Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
222. Benda Aneh di Pagoda Dewa


"T- tunggu ..!, J-jika kau membunuh ku maka kau pasti akan di buru..!," Xue Joliang Jian dengan gemetaran mengancam dan menakut nakuti Yuang Fengying.


Namun sesungguhnya itu bukan sekedar ancaman kosong belaka.


"Bukan hanya di buru keluarga Xue saja, tapi juga di buru kelompok aliansi Pertengahan yang anggota nya seluruh kerajaan di benua ini." pria itu makin mengancam Yuang Fengying begitu di lihatnya remaja itu terlihat terdiam.


Menurut Xue Joliang Jian remaja itu mungkin saat ini jadi gamang dan pasti ketakutan, karena memang apa yang di katakan nya adalah kebenaran, dengan membunuh dirinya dan semua anggota aliansi maka efeknya pasti akan jadi buronan.


Saat ini pria itu kini percaya diri jika dirinya pasti akan lolos dari kematian, karena lawanya kini menghentikan serangan nya.


Namun.


"Kau pikir aku takut dengan ancaman mu?." Yuang Fengying tersenyum miring, menatap pemimpin kota tersebut.


"Eh," Xue Joliang Jian terkejut, karena kini remaja itu terlihat menatapnya dengan tatapan mematikan.


Jika tadi remaja itu terdiam dikira takut, itu salah.


Yuang Fengying melesat lagi dan menebaskan pedangnya.


"Mati...!."


"Mati..!!."


Pedang yang memancar aura warna warni itu menebas kesana kemari.


Dua Lesatan itu dengan mudah melewati tangkisan senjata pria itu, lalu menebas memotong kedua kaki dan tangan kiri pemimpin kota tersebut.


"Arghh...!." jerit pria itu.


"Bajingan..!, dasar berandalan tengik kau..!," Xue Joliang Jian meracau setelah berteriak kesakitan.


Pria itu sangat marah di perlakukan demikian, dia adalah pemimpin kota termasuk berasal dari keluarga kaya dan terpandang, perlakukan Yuang Fengying membuatnya sangat terhina.


Namun Yuang Fengying tak memperdulikan semua itu.


"Mati saja kau..!.'


Sebelum Yuang Fengying kembali menebaskan pedangnya, pria itu melempar sebuah kristal ke udara dimana kristal itu lalu meledak dan anehnya asap kristal tersebut bergerak dan menempeli Yuang Fengying.


"Eh, apa ini?." Yuang Fengying terkejut karena terasa ada sesuatu yang menempel di jiwa nya.


Setelah itu Xue Joliang Jian terlihat tertawa terbahak bahak, meski dirinya juga akan mati, "Ha.. ha.., meski aku mati, hidup mu juga tak akan tenang..!."


Ya, itu adalah kristal kutukan jejak jiwa, dimana benda itu akan menandai seseorang.


Dengan demikian maka Yuang Fengying pasti akan di buru oleh keluarga Xue, dan juga seluruh anggota aliansi Pertengahan.


**


Semua yang berada di dalam ruang dimensi dan sudah dalam 'Kuasa' Yuang Fengying kini hancur lebur.


Bukan hanya orang orang yang tergabung dalam aliansi Pertengahan, namun juga beberapa bangunan yang ada di sana.


Saat ini semua orang telah tewas terbunuh dan tempat itu kini menjadi hancur berantakan.


Sesungguhnya jika para petinggi aliansi mau sedikit berfikir dan mengkaji masalah penyebab utama, mungkin nyawa mereka masih selamat, namun karena kecerobohan berfikir dan kesombongan mereka karena hanya menghadapi remaja yang dianggap lemah, membuat mereka dan kota tersebut hancur.


Yuang Fengying berdecak kesal, sesungguhnya dia tak ingin melakukan semua ini, tapi ini dunia yang kejam, jika dirinya lemah maka dirinyalah yang akan menjadi mayat di tanah itu.


Semua orang yang ada di sekitar pertarungan menatap Yuang Fengying dengan ketakutan, mereka menatap remaja itu selayaknya monster yang menakutkan.


Bahkan pelayan restoran itu ketakutan hingga terkencing di celana, mengingat bagaimana tadi dirinya bersikap.


Banyak orang yang tak berani bertatapan langsung dengan Yuang Fengying, saat remaja itu melintas untuk meninggalkan kota tersebut.


"Sial..niatku ingin istirahat dan makan enak di kota ini, malah sekarang gagal."


Ya, sekarang tak mungkin remaja itu berdiam di kota itu, perkataan jika diri nya akan di buru membuatnya harus segera meninggalkan tempat tersebut.


**


Saat itu pria tua itu menyadari jika sosok yang di buru nya kembali terlihat bergerak.


"Kurang ajaar..!, berandalan itu kembali bergerak," pria tua itu mendengus kesal, "Ayo kalian mendekat.., dan berpegangan pada tandu agar kita bisa lebih cepat lagi, jangan sampai bajingan itu lolos."


Semua bawahan pria tua itu mengangguk, saat ini semua orang mulai mendekati tandu itu dan mulai memegang sisi sisi dari artefak itu.


Plaaass...


Setelah semua memegang tandu itu, artefak tersebut melesat lebih cepat beberapa kali lipat dari saat tadi terbang.


**


Hari berganti dengan cepat, saat ini terjadi kehebohan di beberapa tempat.


"Apa..?!, tetua yang kita utus mengikuti pertemuan aliansi Pertengahan di bunuh..?." pria tua Patriark dari kelompok Paviliun Badai Abadi meraung marah.


"Benar Patriark, itu pesan yang kita terima."


"Kurang ajaar..!, siapa yang berani bertindak bodoh seperti itu..!."


Pria paruh baya yang melaporkan berita itu maju ke arah Patriark paviliun Badai Abadi, pria itu menyerahkan tablet lempengan kristal dimana benda tersebut mampu memperlihatkan sekilas sosok yang telah melakukan pembantaian anggota aliansi Pertengahan.


"Dasar bajingan keparaat..! Kita harus temukan sosok ini dan balas kematian anggota kita."


Di tempat lain juga demikian.


Para pemimpin tertinggi dari kelompok anggota aliansi Pertengahan yang terbunuh terlihat marah dan berniat memburu pelaku pembantaian tersebut, termasuk keluarga Xue.


"Kirimkan undangan kepada semua kelompok korban pembunuhan di kota, supaya bisa memutuskan bisa memutuskan apa yang mesti dilakukan." Patriark keluarga Xue berkata memerintahkan anggota nya.


Dalam hitungan hari saja, kini banyak kelompok yang akan memburu Yuang Fengying karena berani membunuh anggota kelompok nya.


**


Saat ini Yuang Fengying masih terlihat keluar dari sebuah hutan setelah melakukan perjalanan.


Setelah sehari melewati hutan yang lumayan rapat, saat ini remaja itu berada di sebuah padang rumput yang cukup luas.


"Hmm, nampaknya aku perlu istirahat dan lingkungan ini terlihat aman dan cocok untuk itu." Yuang Fengying melihat sekitarnya, saat ini remaja itu berada di padang rumput dengan satu dua pepohonan.


Tempat seperti ini cenderung lebih aman tak seperti hutan lebat jika untuk istirahat sejenak.


Setelah menemukan tempat yang dirasa tepat yakni di bawah pohon rindang, remaja itu duduk dan mulai meditasi, memulihkan kekuatan nya.


JREEENG...


Jiwa Yuang Fengying mulai memasuki alam jiwa, dan kini jiwa itu terus masuk ke dalam alam Pagoda Dewa, di alam itu waktu berjalan lebih lambat dan itu cocok untuk berlatih dan memulihkan diri.


Begitu memasuki alam Pagoda Dewa, jiwa Yuang Fengying langsung masuk ke bangunan Pagoda Dewa.


WUIIIING....


Saat ini bukan hanya jiwa nya, namun fisik remaja itu kini berpindah ke lantai pertama dari Pagoda Dewa itu.


Pemandangan ruang yang sangat luas seakan tak berbatas terlihat menyambut nya.


Langit langit yang terlihat sangat tinggi membuat tempat tersebut seperti bukan sebuah bangunan, namun Yuang Fengying tak terkejut dengan itu.


"Eh, apa itu?." pandangan Yuang Fengying tertuju ke arah benda yang melayang di kejauhan.


Itu adalah satu satunya benda yang terlihat bergerak di tempat tersebut, semenjak Yuang Fengying berkunjung di sana, sehingga membuat remaja itu penasaran tentu nya.


Meski terlihat namun sesungguhnya benda terbang itu sangat jauh, sehingga Yuang Fengying harus berlari ke arah nya.


_________


Jangan lupa dukungannya...