namun memiliki berat yang berkali lipat dari batu biasa.
"Baik, hanya batu sebesar itu pasti mudah." Yuang Fengying bergerak cepat mendekat dan mencoba mengangkat nya.
JREEENG...
"Ugh." Yuang Fengying terbelalak kaget dengan batu yang di angkat nya.
Sungguh sebuah batu yang sangat berat, jika biasanya Yuang Fengying dengan mudah mengangkatnya, kini remaja itu harus mengeluarkan energi sejati untuk bisa memanggul batu tersebut.
"Aku akan meditasi di sini, jika kau mampu naik dan turun sebanyak lima puluh kali, maka aku akan mengajari mu jurus baru."
Yuang Fengying kini kecut wajahnya, lima puluh kali naik ke puncak air terjun dan turun lagi dengan membawa batu aneh yang sangat berat, sungguh bukan perkara mudah.
Namun jika itu metode untuk melatih menguatkan tubuh yang di lakukan master Krook, maka akan di lakukan nya.
"Baik master," dengan penuh ketaatan remaja itu mulai berjalan mendaki ke arah puncak air terjun.
Tanpa mengeluh remaja itu bolak balik naik turun sambil membawa sebongkah batu aneh yang beratnya ratusan kali batu biasa dengan ukuran yang sama.
"Satu.."
"Dua..."
".....''
"Tiga puluh dua...!."
Sesungguhnya tempat master Krook atau istana Katak adalah ruang dengan dimensi tersendiri, alam itu memang terletak di area terlarang, namun dengan dimensi tersendiri.
Tekat Yuang Fengying untuk berlatih memang sedikit membuat master Krook terpana, itu di luar perkiraan nya.
Tak sembarang orang mampu mengangkat batuan tersebut, batu itu adalah air raksa yang menggumpal, meski kecil tapi memiliki berat yang ratusan kali lebih berat dari batu biasa dengan ukuran yang sama.
Berat 1 m3 air raksa adalah 13,6 ton karena sesungguhnya air raksa adalah logam berat yang berujut cairan.
"Sungguh anak yang berbakat, melatihnya bukan sesuatu yang berat."
"Tiga puluh sembilan.." Yuang Fengying tetap memanggul batuan yang terbentuk dari air raksa padat itu sambil terus berjalan naik dan turun di area air terjun.
Master Krook yang pura pura meditasi hanya melirik apa yang di lakukan Yuang Fengying.
Dengan nafas terengah engah, Yuang Fengying terus melangkah, kakinya kini sudah terlihat bergetar, karena sesungguhnya yang di panggulnya bukan batu biasa, tapi benda berat setara dengan bongkahan bukit atau bahkan gunung.
"E..empat puluh... s.sembilaan.." Langkah kakinya sudah benar benar bergetar hebat, namun remaja itu tetap ingin menyelesaikan tugas nya.
Rasa ingin segera kuat agar tak tertindas, dan berkembang menjadi lebih hebat begitu melekat di benak remaja tersebut.
"L..lima...p.ppuluuuh...!." Akhirnya Yuang Fengying menyelesaikan tugasnya.
BOOOMM...!!
Yuang Fengying menjatuhkan batuan logam berat tersebut ke tanah hingga menciptakan getaran hebat.
___________
Jangan lupa dukungannya...