Warisan Penguasa Alam

Warisan Penguasa Alam
46. Mencari Misi


Yuang Fengying sudah keluar dari gedung pengambilan misi, saat ini dia sudah mengambil misi tingkat lll, termasuk sebuah misi yang cukup berat, tugasnya untuk mengambil inti jiwa binatang buas tingkat Raja, bukan hanya binatang buas biasa.


Baru beberapa ratus meter dari gedung tersebut langkah Yuang Fengying sudah di hadang beberapa orang.


"Ha..ha... akhirnya kau muncul juga anak berandalan..!."


"Setelah sekian lama bersembunyi, kini kau menampakkan diri juga." sahut yang lain.


Mereka adalah Wang, Yong dan beberapa orang lainnya.


"Hah, benarkah anak ini sudah menerobos?, seingat ku saat itu masih di ranah Dasar 4, mengapa dalam waktu satu pekan sudah berada di ranah Dasar 6?, keberuntungan apa yang di miliki anak ini?."


Wang dan Yong terkejut dengan gambaran tersebut.


"Kalian mau apalagi?." Yuang Fengying bertanya setelah melihat Wang dan Yong, dengan berdiri tegak tanpa ketakutan, kedua tangannya di simpan di belakang punggung nya.


"Mau mencincang mu...!," bentak salah satu orang disana, dia adalah orang baru, salah satu dari murid pribadi tetua Sue juga.


Anak tersebut berusia 17 tahunan memakai baju biru dengan seret kekuningan, merupakan senior dari Wang, namun anak tersebut menjadi bawahan Wang yang memang anak orang kaya.


Anak itu berada di ranah Menengah 2 akhir, kekuatan nya tentu saja melebihi kemampuan Wang.


Weeeeng...


Trattaaaakk...


Sebuah serangan ber-unsur petir meledak, menimbulkan percikan kilatan petir di sepanjang lintasan nya.


"Matilah kau..!, anak berandalan sialan..!."


"Kena batu nya sekarang."


Celotehan yang lain terdengar sumbang.


Yuang Fengying hanya tersenyum miring, tangannya melambai lalu telapak tangannya terlihat sedikit memutih seperti logam, di antara guratan guratan tangannya memercik kilatan cahaya petir.


DUAAR..!


Anak berbaju biru dengan seret kekuningan itu terbelalak, saat kedua pukulan tersebut bertubrukan rasanya seperti membentur bongkahan karang.


Lengan sampai bahu nya terasa seperti mati rasa, badannya gemetaran dan terdorong beberapa langkah ke belakang.


"Argh..," dia menjerit tertahan, seandainya tak ada istilah rasa malu dia pasti sudah menangis saat itu juga.


"K-kau..?." Menatap Yuang Fengying dengan rasa tak percaya.


Anak anak yang lain tak percaya dengan pemandangan tersebut, "Benarkah itu kekuatan anak ranah Dasar level 6..?."


Semua tak habis pikir, perbedaan Yuang Fengying dengan anak berbaju biru ber-seret kekuningan cukup jauh, bukan hanya beda level tapi juga beda tingkatan ranah, yang satu ranah 'Dasar level 6 awal' yang satu nya lagi ranah 'Menengah level 2 akhir'.


"Apa..?!, masih mau bertarung dengan ku??." sahut Yuang Fengying dengan gaya arogan. Dia sudah belajar bagaimana caranya jika ingin di hormati. Dia harus menekan lawannya tersebut, sebelum lawan berani berulah.


Anak anak itu terdiam, melihat anak berbaju biru dengan seret kekuningan masih tergeletak menahan sakit, mereka tak melakukan tindakan apapun kini.


Yuang Fengying melenggang pergi meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi.


"Dasar sial, berandalan tengik itu mempermalukan ku lagi." Wang termangu dengan ekspresi sulit di jelaskan.


**


Yuang Fengying kini sudah di hutan Seribu Bayangan, hutan yang membatasi kota Yinying dan sekitarnya dengan kawasan bebas lainnya.


"Hmm, aku harus memetakan tempat ini, agar tak kehilangan arah nanti nya."


Yuang Fengying sedikit demi sedikit mulai memindai semua yang di lalui nya, memetakan tempat tersebut.


Kini Yuang Fengying sudah sampai di gua tempat nya dulu mendapatkan kristal inti perak, dari sana dia sudah menghafal tempat itu.


Sejauh ini dia belum ketemu dengan hewan buas super, hanya hewan hewan buas biasa yang sudah di bunuh nya, lalu di ambil bangkai dan inti jiwa nya.


"Hmm, saat ini aku ada di hutan, banyak pepohonan berbagai macam, bagaimana jika aku melatih unsur elemen Kayu di sini."


"Dengan bantuan pepohonan siapa tahu aku bisa mendeteksi binatang yang di maksud, selain itu akan lebih mudah aku memetakan tempat ini."


Yuang Fengying lalu duduk di salah satu cabang pohon yang di hinggapinya.


Mencoba menyelaraskan diri dengan pohon tersebut.


Mencoba mengajak 'berbicara' tanaman tersebut.


"Fyuh, nampak nya tingkatan Kuasa ku atas kayu masih rendah, belum mampu berinteraksi dan menyelaraskan diri dengan tanaman tanaman ini.


Yuang Fengying meloncat turun dari dahan tersebut, akan sia sia jika dia masih memaksa diri untuk tetap berada disana, sedangkan tingkat 'Kuasa' nya tak mengijinkan itu.


Selain memetakan tempat tersebut, sebenarnya dia juga ingin sedikit menyelidiki 'area terlarang' yang pernah di beritahukan saat dahulu seleksi menjadi murid utama.


Belum jauh dia menembus hutan tersebut, dari rimbunnya pepohonan terlihat seekor binatang menyeruak menyibak keluar.


Itu adalah Landak duri emas, salah satu binatang kelas Raja.


(Level binatang adalah binatang biasa, binatang prajurit, binatang Raja, binatang tingkat Kaisar, dan binatang tingkat langit)


Yuang Fengying tersenyum, berhasil menemukan binatang tingkat Raja tanpa perlu bersusah susah.


SRAAK..!


Landak sebesar kambing itu meloncat langsung menyerang, menusukkan duri duri tajamnya.


Krataaak...!!


Yuang Fengying langsung menggerakkan tanah yang ada di depannya, membetuk benteng.


BRAAKK..!


Landak raksasa itu menabrak benteng tanah tersebut, duri durinya langsung menancap di ketebalan benteng tanah tersebut.


Yuang Fengying yang mengendalikan kuasa atas tanah tersebut terdorong kebelakang, saking kuatnya serangan.


Mungkin jika itu landak biasa, atau landak tingkat prajurit maka pasti binatang itu sudah menyerah karena badannya menancap di ketebalan benteng, namun ini binatang tingkat Raja, kekuatan nya sangat menakutkan hampir setingkat dengan manusia ranah Awal Tinggi pertama.


Wiiiing...


Landak tersebut memutar tubuhnya, makin lama gerakan memutar itu makin cepat hingga seperti semacam bor yang menembus sebuah media.


BRAAALL...


Landak sebesar kambing itu berhasil menembus benteng pertahanan tersebut.


Lesatan tubuh binatang itu langsung menghantam ke arah Yuang Fengying.


"TEBASAN AWAN..!."


Yuang Fengying menebaskan tangannya, kilatan serangan tersebut kini bercampur dengan logam dan petir melesat kearah badan landak raksasa.


CRAANG..!


Benturan keras terdengar nyaring di hutan tersebut, kekuatan dua elemen logam bertabrakan jelas terdengar disana.


Entah kenapa kebanyakan binatang yang ada di hutan tersebut berunsur elemen logam, ada apa dengan wilayah tersebut?ini cukup membuat penasaran?.


Yuang Fengying terlempar demikian pula dengan landak tersebut.


Begitu terlempar binatang landak itu langsung bangkit lagi dan bersiap menyerang, sangat agresif sekali.


Binatang tingkat Raja itu terlihat murka, karena merasa ada yang memasuki wilayah nya.


Wiiiing... Wiiing...


Landak itu kembali meloncat sambil membuat gerakan mencakar dengan dua kaki depan nya.


Kuku kuku tajamnya sepanjang satu jengkal itu mencoba mencabik cabik badan Yuang Fengying.


"Menebas Angin Menghadang Badai..!."


Yuang Fengying tak lagi menahan diri, unsur elemen logam dan petir nya di perkuat.


Kekuatan Kuasa unsur elemen logam nya terpancar, membuat keseluruhan badan Yuang Fengying makin berkilau dan berpendar, kilatan kilatan petir juga berputar membentuk semacam jala jala yang menyelimuti badannya.


"Hantaaam...!.''


Pertarungan kekuatan fisik kembali bertabrakan.


BLAAAANG...!


___________


Jangan lupa dukungannya...