Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
227. Bertemu dengan Pria berbaju katun.


"Apa ini?, aura apa yang sekuat ini?."


"Hoeek..!," beberapa orang langsung memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, bahkan beberapa orang langsung tumbang dan ada yang meledak badannya.


Yuang Fengying makin muram wajahnya, sungguh kekuatan yang sangat mengerikan.


"Aura ini, adalah aura yang mengikuti ku selama ini."


Para pengeroyok Yuang Fengying kini hanya bisa terdiam, mereka mengira jika aura kuat itu kelompok remaja yang di keroyok nya.


Mereka yang masih mampu berdiri hanya bisa diam di tempat dengan pasrah, seakan nyawa sudah ada di tenggorokan.


Tak berselang lama, sebuah tandu sudah terlihat melayang beberapa ratus meter dari lokasi itu, enam orang melayang di sisi kanan dan kiri tandu.


"Ha..ha.. Akhirnya aku menemukan mu bajingan.." pria tua berbaju katun keluar dari tandu tersebut, sambil menunjuk ke arah Yuang Fengying yang sudah pucat wajahnya.


Terlihat aura kental mengelilingi sosok pria tersebut, aura itu menyebar dan menekan semua yang ada di sana, sungguh kekuatan yang tak bisa di bayangkan.


Saat itulah orang orang menyadari jika memang ada kekuatan kultivasi yang berada di atas Kuasa Sejati di tanah ini.


"Tak ku kira hari ini aku akan melihat sosok dengan kekuatan sekuat ini."


"Ya, ternyata kekuatan itu benar benar ada, dan sungguh beruntung aku bisa melihatnya hari ini."


Pria tua itu memang berada di tingkatan kultivasi yang berbeda dengan benua ini, dia sudah berada di ranah Alam Tinggi, tepat nya berada di tingkatan Alam Tinggi Dasar, sebuah ranah kekuatan yang mengerikan dan tak di jumpai di benua ini.


(Note : Setelah ranah kultivasi yang ada di benua ini, ada tingkatan lagi yakni Alam Tinggi Berdaulat dan Alam Dewa)


Orang orang yang melihat sosok yang baru datang menghardik Yuang Fengying mulai merasa ikut senang.


"Sungguh suatu kehormatan bagi kami bisa berjumpa Tuan yang hebat."


"Ya, kami sungguh beruntung hari ini bertemu anda Tuan."


Orang orang mulai menjilat dengan masih gemetaran, mencoba untuk menyanjung dan berusaha membuat hubungan yang baik.


Pria berbaju katun hanya menatap acuh tak acuh, tangannya melambai ke arah tandu, tiba tiba tandu itu menghilang dan masuk ke dalam artefak penyimpanan nya.


"Minggir kalian..!," sebuah suara yang terdengar datar di sertai gerakan ayunan tangan pria tua itu menyapu ke depan.


Akibatnya sungguh mengerikan, angin kekuatan yang mengerikan langsung tercipta dan menerjang apapun.


"Ugh..!." Yuang Fengying menguatkan kuda kuda nya, bahkan remaja itu menancapkan pedang pelangi ke tanah untuk menahan tubuhnya dari hempasan angin yang sungguh kuat itu.


Semetara orang orang yang tadi mengepungnya sudah terlempar dengan sangat keras, ada yang langsung meledak badannya dan mati.


Orang orang itu tak mengira akan di serang dengan tiba tiba, dan mereka tak melakukan persiapan apapun.


"Sampah lemah, mencoba menjilat..!," dengus pria tua tersebut sambil tersenyum sinis memandang orang orang yang sudah terlempar dan menjadi mayat.


Saat ini pria itu menatap Yuang Fengying yang masih berdiri kokoh setelah menancapkan pedang nya dan mengaliri unsur elemen tanah di sekitarnya agar tanah memadat dengan gravitasi yang menguat.


Yuang Fengying menatap pria tua itu sekilas, kemudian mengangguk kecil saat menyadari pria dari benua lain alias Li Chung dan Maoyin.


"Hmm, rupanya kalian." gumam remaja itu dengan tersenyum kecut.


"Huh, akhirnya kau menyadari juga bocah.." pria tua itu mendengus kesal, dan dari tangan pria itu sudah mengeluarkan sebuah gulungan.


Empat orang bawahan pria tua yang mengetahui itu ikut tersenyum kecil, "Mati kau berandalan." bisiknya pelan.


Suasana yang tiba tiba hening itu terpecah, "Aku tak ingin lagi petak umpet dengan berandalan tengik seperti mu." pria tua itu menatap Yuang Fengying sesaat.


Pria tua itu menatap Yuang Fengying sekali lagi, "Sungguh sayang potensi yang menjanjikan." gumamnya pelan.


"Aku memberimu sebuah pilihan." pria itu sedikit melunak dan menarik aura kekuatan nya.


"Pilihan?."


"Ya." jawab pria tua itu singkat.


"Jadilah bawahan ku, dan mengabdi kepada Tuan Penguasa, maka nyawamu akan ku ampuni."


Yuang Fengying sesaat terpana, tak mengira akan ada kesempatan seperti itu.


Tapi itu sama saja menjual diri, menjadi anjing piaraan dari orang orang benua lain, dan menjadi penghianat bagi seluruh penghuni Benua Tanah Tengah.


"Ck, keuntungan apa yang aku dapatkan?." bocah remaja itu mencoba mengulur waktu dengan sedikit bercakap cakap.


"Kau bisa makan enak, hidup mu terjamin dan yang jelas umur mu akan panjang." pria tua itu menyeringai dengan tatapan menjijikan, tangannya sudah membuka gulungan yang ada di tangan kanannya.


Begitu gulungan itu terbuka, sebuah gambaran transparan mulai terlihat dan keluar dari gulungan itu.


Itu adalah gambaran tiga dimensi dari sebuah wilayah suatu alam, gambaran yang masih transparan membesar meluas dan melingkupi semua nya masih dengan wujud transparan.


"Hm, apa ini?, baru kali ini aku melihat ada yang seperti ini."


"Bagaimana?, apakah kau menerima tawaran ku?." pria itu kembali bertanya saat Yuang Fengying masih terkejut dan terpana dengan apa yang di lakukan nya.


"Apa ini?," Yuang Fengying menghiraukan pertanyaan pria itu malah balik bertanya.


"Ha..ha... ," pria tua itu tertawa dengan penuh kesombongan, " baik, karena aku masih menunggu jawaban mu maka aku jelaskan sedikit agar kau sadar diri akan kekuatan mu."


"Ini adalah gulungan Peta Dimensi, sebuah alam yang benar benar ada dalam kekuasaan ku."


"Jangan kau bandingkan dengan dimensi aura kekuatan atau domain karena pasti jauh berbeda."


"Gulungan Peta Dimensi?," gumam Yuang Fengying, remaja itu mengangguk sejenak, mengingat semua yang pernah di pelajari dan di baca nya tentang semua pengetahuan yang ada.


Peta Dimensi adalah sebuah bentang alam yang berada dalam kekuasaan pemilik nya, seakan pemilik itu menjadi tuan di tempat itu.


Pemilik peta akan memiliki kekuatan yang berlipat ganda dan memiliki kedaulatan penuh di sana.


Biasanya hanya orang orang yang memiliki kultivasi lebih tinggi beberapa level tingkatan yang bisa lolos dari jebakan peta itu.


"Bagaimana?." pria tua berbaju katun itu menatap Yuang Fengying menunggu jawaban remaja itu.


"Jika kau setuju, maka kita perlu melakukan kontrak Jiwa."


Kontrak Jiwa adalah sebuah perjanjian yang mengikat dua kubu yang melakukan kontrak, khusus nya orang yang di kontrak.


Dan jika orang yang di kontrak mengingkari perjanjian kontrak maka jiwanya akan terlepas dan tubuh nya meledak.


"Tidak..!, lebih baik hidup bebas tanpa ikatan, itu menyenangkan." Yuang Fengying menjawab dengan cepat.


"Dasar bajingaan..!, kau tak menyadari apa yang kau perbuat rupanya." pria itu kembali meradang, kekuatan yang mengerikan langsung meledak di sana.


___________


Jangan lupa dukungannya...