
"Oouugh..''
"Hoeek..!." katak berbaju hijau itu memuntahkan darah dari mulutnya.
"Master..!." katak hitam sebesar gajah melesat mendekati katak hijau yang terhuyung huyung dan jatuh terduduk.
"Master..?." kembali katak hitam besar itu mendekat dengan panik.
Katak berbaju hijau mengangkat tangannya, "Tak apa, aku tak apa..Urus saja bocah itu, bawa ke tempat kita."
Katak hitam menatap Yuang Fengying yang terkapar beberapa puluh meter dari katak berbaju hijau itu, "Membawa bocah itu ke istana katak?."
"Ya, memang kemana lagi?!." seru katak berbaju hijau dengan menaikkan suaranya.
"Ooh," katak hitam sebesar gajah hanya termangu, membawa musuh ke markas adalah pilihan yang keliru, bukan begitu?
"Cepat...!, segera lakukan..!." bentak katak berbaju hijau, lalu menghilang dari tempat itu.
"Sialan, dasar bocah berandalan..!, kau sungguh merepotkan.." meski dengan mengumpat katak hitam sebesar gajah menyambar tubuh Yuang Fengying dan menghilang meninggalkan tempat tersebut.
**
"Aarggh.." Yuang Fengying mengerang, rasanya seluruh tubuhnya hancur dan remuk redam.
Bukan hanya tubuh nya, namun jiwanya juga terluka.
"A..apa yang terjadi?, apakah aku sudah mati?." samar samar remaja itu melihat sebuah ruangan yang lain daripada yang lain.
Dalam ruangan itu terdapat air mengalir dan merambat di dinding nya, meski tak terlihat ada jendela namun ruangan itu sangat terang.
Yang lebih mengejutkan lagi, saat ini dirinya tengah berbaring di sebuah daun besar, semacam daun teratai namun sangat besar, kuat dan kokoh.
Yuang Fengying mencoba bangun dari tidur nya, mencoba duduk memandang arah lain namun tak bisa, badannya sangat lemah dan tulang tulang nya hancur seluruh nya.
Di lihatnya lantai dimana tempat dia tidur seperti kolam yang sangat jernih.
Namun itu bukan kolam, itu adalah batu kaca yang besar dan sangat jernih selayaknya kolam air.
"Eeh, dimana ini?." gumam remaja itu masih takjub dengan apa yang di lihatnya, mencoba bergeser dan bangun dari tempat tidur nya, meski itu tak mungkin.
Tiba tiba..
"Hei.. Jangan bangun dulu..!," sebuah suara mengagetkan Yuang Fengying yang saat ini sungguh lemah badannya.
"Hah..? K..kau..?." Remaja itu tak meneruskan perkataannya, di lihatnya katak hitam sebesar gajah duduk di pojokan ruangan terlihat sedang mengerjakan sesuatu.
"Badan mu belum pulih, Median dan Meridian mu terluka, semua tulang mu hancur, jika kau paksakan nanti bisa bisa rusak inti tenaga sejati mu." katak itu berkata sambil masih mengaduk sesuatu.
Yuang Fengying mengurungkan niatnya untuk bangun, memang saat ini seluruh tubuh nya seperti di cacah cacah, otot ototnya serasa seperti jeli, tulang nya menjadi bubur yang sangat lemah, tak mungkin bisa untuk menopang tubuh nya.
"A.apakah kau menolongku?."
"Bukan aku..., tapi master yang berbaik hati membawa anak nakal seperti mu kemari." katak hitam sebesar gajah itu masih berkutat dengan pekerjaannya, meski demikian dia menjawab apa yang di tanyakan Yuang Fengying.
"M..master?," Yuang Fengying mencoba mengingat ingat, siapa master itu, "Ooh..apakah master mu katak jelek berbaju hijau?."
"Hei..tutup mulut kotor mu itu, tak sopan mengatai master seperti itu, memangnya kamu tidak jelek?, dasar bocah nakal.." katak hitam mendengus kesal, mendengar ucapan remaja tersebut.
"Aah.." Yuang Fengying terdiam tak meneruskan perdebatan nya, bagaimana pun itu benar, dia sudah ditolong, bukti nya saat ini dia ada disini masih bernyawa.
Katak sebesar gajah itu mendekat, sambil membawa sebuah batok kelapa yang cukup besar, nampak nya itu adalah ramuan.
"Hei ..hei.. Apa yang kau lakukan?." Yuang Fengying terkejut, saat tiba tiba katak hitam besar itu melumuri badan Yuang Fengying dengan sesuatu yang terlihat menjijikkan.
"Dasar anak nakal..!," gumam katak itu dengan membalurkan ramuan yang tak ada habis habisnya itu.
"Iih..., apa ini mengapa menjijikkan seperti ini?." Yuang Fengying berteriak mengeluh, namun tak di hiraukan katak besar itu, tanpa kesulitan katak itu memegang kaki Yuang Fengying mengangkat dan menjungkir balikan remaja itu, untuk meratakan ramuan yang di buatnya di sekujur badan Yuang Fengying.
Seperti melumuri ikan dengan bumbu (marinasi), katak hitam itu melakukan hal tersebut di seluruh tubuh Yuang Fengying.
"Sekarang diam lah, atur pernafasan mu dan pulihkan dirimu, jika sudah benar benar sehat, kita menemui master lagi."
**
*Kejadian Sebelumnya*
"Master kenapa kita harus menolong bocah berandalan ini?." katak hitam besar terlihat menggerutu dan tak senang.
Tentu saja dia berlaku demikian, karena bagaimana pun anak yang akan di tolongnya adalah penerobos wilayah yang di jaga nya.
Selama ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun mereka menjaga wilayah tersebut tak pernah ada yang berani melakukan apa yang di perbuat bocah di depannya.
Kini dengan lancang bocah itu memasuki area larangan dan nampak nya ingin mencoba mencuri sesuatu.
Katak berbaju hijau memalingkan wajahnya, berkata acuh tak acuh, "Percaya padaku, bocah ini adalah Sang Terpilih."
"Sang Terpilih?." katak hitam besar itu masih tak paham.
"Ya, aku merasakan setitik kekuatan tuan Dewa ada padanya."
"Ah, kekuatan tuan Dewa?, pantas saja dia mampu melawan master hingga sejauh ini." katak hitam sebesar gajah mulai mengangguk angguk kan kepala nya.
"Semula aku juga tak yakin, namun setelah bertarung dengan nya aku kian yakin tentang itu."
"Meski hanya setitik kekuatan tuan Dewa sungguh sangat mengerikan."
"Mungkin ini memang sudah waktunya." katak berbaju hijau itu menatap langit sambil berkata demikian.
Katak hitam sebesar gajah hanya mengangguk angguk mendengar apa yang di katakan katak berbaju hijau.
"Rawatlah anak ini, akibat pertarungan tadi aku yakin dia pasti terluka, sama seperti diriku."
Meski belum benar benar yakin dengan apa yang di katakan katak berbaju hijau, katak hitam sebesar gajah itu tetap memanggul tubuh Yuang Fengying membawa ke tempat tinggalnya, untuk merawat dan menyembuhkan Yuang Fengying.
**
"Luar biasa... Kau sungguh luar biasa..!," katak hitam sebesar gajah terpekik tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Tubuh Yuang Fengying yang sehari sebelum nya masih seperti jeli, seakan tak bertulang karena semua tukang remuk, kini terlihat sudah mulai membaik.
Remaja itu sudah mampu mengangkat tangan nya, menandakan jika tulang tulang nya sudah mengeras dan mulai pulih.
"Ouuughh.." Yuang Fengying mencoba menggerakkan tangan dan kakinya, setidaknya bergeser dari tempat semula.
"Ya..tak salah lagi kau memang Sang Terpilih." katak hitam besar itu menatap seluruh tubuh Yuang Fengying.
"Hei.. cepat berikan aku pakaian," Yuang Fengying tersipu malu saat pandangan katak raksasa itu mengarah ke arah yang tak semestinya.
"Ho..ho... Burung mu juga mulai bisa bangun karena hormon mu." kekeh katak itu, menggoda Yuang Fengying yang makin merah wajah nya.
_________
Jangan lupa dukungannya..